- 19 July 2026
- 4 min read
- #Akuisisi Bango
- #Bahana Sekuritas
- #Barang Konsumsi
- #Bisnis Makanan dan Minuman
- #BonChef
- #Divestasi Unilever
- #FMCG
- #Fox’s
- #Growth Action Plan
- #Grup Djarum
- #Industri FMCG
- #Kecap Bango
- #Kopi Tubruk Gajah
- #Merek Lokal
- #MilkLife
- #Peternakan Sapi Brebes
- #PT Savoria Kreasi Rasa
- #Royco
- #SariWangi
- #Savoria Group
- #Unilever Indonesia
- #UNVR
Grup Djarum dikabarkan kembali memperluas bisnis barang konsumsi atau fast moving consumer goods melalui Savoria Group. Setelah mengambil alih SariWangi, grup usaha tersebut disebut berminat mengakuisisi bisnis Kecap Bango milik PT Unilever Indonesia Tbk.
INDOWOR.ID, JAKARTA: Grup Djarum kembali menjadi sorotan di industri barang konsumsi. Melalui Savoria Group, grup usaha tersebut dikabarkan berminat membeli bisnis Kecap Bango dari PT Unilever Indonesia Tbk.
Kabar ini muncul setelah Savoria sebelumnya merampungkan akuisisi merek teh legendaris SariWangi dari Unilever Indonesia pada kuartal I-2026. Jika rencana akuisisi Bango terealisasi, langkah tersebut akan menjadi transaksi kedua Savoria dengan Unilever Indonesia dalam waktu berdekatan.
Manajemen Savoria Group belum memberikan penjelasan rinci mengenai kabar tersebut. Saat dimintai keterangan, perusahaan tidak membantah, tetapi memilih belum berkomentar.
“Mohon maaf, kami tidak bisa memberikan komentar untuk saat ini,” ujar manajemen Savoria Group, sperti dikutip daei Kontan.
Akuisisi Bango berpotensi memperkuat posisi Savoria di industri makanan dan minuman. Saat ini, Savoria telah menaungi sejumlah merek di berbagai kategori, antara lain BonChef, Kopi Tubruk Gajah, MilkLife, Fox’s, Caffino, 5 Days, Krizzi, Hydroplus, dan SariWangi.
Savoria Makin Agresif Ekspansi
Savoria Group dalam beberapa tahun terakhir terlihat agresif memperluas portofolio bisnisnya, baik melalui pengembangan produk sendiri maupun akuisisi merek yang sudah mapan.
Pada Maret 2026, PT Savoria Kreasi Rasa merampungkan pengambilalihan merek SariWangi beserta fasilitas produksinya di Cikarang, Jawa Barat. Nilai transaksi akuisisi tersebut mencapai Rp1,5 triliun di luar pajak.
Jauh sebelum itu, Savoria juga pernah mengambil alih merek permen Fox’s dari Nestle pada 2018, termasuk pabriknya di Cikupa, Tangerang. Pada 2019, perusahaan mengakuisisi PT Futami Food and Beverages di Caringin, Bogor.
Ekspansi tidak hanya dilakukan melalui akuisisi. Tahun ini, Savoria juga membentuk PT Global Dairi Bersama untuk mengembangkan bisnis susu. Perusahaan tersebut akan menggarap megaproyek peternakan sapi perah di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah.
Peternakan seluas 710 hektare itu dirancang memiliki kapasitas kandang hingga 30.000 ekor sapi. Kapasitas tersebut jauh lebih besar dibandingkan peternakan sapi perah Grup Djarum di Subang yang dikelola PT Global Dairi Alami dengan kapasitas 6.000 ekor sapi.
Manajemen Savoria sebelumnya menyebut proyek peternakan di Brebes ditujukan untuk memperkuat kapasitas hulu produk susu MilkLife. Proyek ini juga dikaitkan dengan dukungan terhadap program percepatan produksi susu dan daging nasional.
Bango Jadi Aset Bernilai Unilever
Kecap Bango merupakan salah satu merek makanan paling dikenal di Indonesia. Merek ini telah hadir sejak 1928 dan kemudian diakuisisi Unilever Indonesia pada 2001.
Sebagai merek kecap otentik Indonesia, Bango memiliki posisi kuat di pasar. Pangsa pasarnya disebut mencapai sekitar 40 persen pada 2025.
Berdasarkan riset analis Bahana Sekuritas, Raja Abdalla dan Reinard Tanukusuma, valuasi Kecap Bango bersama Royco dalam bisnis Unilever Indonesia diperkirakan mencapai Rp19,16 triliun. Nilai tersebut setara sekitar 13 kali EV/EBITDA 2025.
Kecap Bango dan Royco juga disebut menyumbang 27 persen pendapatan Unilever Indonesia, atau setara sekitar Rp8,98 triliun. Margin EBITDA kedua merek tersebut berada di kisaran 16,4 persen.
Dengan posisi pasar yang kuat, Bango dapat menjadi aset strategis bagi Savoria apabila transaksi benar-benar terjadi. Merek ini berpeluang melengkapi portofolio Savoria di sektor makanan, sekaligus memperbesar eksposur Grup Djarum di pasar FMCG nasional.
Unilever Fokus Lepas Bisnis Makanan
Di sisi lain, rencana pelepasan Bango akan sejalan dengan arah restrukturisasi portofolio Unilever Indonesia. Perusahaan tersebut sebelumnya telah melepas bisnis es krim ke Magnum Ice Cream Indonesia pada akhir 2025 dan bisnis teh SariWangi pada kuartal I-2026.
Langkah tersebut merupakan bagian dari strategi Unilever global melalui Growth Action Plan. Unilever memilih lebih fokus pada segmen beauty, personal care, dan home care yang dinilai memiliki prospek pertumbuhan lebih tinggi.
Jika divestasi Bango terealisasi, pelepasan bisnis makanan dan minuman Unilever Indonesia akan semakin panjang. Hal ini sekaligus menunjukkan perubahan peta persaingan FMCG nasional, ketika grup usaha lokal mulai mengambil alih merek-merek legendaris yang selama ini berada di bawah perusahaan multinasional.
Bagi Grup Djarum, akuisisi merek mapan seperti Bango dapat mempercepat penguatan posisi di pasar makanan dan minuman. Savoria tidak perlu membangun merek dari nol, melainkan mengembangkan merek yang telah memiliki basis konsumen kuat, jaringan distribusi luas, dan rekam jejak panjang.
Namun, hingga kini belum ada pernyataan resmi mengenai nilai transaksi, skema akuisisi, maupun kepastian pelepasan Bango oleh Unilever Indonesia. Pasar masih menunggu konfirmasi dari kedua pihak terkait kabar tersebut.


Leave a reply
Your email address will not be published. Required fields are marked *