Bisnis

Transaksi di Bursa Efek Indonesia Semakin Rumit



single-image

INDOWORK.ID, JAKARTA: Saya tidak pernah mengambil keputusan investasi berdasar aktivitas broker tertentu. Sungguh mati, kode broker yang sudah bertahun tahun saya nikmati pelayanannya saja, hingga saat ini tidak saya ketahui kodenya.

Bahkan tidak juga menggunakan transaksi asing sebagai bahan pertimbangan. Tidak mengenal secuilpun identitas bandar. Sama sekali tidak tertarik untuk tahu.

Penghapusan kode broker, lalu menggantikannya dengan Indicative Equilibrium Price (IEP) dan Indicative Equilibrium Volume (IEV), menurut saya, cerminan kebiasaan berpikir rumit sehingga tak jelas manfaatnya, kecuali pameran kerumitan berpikir itu sendiri.

Bukankah IEP dan IEV memiliki fungsi yang sama dengan kode dan aktivitas broker? Tapi dengan konten informasi yang selain lebih terbatas, juga lebih sulit dicerna?

SEDIAKAN INFO LENGKAP

Salah satu tugas utama sebuah bursa efek, menurut pemahaman saya yang sederhana, adalah menyediakan selengkap mungkin info yang penting dan relevan, kepada publik investor, dan berusaha menjaga agar semua investor memiliki akses yang sama terhadap informasi tersebut

Menyembunyikan informasi tidak akan mengubah fenomena herding behavior. Bukan cara edukasi yang efektif!! Tidak akan memperbaiki kebiasaan sebagian pemodal untuk mengambil keputusan investasi dengan cara mengikuti influencers. Bahkan akan menempatkan peran influencers, – yang sejatinya dibiarkan subur oleh OJK dan BEI – semakin penting bagi para pemburu cuan instan itu

Saya jujur tidak pernah merasa nyaman dengan argumen yang selalu terlontar: Di luar negeri begini begitu. Di luar negeri juga tidak ada kode broker. Tidak perlu mengukur keberhasilan kita dengan kepintaran kita meniru model yang belum tentu cocok untuk kita.

JOKE MODE ON

Hasan Zein Mahmud
Hasan Zein Mahmud

Di Eropa musim dingin, orang keluar ruangan pakai baju karung. Musim panas ke pantai, telanjang bulat. Haruskah kita tiru?

Di luar negeri tidak ada bandar. Yang ada adalah market makers. Yang disebut belakangan itu, adalah profesi berizin, beretika dan terhormat.

Identitas mereka jelas terang benderang. Kuotasi bid dan offer yang mereka berikan memang ditujukan sebagai informasi publik, bahkan membantu kelancaran transaksi investor. Meningktakan likuiditas. Memudahkan invetor keluar masuk pasar dengan harga yang wajar dan dengan proses yang sepenuhnya transparan.

Lihatlah kekeliruan konsepsi yang berkarat di lingkungan masyarakat investor Indonesia. Mereka menganggap bandar sebagai market makers. Menganggap bahwa bursa tidak akan berputar tanpa kehadiran bandar. Layaknya kasino tak lancar tanpa bandar?

Mulai hari ini 6 Dessember 2021 transaksi di BEI semakin rumit, dan kian absurd, dengan fitur-fitur canggih. Pengetahuan saya terlalu terbatas untuk memahami hal hal yang ultra-sophisticated itu.

Celoteh ini cuma mengulangi sebelumnya, tentang penghapusan kode broker.

Ditulis oleh Hasan Zein Mahmud,  Editor Khusus Indowork.id

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published.

Berita Lainnya