Otoritas Jasa Keuangan menyebut pasar modal Indonesia mulai menunjukkan pemulihan pada awal triwulan III-2026 setelah mengalami tekanan tajam sepanjang triwulan II. IHSG menguat pada Juli, sementara penghimpunan dana korporasi di pasar modal mencapai Rp113,13 triliun secara year to date.
INDOWORK.ID, JAKARTA: Pasar modal Indonesia mulai menunjukkan sinyal pemulihan pada awal triwulan III-2026 setelah melewati fase konsolidasi pada triwulan sebelumnya.
Ketua Dewan Komisioner OJK menyampaikan, IHSG ditutup di level 5.643,19 pada akhir triwulan II-2026 atau terkoreksi 19,93 persen secara kuartalan. Koreksi tersebut terjadi seiring tingginya ketidakpastian global dan penyesuaian portofolio investor.
Namun, memasuki Juli 2026, indeks mulai membaik. Per 31 Juli 2026, IHSG ditutup di level 6.200,13 atau menguat 10,51 persen secara bulanan.
Minat Fundraising Masih Terjaga
OJK juga mencatat kinerja penghimpunan dana korporasi domestik di pasar modal tetap terjaga. Per 2026, nilai penghimpunan dana mencapai Rp113,13 triliun secara year to date.
Sebagian besar penghimpunan dana tersebut berasal dari penerbitan efek bersifat utang dan sukuk yang mencapai Rp98,27 triliun.
Dalam sesi tanya jawab, OJK menyebut angka fundraising di atas Rp113 triliun menjadi kabar baik di tengah dinamika pasar. OJK juga melihat masih ada IPO dan sejumlah aksi korporasi lain dalam pipeline, yang mencerminkan kepercayaan terhadap pasar modal Indonesia.
Investor Pasar Modal Bertambah
OJK juga menyoroti peningkatan jumlah investor pasar modal. Dalam konferensi pers, OJK menyebut jumlah single investor identification atau SID pasar modal hampir mencapai 30 juta, naik signifikan dibandingkan tahun sebelumnya yang sekitar 20 juta.
Selain itu, nilai aktiva bersih atau NAB reksa dana juga menunjukkan tren positif. Pada akhir triwulan II-2026, NAB reksa dana mencapai Rp652,9 triliun. Memasuki Juli, NAB reksa dana tercatat Rp663,26 triliun atau tumbuh 1,59 persen secara kuartalan.
OJK menyatakan agenda reformasi integritas pasar modal terus dilanjutkan. Beberapa agenda yang disampaikan sejak awal tahun disebut telah mulai dijalankan, termasuk peningkatan free float secara bertahap dan keterbukaan investor di atas 1 persen.
Pemulihan IHSG, fundraising yang tetap berjalan, peningkatan investor, dan penguatan integritas pasar menjadi kombinasi penting bagi pasar modal Indonesia. Namun, volatilitas global tetap menjadi faktor risiko yang perlu diwaspadai investor dalam beberapa bulan mendatang.


Leave a reply
Your email address will not be published. Required fields are marked *