Energi

PSEL Legok Nangka Dimulai, Sampah Bandung Raya Diolah Jadi Listrik

Pembangunan proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik atau PSEL Legok Nangka resmi dimulai di Jawa Barat. Proyek ini dirancang mengolah hingga 2.131 ton sampah per hari dan menghasilkan listrik berkapasitas 40,79 megawatt.

INDOWORK.ID, BANDUNG — Pemerintah memulai pembangunan PSEL Legok Nangka sebagai solusi jangka panjang pengelolaan sampah di kawasan Bandung Raya. Proyek ini menjadi tonggak penting dalam upaya mengubah sampah perkotaan menjadi sumber energi baru terbarukan.

PSEL Legok Nangka berlokasi di Tempat Pengolahan dan Pemrosesan Akhir Sampah atau TPPAS Legok Nangka, Jawa Barat. Proyek ini masuk dalam Proyek Strategis Nasional dan tercantum dalam RUPTL 2025–2034.

Berdasarkan briefing sheet Kementerian ESDM, PSEL Legok Nangka memiliki kapasitas bersih 40,79 megawatt dengan kapasitas terpasang 48,8 megawatt. Fasilitas ini akan mengolah 2.131 ton sampah per hari dengan nilai investasi sekitar 400 juta dollar AS.

Dalam sambutannya, Wakil Menteri ESDM Yuliot menyebut pembangunan PSEL Legok Nangka menjadi bagian dari penyelesaian persoalan sampah perkotaan secara menyeluruh. Proyek ini juga sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk menjadikan sampah sebagai sumber energi.

Target Beroperasi pada 2029

Proyek PSEL Legok Nangka ditargetkan mencapai financial close pada akhir 2026. Masa konstruksi diperkirakan berlangsung sekitar 41 bulan dan commercial operation date atau COD diharapkan dapat terlaksana pada 2029.

Selama masa konstruksi, proyek ini diperkirakan menyerap sekitar 1.565 tenaga kerja. Selain itu, PSEL Legok Nangka diproyeksikan mampu mengurangi emisi gas rumah kaca sebesar 311.874 ton CO2 ekuivalen.

Wamen ESDM berharap pembangunan proyek ini dapat dipercepat sehingga manfaatnya bisa dirasakan lebih awal. Untuk itu, dukungan pemerintah pusat, pemerintah daerah, PLN, pengembang, lembaga pembiayaan, dan masyarakat dinilai sangat penting.

PSEL Legok Nangka tidak hanya diposisikan sebagai proyek pembangkit listrik. Proyek ini juga menjadi bagian dari transformasi pengelolaan sampah nasional, terutama karena sampah yang selama ini menjadi beban lingkungan dapat diubah menjadi energi dan nilai ekonomi.

Mengatasi Krisis Sampah Perkotaan

Pemerintah menilai pengelolaan sampah masih menjadi tantangan besar. Pada 2025, timbulan sampah nasional mencapai 56,6 juta ton. Dari jumlah itu, sekitar 35,7 persen atau setara 20,2 juta ton belum terkelola.

Sampah yang tidak terkelola kerap dibakar secara terbuka, dibuang ke sungai, atau menumpuk menjadi timbunan liar. Di sisi lain, banyak tempat pemrosesan akhir di kota besar masih mengandalkan sistem open dumping dan mengalami kelebihan kapasitas.

Dengan kapasitas pengolahan lebih dari 2.000 ton per hari, PSEL Legok Nangka diharapkan menjadi salah satu model penyelesaian sampah perkotaan. Proyek ini juga diharapkan dapat direplikasi di daerah lain yang menghadapi persoalan serupa.



Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *