Headline Manufaktur

Dedi Mulyadi Siapkan Solusi Jangka Pendek Sampah Bandung Raya

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyebut PSEL Legok Nangka menjadi solusi jangka panjang bagi persoalan sampah Bandung Raya. Namun, ia menegaskan pemerintah daerah tetap harus menyiapkan solusi jangka pendek agar penumpukan sampah di Sarimukti tidak kembali menjadi masalah.

INDOWORK.ID, BANDUNG: Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menilai pembangunan PSEL Legok Nangka menjadi momentum penting untuk membenahi pengelolaan sampah di Bandung Raya.

Menurut Dedi, persoalan sampah di Bandung dan daerah sekitarnya sudah berulang. Ia mengingat kembali pengalaman ketika Bandung mengalami darurat sampah dan tempat pembuangan harus digeser ke sejumlah lokasi sementara.

Dedi menyebut Sarimukti saat ini masih menjadi salah satu titik penting penanganan sampah. Namun, daya tampung lokasi tersebut semakin terbatas sehingga pemerintah daerah harus menyiapkan langkah jangka pendek sebelum PSEL Legok Nangka beroperasi penuh pada 2029.

Dorong Pengolahan Sampah di Kelurahan

Untuk jangka pendek, Dedi mendorong penerapan teknologi sederhana pengolahan sampah di tingkat kelurahan. Salah satu konsep yang disebut adalah pengolahan sampah menjadi briket.

Menurut Dedi, Pemerintah Provinsi Jawa Barat telah memberi contoh di lingkungan Gedung Sate, di mana sampah dapat diolah menjadi briket sehingga tidak lagi menimbulkan persoalan harian.

Ia berharap pola tersebut dapat diperluas ke kelurahan-kelurahan agar beban pengiriman sampah ke tempat pemrosesan akhir berkurang. Dengan demikian, PSEL Legok Nangka menjadi solusi jangka panjang, sementara pengolahan di tingkat lokal menjadi penyangga dalam masa transisi.

Dedi juga menekankan pentingnya pengelolaan ruang dan lingkungan di sekitar kawasan Legok Nangka. Ia meminta bangunan liar dan aktivitas yang berpotensi membahayakan infrastruktur sekitar proyek ditertibkan.

Proyek Harus Bebas Premanisme

Dalam sambutannya, Dedi juga menegaskan proyek Legok Nangka harus dijaga dari praktik premanisme. Ia meminta aparat keamanan memastikan tidak ada kelompok yang memalak kendaraan proyek, meminta jatah material, atau mengganggu pelaksanaan pekerjaan.

Dedi menyatakan pembangunan harus berjalan tertib agar proyek dapat memberi manfaat luas. Menurut dia, orang yang ingin mendapatkan penghasilan harus bekerja, bukan mengambil keuntungan dari intimidasi atau tekanan terhadap proyek.

Selain menyelesaikan persoalan sampah, PSEL Legok Nangka juga dipandang memberi manfaat ekonomi. Proyek ini akan menyediakan energi listrik, menciptakan lapangan kerja, dan mendukung kebutuhan energi bagi kegiatan industri.

Dedi menilai energi memiliki kaitan erat dengan investasi. Ia menyebut salah satu persoalan investasi di Jawa Barat adalah biaya penyediaan jaringan listrik yang masih harus ditanggung investor. Karena itu, penguatan infrastruktur energi menjadi bagian penting untuk menarik lebih banyak investasi ke Jawa Barat.

Dengan PSEL Legok Nangka, Jawa Barat tidak hanya berupaya menyelesaikan sampah, tetapi juga membangun ekosistem baru yang menghubungkan kebersihan lingkungan, pasokan energi, penciptaan kerja, dan daya tarik investasi.

 



Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *