Headline Humaniora

SKANDAL! Dapur MBG Jagakarsa 008 Bakar Sampah, Ancam Kesehatan Ribuan Anak

INDOWORK.ID, JAKARTA: SKANDAL! Dapur Makan Bergizi Gratis di Jagakarsa Bakar Sampah, Ancam Kesehatan Ribuan Anak. Program Triliunan Rupiah Dikelola Ambura­dul. BGN Harus Bertanggung Jawab!

Slogan “Makan Bergizi Gratis” berubah menjadi lelucon pahit. Sebuah dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) milik Badan Gizi Nasional (BGN) di Jalan Haji Sibi No. 2, Kampung Sawah, Srengseng Sawah, Jagakarsa, Jakarta Selatan tertangkap kamera melakukan praktik yang membahayakan: membakar sampah di halaman tempat produksi makanan.

Padahal di teras gedung yang sama, ratusan kotak makan stainless ditumpuk terbuka, siap didistribusikan ke sekolah-sekolah. Di dindingnya terpampang spanduk besar BGN dan foto pejabat negara.

Ini bukan kelalaian. Ini pembiaran.

Ancam Kesehatan Anak

Lihat fotonya. Rumput kering, tanah gersang, sampah plastik, dan bekas bakaran hitam. Asap dari pembakaran sampah mengandung dioksin, furan, dan partikel PM2.5.

Pertanyaannya: Mau dikasih makan apa anak-anak kita?
Makanan bergizi yang sudah terkontaminasi racun sejak dari dapurnya? “Ini kejahatan. Titik. Anda tidak bisa bicara gizi sambil meracuni lewat udara,” kata seorang pakar kesehatan lingkungan yang kami hubungi.

Permalukan Program Negara

Negara menggelontorkan anggaran triliunan untuk MBG. Tujuannya mulia: cegah stunting, tingkatkan gizi.
Tapi lihatlah wajah SPPG di Jagakarsa. Tanpa pagar, tanpa standar, tanpa rasa malu. Karung beras dan sayur ditaruh begitu saja di lantai kotor. Motor parkir sembarangan. Sampah dibakar di depan dapur.
Ini bukan SPPG. Ini dapur umum abal-abal yang menumpang nama negara.

Mana Pengawasan BGN?

Di mana fungsi kontrol Badan Gizi Nasional?
Apakah SOP sanitasi hanya jadi pajangan di Jakarta? Apakah petugas hanya datang saat foto dan seremonial saja?

BGN tidak bisa cuci tangan. Setiap SPPG adalah tanggung jawab BGN. Jika 1 titik di Jakarta Selatan saja sudah seperti ini, bagaimana dengan 3.000 titik lain di seluruh Indonesia?

Kami Tuntut:

Tutup sementara SPPG Haji Sibi No. 2 untuk audit menyeluruh oleh Kemenkes dan BPN.

Evaluasi semua pengelola SPPG di Jakarta. Pecat yang tidak kompeten.Permintaan maaf terbuka dari BGN kepada orang tua murid di Jagakarsa.

Program MBG tidak boleh gagal karena kebodohan di lapangan.
Jangan sampai sejarah mencatat: negara bangkrut bukan karena korupsi, tapi karena gagal mengelola dapur sendiri.

Cukup sudah anak-anak kita jadi kelinci percobaan. 
Mau gizi? Bersihkan dulu dapurnya!

Jakarta, 3 Agustus 2026



Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *