IDX
IHSG 7,245 ▲ +18.40 (+0.25%)BBCA 10,250 ▲ +75.00 (+0.74%)BBRI 4,580 ▼ 20.00 (-0.43%)BMRI 5,725 ▲ +25.00 (+0.44%)TLKM 2,780 ▼ 10.00 (-0.36%)ASII 4,850 ▲ +15.00 (+0.31%)UNVR 2,320 ▼ 30.00 (-1.28%)GOTO 58.00 ▲ +1.00 (+1.75%)ADRO 2,410 ▲ +40.00 (+1.69%)BBNI 4,620 ▼ 15.00 (-0.32%)IHSG 7,245 ▲ +18.40 (+0.25%)BBCA 10,250 ▲ +75.00 (+0.74%)BBRI 4,580 ▼ 20.00 (-0.43%)BMRI 5,725 ▲ +25.00 (+0.44%)TLKM 2,780 ▼ 10.00 (-0.36%)ASII 4,850 ▲ +15.00 (+0.31%)UNVR 2,320 ▼ 30.00 (-1.28%)GOTO 58.00 ▲ +1.00 (+1.75%)ADRO 2,410 ▲ +40.00 (+1.69%)BBNI 4,620 ▼ 15.00 (-0.32%)
Headline Humaniora

Di Balik Ompreng MBG, Ada Asap dan Warga yang 10 Bulan Tidak Bisa Tidur

Oleh: Lahyanto Nadie

DAPUR NERAKA DI JAGAKARSA

INDOWORK.ID, JAKARTA: Pukul 02.17 WIB. Di saat sebagian besar warga Srengseng Sawah masih terlelap, dari Jalan Haji Sibi No. 2, Kampung Sawah, Jagakarsa, asap hitam pekat mulai mengepul. Bau plastik terbakar menyengat masuk ke celah-celah jendela rumah yang dindingnya hanya berjarak satu meter dari dapur itu.

Di dalam dapur itu, sebuah spanduk besar bertuliskan: SATUAN PELAYANAN PEMENUHAN GIZI – BADAN GIZI NASIONAL. Program Makan Bergizi Gratis.

Ironi yang sempurna.

Selama hampir 10 bulan, inilah neraka yang harus ditanggung warga. Bukan dari pabrik kimia. Tapi dari dapur negara yang katanya ingin menyehatkan anak-anak bangsa.

“Dini hari itu jam paling parah, bro. Asap masuk kamar anak saya. Kami sudah mengadu ke RT, RW, bahkan Lurah. Dicuekin. Foto dan video saya ada, tiap hari saya potret,” kata seorang warga yang rumahnya persis menempel dengan dapur SPPG Jagakarsa 008 kepada Indowork.id.

Warga ini bukan satu-satunya. Tapi dia yang paling menderita, karena dapur itu menempel di tembok rumahnya.

DAPUR ABAL-ABAL BERKEDOK NEGARA

Tim Indowork.id mendatangi lokasi. Apa yang kami temukan bukan SPPG berstandar nasional. Ini lebih mirip dapur hajatan yang gagal steril.

Fakta di lapangan:

Sampah dibakar di halaman produksi. Di foto dan video berdurasi 16 detik yang kami kantongi, terlihat jelas gundukan sampah, rumput kering, dan bekas bakaran hitam di tanah. Asapnya membumbung tepat di samping tumpukan ratusan ompreng stainless yang terbuka.

Tanpa standar sanitasi. Karung beras, sayur mayur, ditaruh langsung di lantai kotor. Motor parkir sembarangan di area masak. Tanpa pagar, tanpa zona steril.

Teror jam tidur. Operasional dimulai jam 2 pagi dengan dentuman wajan raksasa, teriakan pekerja, dan lalu-lalang mobil boks yang menutup akses jalan warga.

Asap pembakaran sampah terbuka bukan asap biasa. Menurut WHO, ia menghasilkan dioksin dan furan – racun kelas satu pemicu kanker, dan PM2.5 yang merusak paru-paru anak.

Jadi, gizi apa yang mau kita bicarakan? Anak-anak Jagakarsa disuapi nasi yang dimasak di sebelah tungku racun.

TRILIUNAN RUPIAH UNTUK APA?

Pemerintah menggelontorkan lebih dari Rp 71 triliun untuk program MBG tahun ini. Tujuan mulia: lawan stunting.

Tapi di Jagakarsa, uang triliunan itu menjelma menjadi karung-karung di lantai kotor dan asap pembakaran sampah.Ini bukan soal satu dapur nakal. Ini soal pembiaran sistemik.

Di mana Badan Gizi Nasional? Di mana SOP sanitasi yang mereka banggakan di konferensi pers di Jakarta? Apakah pengawas BGN hanya datang saat ada pejabat mau foto, lalu hilang?Jika pengelola di Srengseng Sawah saja berani membakar sampah di depan dapur, bisa dibayangkan arogansi pengelola di 3.000 titik lain yang jauh dari pantauan media.

BGN tidak bisa lagi berlindung di balik kata “oknum”. Setiap ompreng yang keluar dari Jalan Haji Sibi No. 2 adalah tanggung jawab BGN. Setiap anak yang batuk-batuk karena asap itu adalah dosa BGN.JANGAN JADIKAN ANAK KAMI KELINCI PERCOBAAN

Warga sudah terlalu sabar. 10 bulan mereka diam.

Kini mereka menuntut tiga hal, dan ini tidak bisa ditawar:

1. TUTUP dan SEGEL SPPG Jagakarsa 008 hari ini juga. Lakukan audit forensik oleh Kemenkes dan BPOM. Bukan audit formalitas.

2. PECAT pengelola dan cabut izinnya. Orang yang tega membakar sampah di dapur anak-anak tidak layak mengelola program negara.

3. BGN MINTA MAAF secara terbuka kepada orang tua murid di Jagakarsa. Jelaskan, mau dibawa ke mana program triliunan ini.

Program Makan Bergizi Gratis adalah pertaruhan masa depan. Ia tidak boleh mati karena keserakahan, kebodohan, dan kemalasan segelintir pengelola di lapangan.

Kalau dapur saja tidak bisa dijaga bersih, bagaimana mau menjaga gizi satu generasi?Bersihkan dulu dapurnya, baru bicara soal gizi. Sejak pagi, Sabtu, 3 Oktober 2026, Indowork.id sudah mengirimkan video tentang sampah yang menumpuk kepada Ketua Yayasan Jagakarsa 008 Firli Ibrahim, tapi hingga tulisan ini diturunkan, belum mendapatkan tanggapan.

Sebelumnya Indowork.id juga berupaya melakukan konfirmasi tapi memperoleh tanggapan.

‘

 



Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *