- 4 August 2026
- 7 min read
Laba meningkat seiring pertumbuhan pendapatan batu bara dan kontribusi entitas asosiasi. Namun, penerimaan pelanggan tertinggal dari pendapatan, piutang usaha melonjak, dan pembayaran pajak hampir dua kali lipat.
INDOWORK.ID, JAKARTA: PT Bumi Resources Tbk mencatat pertumbuhan laba yang kuat pada semester pertama 2026. Namun, kenaikan keuntungan tersebut belum diikuti kemampuan kegiatan operasional menghasilkan uang tunai.
Emiten pertambangan berkode saham BUMI itu membukukan laba bersih konsolidasian sebesar US$72,27 juta sepanjang Januari–Juni 2026. Angka tersebut naik 87,4 persen dibandingkan US$38,55 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk meningkat lebih tinggi, yakni 188,4 persen, dari US$20,41 juta menjadi US$58,85 juta. Laba per 1.000 saham dasar dan dilusian naik dari US$0,05 menjadi US$0,16.
Pendapatan BUMI tumbuh 27,9 persen menjadi US$866,75 juta, dibandingkan US$677,93 juta pada semester I-2025. Laporan keuangan untuk periode yang berakhir pada 30 Juni 2026 tersebut masih berstatus tidak diaudit.
Margin laba membaik
Pertumbuhan laba didukung oleh perbaikan kinerja operasional. Laba bruto meningkat 36,3 persen dari US$107,03 juta menjadi US$145,90 juta.
Margin laba bruto pun menguat dari sekitar 15,8 persen menjadi 16,8 persen. Artinya, dari setiap US$100 pendapatan, laba yang tersisa setelah dikurangi beban pokok meningkat dari sekitar US$15,80 menjadi US$16,80.
Beban usaha naik lebih rendah daripada pendapatan, yakni 21,4 persen menjadi US$62,78 juta. Kondisi ini membuat laba usaha tumbuh 50,3 persen menjadi US$83,13 juta.
Kinerja juga ditopang bagian laba bersih dari entitas asosiasi dan ventura bersama yang melonjak dari US$15,85 juta menjadi US$43,85 juta.
Namun, beban bunga dan keuangan meningkat 144,1 persen menjadi US$28,01 juta. Meski biaya pendanaan naik, laba sebelum pajak masih tumbuh lebih dari dua kali lipat menjadi US$104,32 juta.
Setelah dikurangi beban pajak dan bagi hasil, laba periode berjalan mencapai US$72,27 juta.
Operasi justru menggunakan kas
Di balik pertumbuhan laba tersebut, laporan arus kas menunjukkan kegiatan operasional BUMI menggunakan kas bersih sebesar US$64,84 juta.
Kondisinya memburuk dibandingkan semester I-2025, ketika arus kas operasi juga negatif, tetapi hanya US$8,85 juta. Dengan demikian, kas yang digunakan untuk kegiatan operasi bertambah sekitar US$55,99 juta.
Terdapat kesenjangan sekitar US$137,10 juta antara laba bersih US$72,27 juta dan arus kas operasi negatif US$64,84 juta.
Perbedaan tersebut tidak otomatis berarti laba BUMI tidak nyata. Laba dan arus kas dicatat dengan dasar yang berbeda. Pendapatan dapat diakui ketika penjualan terjadi, meskipun pembayarannya belum diterima. Sebaliknya, arus kas hanya mencatat uang yang benar-benar masuk dan keluar.
Namun, kesenjangan yang besar tetap menjadi catatan dalam menilai kualitas laba. Laba yang kuat idealnya pada akhirnya diikuti penerimaan kas dari pelanggan dan kegiatan usaha.
Penerimaan pelanggan tertinggal
BUMI membukukan penerimaan dari pelanggan sebesar US$716,89 juta, naik 11,5 persen dari US$642,74 juta pada semester I-2025.
Pertumbuhan penerimaan tersebut jauh lebih rendah daripada kenaikan pendapatan yang mencapai 27,9 persen. Pendapatan perusahaan tercatat US$866,75 juta, atau sekitar US$149,86 juta lebih besar daripada kas yang diterima dari pelanggan selama periode berjalan.
Kondisi tersebut berjalan bersamaan dengan melonjaknya piutang usaha pihak ketiga. Nilainya meningkat 144,9 persen hanya dalam enam bulan, dari US$103,44 juta pada akhir 2025 menjadi US$253,29 juta pada akhir Juni 2026.
Kenaikan piutang berarti semakin banyak penjualan yang telah dicatat sebagai pendapatan, tetapi kasnya belum diterima pada tanggal pelaporan.
Persediaan juga meningkat 60,4 persen, dari US$47,13 juta menjadi US$75,62 juta. Dana yang tertahan dalam piutang dan persediaan ikut menekan modal kerja serta konversi laba menjadi kas.
Pembayaran pajak hampir dua kali lipat
Arus kas operasi juga tertekan oleh meningkatnya sejumlah pembayaran.
Pembayaran pajak melonjak 97,9 persen menjadi US$156,89 juta, dibandingkan US$79,27 juta pada semester I-2025. Pembayaran kepada pemerintah meningkat dari US$138,89 juta menjadi US$153,08 juta.
BUMI juga membayar pemasok dan keperluan lainnya sebesar US$424,53 juta, naik dari US$399,21 juta. Pembayaran kepada karyawan meningkat 30,3 persen menjadi US$34,69 juta.
Sementara itu, pembayaran bunga dan beban keuangan bertambah 78,2 persen dari US$9,05 juta menjadi US$16,13 juta.
Secara gabungan, pembayaran pajak dan pembayaran kepada pemerintah mencapai sekitar US$309,97 juta. Jumlah tersebut setara sekitar 43,2 persen penerimaan kas dari pelanggan.
Setelah seluruh penerimaan dan pembayaran diperhitungkan, kegiatan operasi BUMI menggunakan kas bersih US$64,84 juta.
Laba asosiasi belum seluruhnya menjadi dividen tunai
Kesenjangan laba dan kas juga berkaitan dengan kontribusi entitas asosiasi serta ventura bersama.
BUMI mengakui bagian laba bersih dari entitas asosiasi dan ventura bersama sebesar US$43,85 juta. Nilainya setara sekitar 60,7 persen laba bersih konsolidasian semester pertama.
Bagian laba tersebut dicatat berdasarkan porsi kepemilikan BUMI terhadap laba perusahaan investee. Pencatatan laba metode ekuitas tidak selalu diikuti penerimaan dividen tunai dalam periode yang sama.
Laporan arus kas menunjukkan penerimaan dividen tunai BUMI hanya US$9,28 juta selama semester pertama. Dengan demikian, sebagian besar laba dari entitas asosiasi dan ventura bersama belum tercermin sebagai penerimaan dividen pada periode tersebut.
Perbedaan waktu tersebut merupakan praktik akuntansi yang lazim. Namun, investor tetap perlu mencermati kapan laba dari perusahaan asosiasi benar-benar diterima sebagai kas.
Berbalik dari arus kas positif 2025
Arus kas negatif pada semester pertama berbalik dari kinerja setahun penuh 2025.
Dalam laporan tahunan, BUMI mencatat arus kas bersih dari aktivitas operasi sebesar US$58,63 juta sepanjang 2025. Angka itu membaik dibandingkan arus kas operasi negatif US$5,11 juta pada 2024.
Laba bersih BUMI pada 2025 mencapai US$122,30 juta, naik 35,7 persen dari US$90,13 juta. Manajemen menyebut peningkatan tersebut ditopang pengelolaan operasi yang efektif dan pengendalian biaya.
Dengan arus kas operasi negatif US$64,84 juta pada semester I-2026, kas yang digunakan selama enam bulan pertama tahun ini sudah lebih besar daripada seluruh kas operasi yang dihasilkan sepanjang 2025.
Pemulihan arus kas pada semester kedua akan bergantung pada penagihan piutang, penerimaan pembayaran pelanggan, perkembangan pembayaran pajak dan kewajiban kepada pemerintah, serta kemampuan perusahaan menjaga pengeluaran operasi.
Kas naik berkat pendanaan
Meski kegiatan operasi dan investasi sama-sama menggunakan kas, kas dan setara kas BUMI tetap meningkat 51,5 persen menjadi US$179,69 juta.
Kenaikan tersebut terutama berasal dari aktivitas pendanaan. Sepanjang semester pertama, BUMI memperoleh arus kas pendanaan bersih US$226,14 juta.
Perseroan menerima pinjaman sebesar US$194,66 juta dan dana dari penerbitan obligasi US$138,76 juta. Pada saat bersamaan, BUMI membayar pinjaman US$14,55 juta, utang lain-lain US$79,96 juta, dan liabilitas sewa US$10,64 juta.
Arus kas pendanaan itu digunakan untuk menutup arus kas operasi negatif US$64,84 juta dan arus kas investasi negatif US$95,93 juta.
Dengan demikian, kenaikan saldo kas belum berasal dari surplus kegiatan utama perusahaan, melainkan terutama dari tambahan pinjaman dan obligasi.
Beban pendanaan meningkat
Penambahan pendanaan tersebut terlihat pada neraca. Total pinjaman jangka panjang, termasuk bagian yang jatuh tempo dalam satu tahun, naik dari US$202,73 juta menjadi US$382,84 juta.
Utang obligasi juga meningkat dari US$108,97 juta menjadi US$237,61 juta. Gabungan pinjaman dan obligasi mencapai sekitar US$620,45 juta, hampir dua kali lipat dibandingkan US$311,69 juta pada akhir 2025.
Kenaikan utang mulai tercermin pada biaya keuangan. Beban bunga dan keuangan dalam laporan laba rugi melonjak dari US$11,48 juta menjadi US$28,01 juta.
Struktur permodalan BUMI masih ditopang ekuitas bersih sebesar US$2,95 miliar. Namun, total liabilitas meningkat 23,4 persen menjadi US$1,64 miliar, sedangkan ekuitas hanya tumbuh 2,2 persen.
Karena itu, tantangan BUMI bukan hanya mempertahankan pertumbuhan laba, tetapi juga memastikan tambahan pinjaman dan obligasi menghasilkan arus kas yang cukup untuk menutup bunga serta kewajiban pembayaran pada periode mendatang.
Kualitas laba perlu dipantau
Secara operasional, kinerja semester pertama menunjukkan perbaikan. Pendapatan, laba bruto, laba usaha, dan laba bersih seluruhnya meningkat.
Namun, kualitas pertumbuhan tersebut masih perlu dipantau karena laba belum berubah menjadi arus kas operasi. Piutang meningkat lebih dari dua kali lipat, penerimaan pelanggan tumbuh lebih lambat daripada pendapatan, dan pembayaran pajak melonjak.
Kondisi itu belum serta-merta menunjukkan masalah penagihan atau manipulasi laba. Laporan mencatat sebagian besar piutang masih dalam kategori lancar. Akan tetapi, keberhasilan menagih piutang pada semester kedua menjadi penting untuk membuktikan bahwa kenaikan laba benar-benar dapat dikonversi menjadi kas.
Penjelasan manajemen juga diperlukan mengenai jadwal penerimaan piutang, penyebab lonjakan pembayaran pajak, serta target pemulihan arus kas operasi hingga akhir 2026.


Leave a reply
Your email address will not be published. Required fields are marked *