IDX
Sumber: Yahoo Finance · data dapat tertunda
IHSG 5,388 ▲ +203 (+1.12%)BBCA 5,175 ▲ +0.00 (+-1.90%)BBRI 2,900 ▲ +260 (+3.20%)BMRI 3,850 ▲ +460 (+4.05%)TLKM 2,200 ▲ +300 (+3.77%)ASII 4,450 ▲ +260 (+-2.41%)UNVR 1,415 ▲ +25.00 (+3.29%)GOTO 25.00 ▲ +0.00 (+-3.85%)ADRO 2,440 ▲ +230 (+1.67%)BBNI 3,410 ▲ +440 (+4.92%)IHSG 5,388 ▲ +203 (+1.12%)BBCA 5,175 ▲ +0.00 (+-1.90%)BBRI 2,900 ▲ +260 (+3.20%)BMRI 3,850 ▲ +460 (+4.05%)TLKM 2,200 ▲ +300 (+3.77%)ASII 4,450 ▲ +260 (+-2.41%)UNVR 1,415 ▲ +25.00 (+3.29%)GOTO 25.00 ▲ +0.00 (+-3.85%)ADRO 2,440 ▲ +230 (+1.67%)BBNI 3,410 ▲ +440 (+4.92%)
HEADLINE

Prajogo Pangestu Siapkan Buyback Rp3,5 Triliun, Empat Emiten Barito Bergerak Serentak

INDOWORK.ID, JAKARTA — Empat emiten yang terafiliasi dengan konglomerat Prajogo Pangestu menyiapkan dana maksimal Rp3,5 triliun untuk pembelian kembali saham atau buyback. Aksi tersebut dilakukan di tengah volatilitas pasar setelah IHSG mengalami koreksi tajam akibat sentimen MSCI.

Keempat perusahaan adalah PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN), PT Barito Pacific Tbk (BRPT), PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN), dan PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA). Rencana pembelian kembali diumumkan melalui keterbukaan informasi pada Senin, 19 Oktober 2026.

BREN, BRPT, dan TPIA masing-masing menyiapkan dana maksimal Rp1 triliun. Sementara itu, CUAN mengalokasikan anggaran hingga Rp500 miliar.

Seluruh perusahaan merencanakan penggunaan dana internal untuk melaksanakan pembelian saham. Manajemen masing-masing emiten menyatakan program tersebut tetap mempertimbangkan kebutuhan operasional dan kondisi keuangan.

Dalam keterbukaan informasinya, BRPT menyatakan pembelian kembali akan dilakukan pada harga yang dinilai baik dan wajar. Manajemen juga menegaskan pelaksanaan transaksi tetap mengikuti peraturan pasar modal yang berlaku.

Program buyback BRPT dijadwalkan berlangsung mulai 19 Oktober hingga 31 Desember 2026. Periode serupa juga diumumkan untuk BREN dan CUAN.

TPIA turut menyiapkan pembelian kembali dengan anggaran maksimal Rp1 triliun. Perusahaan merencanakan pembelian hingga 800 juta saham atau sekitar 0,92% dari modal ditempatkan.

General Manager of Legal & Corporate Secretary TPIA Erri Dewi Riani menyatakan program tersebut bertujuan meningkatkan nilai bagi pemegang saham. Manajemen juga ingin menjaga kepercayaan investor terhadap prospek jangka panjang perusahaan.

TPIA menetapkan kisaran harga pembelian kembali Rp1.250 hingga Rp3.000 per saham. Perseroan menunjuk PT Henan Putihrai Sekuritas untuk melaksanakan transaksi sesuai ketentuan Bursa.

Pada perdagangan Selasa, 20 Oktober, saham TPIA menguat 13,33% menjadi Rp1.275. Penguatan terjadi bersamaan dengan kenaikan IHSG sebesar 5,65%.

Namun, kenaikan harga TPIA tidak dapat seluruhnya dikaitkan dengan pengumuman buyback. Pemulihan pasar secara luas juga memengaruhi pergerakan saham pada hari tersebut.

Pembelian kembali dapat meningkatkan permintaan saham apabila perusahaan benar-benar melaksanakan transaksi. Saham yang dibeli juga dapat menjadi saham treasuri sesuai ketentuan yang berlaku.

Meski demikian, alokasi Rp3,5 triliun merupakan batas maksimal program, bukan dana yang seluruhnya sudah digunakan. Realisasi pembelian bergantung pada harga pasar, likuiditas, dan keputusan masing-masing perusahaan.

Investor perlu mencermati laporan pelaksanaan buyback untuk mengetahui jumlah saham yang diperoleh dan dana yang telah dibelanjakan. Transparansi tersebut penting untuk mengukur dampak aksi korporasi terhadap struktur modal dan nilai pemegang saham.



Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *