IDX
Sumber: Yahoo Finance · data dapat tertunda
IHSG 5,419 ▲ +234 (+1.70%)BBCA 5,250 ▲ +75.00 (+-0.47%)BBRI 2,840 ▲ +200 (+1.07%)BMRI 3,790 ▲ +400 (+2.43%)TLKM 2,160 ▲ +260 (+1.89%)ASII 4,570 ▲ +380 (+0.22%)UNVR 1,440 ▲ +50.00 (+5.11%)GOTO 26.00 ▲ +1.00 (+0.00%)ADRO 2,440 ▲ +230 (+1.67%)BBNI 3,320 ▲ +350 (+2.15%)IHSG 5,419 ▲ +234 (+1.70%)BBCA 5,250 ▲ +75.00 (+-0.47%)BBRI 2,840 ▲ +200 (+1.07%)BMRI 3,790 ▲ +400 (+2.43%)TLKM 2,160 ▲ +260 (+1.89%)ASII 4,570 ▲ +380 (+0.22%)UNVR 1,440 ▲ +50.00 (+5.11%)GOTO 26.00 ▲ +1.00 (+0.00%)ADRO 2,440 ▲ +230 (+1.67%)BBNI 3,320 ▲ +350 (+2.15%)
HEADLINE Humaniora

Ditpolairud Polda DIY Gandeng Basarnas, Wujudkan Pola Terintegrasi Berkelanjutan

YOGYAKARTA, INDOWORK.ID: Upaya penyelamatan dan pertolongan jiwa di sepanjang pesisir Pantai Selatan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) memasuki babak baru. Direktorat Kepolisian Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda DIY bersama Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) DIY resmi menjalin Perjanjian Kerja Sama (PKS) untuk penyelamatan dan pertolongan di pesisir Pantai Selatan DIY.

Perjanjian tersebut ditandatangani dalam kegiatan yang dilaksanakan di Kantor Basarnas DIY, Jalan Raya Jogja-Wates, pada Rabu, 14 Oktober 2026. Kegiatan ini menjadi tonggak penting sinergitas antar instansi dalam mengedepankan tugas kemanusiaan di salah satu kawasan wisata paling vital sekaligus paling rawan di DIY.

Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Basarnas DIY, Rio Banupanitis, SE, MA, dan Kepala Bagian Pembinaan Operasional (Kabagbinops) Ditpolairud Polda DIY, AKBP Bayu Herlambang, SH, MAP, yang dalam kesempatan tersebut mewakili Direktur Polairud Polda DIY, Kombes Pol Som Pardede, S.I.K.

AKBP Bayu Herlambang, yang juga dikenal aktif sebagai Polisi Masjid AF, menegaskan bahwa kerja sama ini bukan sekadar seremonial, melainkan wujud nyata dari pola tindak terintegrasi dan berkelanjutan.

“Perjanjian Kerja Sama Ditpolairud Polda DIY bersama Basarnas DIY ini dalam rangka penyelamatan dan pertolongan di pesisir Pantai Selatan DIY. Kita ingin ada pola tindak terintegrasi dan berkelanjutan dalam melaksanakan tugas kemanusiaan,” ujar AKBP Bayu Herlambang.

Pantai Selatan DIY yang membentang sepanjang 134 kilometer dari Kulon Progo hingga Gunungkidul memang dikenal memiliki karakteristik ombak besar, arus rip current yang kuat, serta tebing-tebing curam. Di sisi lain, kawasan ini merupakan magnet utama pariwisata DIY, dengan destinasi unggulan seperti Parangtritis, Parangkusumo, Glagah, hingga pantai-pantai di Gunungkidul seperti Indrayanti dan Timang.

Tingginya aktivitas wisatawan berbanding lurus dengan potensi kejadian orang tenggelam, perahu nelayan terbalik, maupun kecelakaan laut lainnya. Selama ini, penanganan seringkali dilakukan secara parsial oleh masing-masing instansi. Melalui PKS ini, penanganan akan dilakukan secara terpadu, mulai dari sistem peringatan dini, patroli bersama, hingga operasi SAR gabungan.

Menurut Rio Banupanitis, sinergitas terintegrasi berkelanjutan bersama stakeholder menjadi kunci utama. Basarnas tidak bisa bekerja sendiri.

“Kunci keselamatan di pantai selatan adalah kecepatan informasi dan kecepatan respons. Dengan Ditpolairud yang memiliki kapal patroli dan kemampuan water rescue, serta Basarnas dengan peralatan SAR canggih, waktu tanggap bisa dipangkas,” kata Rio.

SINERGITAS TERINTEGRASI

Adapun stakeholder yang terlibat dalam sinergitas terintegrasi berkelanjutan ini meliputi:

1. Basarnas DIY sebagai leading sector dalam operasi pencarian dan pertolongan, dengan dukungan personel rescuer dan peralatan SAR darat maupun laut.

2. Ditpolairud Polda DIY yang memiliki armada kapal patroli, personel penyelam, dan kemampuan penegakan hukum serta patroli keamanan perairan.

3. SAR Satlinmas Pol PP DIY yang berada di Korwil sepanjang 134 Km bibir pantai DIY. Mereka adalah garda terdepan yang setiap hari bersiaga di menara-menara jaga pantai. Mereka yang paling pertama melihat dan paling pertama menolong.

4. BPBD Kabupaten Bantul sebagai unsur penanggulangan bencana daerah yang memiliki jaringan relawan dan logistik kebencanaan.

5. Dinas Pariwisata Kabupaten Bantul sebagai pengelola kawasan wisata yang berperan dalam edukasi dan sosialisasi keselamatan kepada wisatawan.

Sinergi kelima unsur ini akan diwujudkan dalam beberapa program konkret.

Pertama, penyamaan frekuensi komunikasi dan pembentukan grup komando terpadu, sehingga jika ada laporan orang tenggelam di Parangtritis, semua unsur langsung bergerak dalam satu komando tanpa menunggu birokrasi.

Kedua, patroli gabungan terintegrasi pada hari-hari rawan seperti akhir pekan dan musim libur panjang, di mana personel Polairud, Basarnas, dan Satlinmas akan berpatroli bersama di atas kapal maupun di darat.

Ketiga, pelatihan bersama secara berkelanjutan. Personel Satlinmas yang jumlahnya terbatas akan diberikan peningkatan kapasitas water rescue dan medical first responder oleh Basarnas dan Polairud. Sebaliknya, personel Polairud dan Basarnas akan mendapatkan pembekalan tentang karakter ombak dan titik-titik berbahaya di sepanjang 134 km pantai dari pengalaman Satlinmas.

Keempat, pemasangan rambu dan sistem peringatan dini yang terstandardisasi di seluruh pantai selatan, sehingga wisatawan mendapatkan informasi yang sama di mana pun mereka berada.

AKBP Bayu Herlambang menambahkan, pendekatan kemanusiaan menjadi ruh dari kerja sama ini. Sebagai anggota Polri yang mengemban tugas Polairud, ia melihat tugas penyelamatan bukan hanya tugas teknis, tetapi ibadah.

“Kita ini bekerja untuk kemanusiaan. Satu nyawa yang terselamatkan di pantai itu sama dengan menyelamatkan satu keluarga. Itu yang ingin kita bangun, pola tindak yang bukan hanya terintegrasi secara sistem, tapi juga terintegrasi secara hati,” tegas Bayu.

Pihaknya berharap, dengan adanya PKS ini, angka kecelakaan laut di Pantai Selatan DIY dapat ditekan secara signifikan. Wisatawan pun dapat merasa lebih aman dan nyaman saat menikmati keindahan pantai selatan.

Ke depan, model kerja sama terintegrasi berkelanjutan ini diharapkan bisa menjadi percontohan nasional bagi wilayah pesisir lain di Indonesia yang memiliki karakteristik serupa, yakni tingginya potensi wisata bahari namun juga tingginya risiko kecelakaan laut.

Dengan ditandatanganinya perjanjian kerja sama ini, Ditpolairud Polda DIY dan Basarnas DIY menunjukkan komitmen bahwa keselamatan wisatawan dan nelayan adalah prioritas utama yang harus dijaga bersama-sama, lintas instansi, tanpa sekat.



Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *