- 6 June 2026
- 1 min read
INDOWORK.ID, JAKARTA: Saya kutip beberapa statistik di pasar keuangan mutakhir. Sampai hari ini (05 Juni 2026) sejak awal tahun. Nilai rupiah terhadap USD sudah tergerus hampir 8%, IHSG sudah turun 35,30% dan, outflows dari saham lebih dari Rp 61 triliun.
Fakta itu menempatkan Indonesia menjadi pasar keuangan terburuk di dunia. Wajar kalau mereka teriak SELL INDONESIA
Masih ada dua kemungkinan yang lebih buruk mengancam di depan;
Pertama, pasar modal Indonesia turun ke frontier market.
Kedua, sovereign rating turun ke speculative grade.
Silakan berargumen orang desa nggak ngerti rating, nggak faham indeks, nggak butuh dolar, mereka lah calon korban yang akan paling menderita.
Dua bom akan meledak. Bursa saham bukan yang paling parah. Perusahaan domestik yang prospektif tidak akan kehilangan harga. Berlian yang tercampak di tai sapi tetap akan diperebutkan.
Pertama, bom pertama adalah pasar SBN. Kalau tak ada lagi yang mau beli SBN, Indonesia pasti default! Risiko ikutannya butuh selusin celotehan.
Kedua, investasi langsung asing, foreign direct Investment. Mereka hengkang. Gelombang PHK dan pengangguran. Daya beli yang rontok. Kejahatan dan kerusuhan sosial.
Ketiga, akibatnya), pemerintah tak punya cukup duit. Seratus lebih menteri dan anggota DPR nggak bisa joget. Mau shut down gaya Amerika?
*) Ditulis oleh Hasan Zein Mahmud, ekonom dan investor ritel.


Leave a reply
Your email address will not be published. Required fields are marked *