Lainnya

Inilah Analisis Hasan Zein Mahmud tentang CPO, Batubara, Emas. Mana yang Prospektif?



single-image

INDOWORK.ID, JAKARTA: Praktisi pasar modal Hasan Zein Mahmud mengatakan bahwa CPO ditutup melemah. Namun kontrak Mei, Juni, dan Juli masih berada di atas RM 4.000, di Bursa Malaysia. Batubara ditutup menguat. Kontrak Juni dan Juli masih bertengger di angka $ 100 di Ice Newcastle.

Pola harga kontrak berjangka kedua produk itu sama. Backwardation. Artinya, kontrak yang lebih jauh dihargai lebih murah. Indikasi ketatnya pasokan saat ini dan ekpekstasi akan melonggar pada bulan bulan mendatang.

DISELIMUTI BERITA NEGATIF

Batubara (dan emas), diselimuti berita negatif tentang akan dinaikkannnya royalti oleh pemerintah. Padahal royalti emas sudah cukup progresif pada semua rentang harga. Memang harga plafon atas, $1,700 per troy ounce, sudah tertinggal agak jauh dari harga saat ini (XAU kemarin ditutup pada $1,877).

Royalti batubara IUP pun sudah progresif berdasar tingkat kalori. Naiknya produksi nasional, plus naiknya harga, akan menaikkan penerimaan pemerintah. sekalipun tarif royalti tidak dinaikkan.

CPO punya peluang mendapat katalis, bila tarif pungutan ekspor – yang juga progresif – diturunkan. Peluang program biodiesel bisa berlanjut tanpa membebani eksportir CPO secara berlebihan. Mumpung harga bagus (superrcycle?), seyogianya pemerintah memacu ekspor.

Berita Lainnya