- 2 July 2026
- 1 min read
INDOWORK.ID, JAKARTA: Setelah 72 bulan berturut-turut mencatat surplus, neraca dagang Indonesia mengalami defisit US$1.61 miliar pada Juni lalu. Bisa difahami karena neraca migas defisit dalam, impor migas naik lebih dari 70%. Neraca non migas masih surplus
Akibatnya, inflasi Juni naik ke 3.34 yoy dari 3,08 bulan sebelumnya. Indeks manufaktur (PMI) kontraksi ke 46,9 vs. 50 bulan lalu
Tanpa perbaikan kinerja pada bulan bulan mendatang 2H26, membuka peluang melebarnya defisit transaksi berjalan. Bila itu terjadi, cadangan devisa akan turun, memicu capital outflows lebih jauh, tekanan terhadap rupiah, dan memaksa BI menaikkan tingkat bunga acuan, naiknya imbal hasil SBN, mengerek biaya dana
Bulan Juli adalah musim publikasi laporan keuangan 2Q26. Mudah mudahan naiknya biaya energi tidak membawa dampak yang terlalu buruk.
Markitu. Mari kita tunggu.
*) Ditulis oleh Hasan Zein Mahmud, Redaktur Khusus Indowork.id


Leave a reply
Your email address will not be published. Required fields are marked *