Bisnis Headline

Saham Sumber Global Energy Menarik Perhatian



single-image
INDOWORK.ID, JAKARTA: Saham satu ini menarik perhatian dan mengejutkan. Saham PT Sumber Global Energy (SGER).
Mengejutkan karena gerakan harganya yang berfluktuasi sangat tajam dan tak menentu. Melakukan IPO Juli 2020 pada harga Rp 108, harga sahamnya pernah mencapai lebih dari Rp 1.800. Jumat minggu lalu sahamnya naik lebih dari 25% dan Menyentuh ARA di 850. Hari ini, di awal sesi, melonjak ke 1.060, lalu terjun ke 820 dan ditutup di teritori hijau, 870.
Menarik, karena pada saat harga batubara mengalami penurunan lumayan tajam selama seminggu terakhir, dan pada saat harga saham produsen utama batubara mengalami penurunan yang lumayan tajam, saham SGER malah naik tajam.
Kita simak perkembangan harga saham beberapa produsen batubara seminggu terakhir. PTBA turun 18,12%, ITMG turun 14,86%, ADRO turun 8,62%, UNTR turun 8,23% dan ABMM turun 18,77%. Sementara saham SGER selama periode yang sama naik 31,82%! Menarik. Mencuri perhatian. Menggelitik naluri investor.

ALASAN LOGIS

Saya berusaha mencari alasan logis, sebelum memutuskan apakah saya akan masuk atau tidak.
Kinerja keuangan SGER selama smester 1, tahun ini (1H22) memang mengalami lonjakan luar biasa. Sebagai contoh, laba bersih 1H22 naik hampir 1500% dibandingkan 1H21. Laba per saham terbang dari Rp 20 periode 1H21 menjadi Rp 250 periode 1H22. Tapi kinerja ciamik itu sudah menjadi informasi publik lumayan lama. Tentu sudah priced in.
Penjualan memang meningkat tajam 1H22. Demikian juga dengan perluasan pasar. Termasuk mulai mengirim batubara ke Belanda dan Polandia. Tapi produsen batubara juga, rata-rata, mengalami peningkatan penjualan. Sebagai perusahaan yang bergerak di bidang marketing dan penjualan produk energi, kenaikan penjualan SGER tentu berasal dari kenaikan penjualan para produsen.
SGER memang mulai menjual nikel sejak awal 2022, dan mencatat kenaikan signifikan selama 2Q22. Namun nilainya masih terlalu kecil dibandingkan penjualan batubara.
Perusahaan juga mengaukisisi BUMD Jawa Barat – PT. Jabar Bersih Lestari – pengelolaan akhir sampah menjadi energi. Bukti upaya konkrit perusahaan untuk melakukan diversifikasi ke EBT. Tapi jujur, saya belum melihat peluang ekonomis dari pengambil-alihan tersebut.

CERITA BERSAMBUNG

O ya, SGER juga ikut ambil bagian dalam riset ekstraksi dan oksidasi logam tanah jarang. Boleh jadi potensial. Namun kegiatan itu – untuk sampai pada kelayakan ekonomis – masih membutuhkan cerita bersambung.
Satu faktor saja yang cukup meyakinkan saya. Sebagai perusahaan perantara, SGER memang lebih mampu mempertahankan marjin laba pada saat harga produk mengalami penurunan. Dengan marjin laba yang relatif stabil, perluasan pasar dan peningkatan penjualan memang berarti peningkatan laba.
Testing the water. Saya akan sendok beberapa puluh lot!
*) Ditulis oleh Hasan Zein Mahmud, Redaktur Khusus Indowork.id

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published.

Berita Lainnya