Bisnis Headline

Indeks Turun 2,5%, Semoga Tiada Ada yang Depresi



single-image

INDOWORK.ID, JAKARTA: Hanyut sendirian. Kesepian. Apalagi lalu tenggelam di lubuk yang dalam. Wajar muncul pertanyaan: Apa yang salah? Mudah-mudahan bukan cara kita mengarungi arus yang keliru.

Siklus itu boleh jadi layaknya mode. Trend berubah. Kecenderungan bergeser. Ada gelombang naik, ada puncak. Ada gelombang turun, ada palung. Putaran normal. Cuma kalau kita bergerak ke arah berlawanan, sendirian, agak mengkhawatirkan juga.

Turunnya IHSG 2,5% itu, kalau diuangkan nilainya 2,5% kali kapitalisasi Rp9.500 triliun sama dengan Rp237 triliun. Investor di Bursa saham mengalami penurunan kekayaan total sebesar Rp237 triliun. Dalam sehari! Semoga tidak ada yang depresi. Apalagi bunuh diri!

IMF memang merevisi ke bawah ekspekstasi ekonomi 2022 dan 2023. Lebih tepatnya wawancara Direktur Pelaksana Kristalina Georgieva dengan CBS, menyatakan 1/3 dunia kini dalam keadaan resesi. Mesin utama penghela laju ekonomi dunia – China, AS dan UE – melaju tersendat.

Tapi bukankah China masih diperkirakan tumbuh 3,2%? Bukankah Amerika Serikat diperkirakan akan mampu berkelit dari resesi 2023? Bukankah Indonesia masih berada di kelompok yang diperkirakan mengalami pertumbuhan lumayan tinggi?

Ketika pasar mengalami tekanan mental, faktor fundamental mental terpental.

*) Ditulis oleh Hasann Zein Mahmud, Redaktur Khusus Indowork.id

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published.

Berita Lainnya