NINE Siapkan Rights Issue 2,44 Miliar Saham, Ekspansi Tambang Mongolia Jadi Sorotan
- 14 October 2026
- 2 min read
INDOWORK.ID, JAKARTA — PT Techno9 Indonesia Tbk (NINE) berencana menerbitkan maksimal 2,44 miliar saham baru melalui penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu. Aksi korporasi tersebut berlangsung di tengah rencana pengendali baru mengembangkan bisnis pertambangan batu bara hingga Mongolia.
Berdasarkan keterbukaan informasi pada 12 Oktober 2026, saham baru memiliki nilai nominal Rp10 per lembar. Namun, manajemen belum menetapkan harga pelaksanaan, rasio HMETD, dan jumlah saham final.
“Jumlah saham yang diterbitkan, rasio HMETD, harga pelaksanaan, dan ketentuan final lainnya akan ditetapkan kemudian,” kata manajemen NINE. Ketentuan tersebut akan diumumkan melalui dokumen pendaftaran dan prospektus.
Perusahaan akan meminta persetujuan pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa pada 18 November 2026. Pelaksanaan juga memerlukan pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
NINE menyatakan dana hasil penerbitan saham baru akan digunakan untuk modal kerja dan pengembangan usaha. Penggunaan tersebut juga mencakup pembayaran kewajiban perusahaan sesuai kebutuhan.
Rincian alokasi dana akan disampaikan dalam prospektus final. Karena harga pelaksanaan belum ditetapkan, nilai dana yang berpotensi dihimpun belum dapat dihitung secara pasti.
Saat ini, Poh Holdings Pte Ltd tercatat menguasai sekitar 35,85% saham NINE. Perusahaan asal Singapura tersebut menjadi pengendali baru yang mendorong perluasan bisnis di luar sektor teknologi informasi.
Salah satu rencana ekspansi adalah pengambilalihan aset tambang batu bara di Mongolia. Aset tersebut dimiliki Poh Golden Ger Resources Pte Ltd yang terafiliasi dengan kelompok pengendali.
NINE sebelumnya mengumumkan telah memperoleh hak opsi untuk mengakuisisi aset pertambangan tersebut. Nilai indikatifnya mencapai US$100 juta atau sekitar Rp1,8 triliun berdasarkan asumsi kurs yang digunakan dalam publikasi.
Namun, nilai tersebut belum merupakan harga transaksi final. Perseroan masih memerlukan penilaian independen dan pemenuhan persyaratan transaksi.
Rencana pengambilalihan tambang akan mengubah profil bisnis NINE secara signifikan. Perusahaan sebelumnya dikenal bergerak dalam perdagangan komputer dan perlengkapan teknologi informasi.
Perubahan kegiatan usaha membuka peluang sumber pendapatan baru, tetapi juga menambah risiko operasional dan kebutuhan modal. Investor perlu mencermati cadangan tambang, izin usaha, biaya produksi, dan hubungan afiliasi dalam transaksi.
Saham NINE ditutup pada Rp83 pada perdagangan Senin, 12 Oktober 2026. Harga tersebut turun 3,49% secara harian dan telah melemah sekitar 60% sejak awal tahun.
Pemegang saham yang tidak menggunakan HMETD berpotensi mengalami dilusi apabila penerbitan saham baru terlaksana. Besarnya penurunan persentase kepemilikan bergantung pada jumlah saham final yang diterbitkan.
Pasar kini menunggu keputusan RUPSLB dan prospektus yang memuat struktur pendanaan secara lengkap. Kejelasan valuasi tambang Mongolia menjadi faktor penting untuk menilai manfaat ekspansi bagi pemegang saham.


Leave a reply
Your email address will not be published. Required fields are marked *