BI Bakal Mempertahankan BI Rate Di Tengah Masih Tingginya Sentimen Eksternal
Efek kenaikan BI Rate secara agresif di Juni lalu dinilai belum optimal dalam menstabilkan kurs rupiah sehingga perlu waktu lebih panjang untuk menjaga level BI Rate tetap
INDOWORK.ID, JAKARTA – Jelang Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia, BI Rate diperkirakan akan bertahan di level 5.75% mengingat sentimen eksternal masih tinggi meskipun rupiah sudah makin membaik di pasar valas berada di bawah level Rp18.000 per dolar AS.
“Opsi terbaik yang rasional dan antisipatif adalah BI tetap mempertahankan BI Rate di level 5,75% mengingat sentimen eksternalnya masih tinggi meskipun kurs rupiah sudah berangsur-angsur membaik, namun masih mondar-mandir di kisaran Rp 17.800 per dolar AS,” ujar Ryan Kiryanto, Praktisi perbankan, Ekonom Senior dan Associate Faculty LPPI kepada Indowork.id, Selasa (18/8).
Ryan menambahkan keputusan ini juga masih selaras dengan stance kebijakan moneter bank-bank sentral negara maju (BoE, BoJ, ECB, dan Fed) yang di pertemuan terakhir mereka masih menahan suku bunga acuan masing-masing.
“Di samping itu, efek kenaikan BI Rate secara agresif di Juni lalu dinilai belum optimal dalam menstabilkan kurs rupiah sehingga perlu waktu lebih panjang untuk menjaga level BI Rate tetap,” jelasnya.
Persepsi positif pasar, tambahnya, juga belum pulih sepenuhnya menyikapi perkembangan di dalam negeri menyusul aksi-aksi unjuk rasa oleh sebagian elemen bangsa dan polemik berbagai isu hukum dan politik domestik.
Ryan menegaskan outlook perekonomian Indonesia ke depan oleh lembaga-lembaga rating internasional juga belum membaik alias masih negatif.
“Jadi, motto “stability over growth” masih sangat relevan untuk guidance policy BI dalam jangka pendek ini. Intinya, BI sebaiknya jangan tergesa-gesa melandaikan BI Rate di saat situasi dan kondisi eksternal dan domestik belum kondusif,” tegas Ryan.(*)


Leave a reply
Your email address will not be published. Required fields are marked *