Bisnis Headline

3 Nama Beredar Calon Gubernur BI: Muliaman, Destry, Aida

INDOWORK.ID, JAKARTA: Ekonom Hasan Zein Mahmud menilai bahwa mengurangi independensi Bank Indonesia (BI), bahkan mengembalikannya ke bawah komando pemerintah, bukan soal besar. Sepanjang kebijakan fiskal moneter seirama menuju perbaikan kesejahteraan rakyat.

Ia menjelaskan bahwa China menempatkan PBOC di bawah kendali pemerintah. Bukan cuma baik-baik saja, seiring sejalan, sudah terbukti sukses menaikkan pertumbuhan ekonomi luar biasa, memicu dan memacu inovasi dan teknologi serta meningkatkan kesejahteraan rakyat

Justeru yang jadi masalah ketika akar masalah ada di bidang fiskal, moneter jadi kambing hitam. “Jadikan satu kewenangan, biar lebih kelihatan mana sebenarnya yang berbulu hitam,” ujarnya, Sabtu, 1 Agustus. 2026.

Bahwa dilema antara pertumbuhan dan stabilitas, akan selalu ada, apakah bank sentral independen atau di bawah kendali pemerintah.

Hasan memberikan contoh kebijakan menurunkan tingkat bunga. Tingkat bunga rendah hanya salah satu faktor yang mendorong pertumbuhan ekonomi. Dan bukan yang paling menentukan. Ketika kebijakan fiskal buruk, penurunan tingkat bunga hanya akan melemahkan rupiah, mengerek inflasi dan menyebabkan capital outflows.

“Perbaiki apa yang perlu diperbaiki. Mari kita mulai dengan pertanyaan apa betul pemborosan program MBG mau memberi makan rakyat miskin?” ia mempertanyakan.

Ia juga mempertanyakan inefisiensi Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) mampu memperbaiki kesejahteraan masyarakat desa.

FIGUR GUBERNUR

Dalam kesempatan terpisah Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengatakan Presiden Prabowo Subianto belum memutuskan nama calon Gubernur Bank Indonesia (BI) definitif yang akan diajukan kepada DPR. Hal itu disampaikan saat menjawab pertanyaan wartawan terkait pengisian jabatan Gubernur BI usai Perry Warjiyo mengundurkan diri.

“Gubernur BI definitif memang belum, sampai hari ini Bapak Presiden belum memutuskan untuk mengajukan ke DPR calon Gubernur BI definitif,” kata Prasetyo Hadi kepada wartawan, di Kabupaten Batang, Jawa Tengah, Kamis (30/7/2026).

Dia menjelaskan mekanisme pengisian jabatan itu telah diatur dalam Undang-Undang Bank Indonesia. Setelah pengunduran diri Perry, maka posisi Gubernur BI secara otomatis dijalankan Deputi Senior yakni Destry Damayanti, sebagai pejabat sementara Gubernur BI.

Sementara itu, di kalangan media massa terungkap bahwa Presiden Prabowo Subianto mulai menggodok nama calon Gubernur BI definitif untuk menggantikan Perry Warjiyo yang mengundurkan diri dari jabatannya pada 25 Juli 2026 lalu.

Berdasarkan sumber yang diterima KONTAN, terdapat tiga nama yang masuk dalam bursa calon Gubernur BI yang akan direkomendasikan Presiden kepada Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Ketiga nama tersebut yakni Destry Damayanti, Muliaman Darmansyah Hadad, dan Aida S. Budiman.

Hingga saat ini belum ada keterangan resmi dari Istana Kepresidenan mengenai nama yang akan diajukan kepada DPR. Sesuai ketentuan Undang-Undang BI, calon Gubernur BI diusulkan Presiden dan harus memperoleh persetujuan DPR sebelum ditetapkan.

Berikut profil singkat ketiga nama yang masuk dalam bursa tersebut:

Muliaman Darmansyah Hadad

Muliaman D. Hadad

Muliaman merupakan ekonom dan regulator yang telah lama berkecimpung di sektor keuangan Indonesia. Namanya semakin dikenal luas setelah menjadi Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) periode 2012–2017, sekaligus menjadi ketua pertama OJK sejak lembaga tersebut berdiri.

Sebelum memimpin OJK, sebagian besar karier Muliaman dihabiskan di BI. Ia mengawali kariernya sebagai staf umum di Kantor BI Mataram, kemudian menempati berbagai posisi di bidang pengaturan dan pengawasan perbankan. Pada 2005, ia diangkat sebagai Direktur di BI, sebelum dipercaya menjadi Deputi Gubernur BI pada periode 2006–2012. Setelah menyelesaikan masa jabatannya di OJK, Muliaman dipercaya menjadi Duta Besar Republik Indonesia untuk Swiss dan Liechtenstein.

Muliaman selanjutnya dipercaya menjabat sebagai Wakil Ketua Dewan Pengawas Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara). Sebelumnya, ia juga sempat ditunjuk sebagai Kepala Danantara pada Oktober 2024.

Riwayat pendidikan: S1 Sarjana Ekonomi, Studi Pembangunan Universitas Indonesia S2 Master of Public Administration, Harvard University, Amerika Serikat S3 Doctor of Philosophy, Monash University, Australia.

Destry Damayanti

Destry Damayanti
Destry Damayanti

Destry merupakan ekonom ternama yang saat ini menjabat sebagai Pejabat Sementara (Pjs) Gubernur Bank Indonesia (BI), sekaligus Deputi Gubernur Senior BI sejak 2019 hingga 2019. Ia mengemban tugas tersebut setelah Perry Warjiyo mengundurkan diri dari jabatan Gubernur BI.

Sebelum bergabung dengan BI, Destry memiliki pengalaman panjang di bidang ekonomi, akademik, dan sektor keuangan. Ia pernah menjadi Senior Economic Adviser untuk Duta Besar Inggris di Indonesia pada 2000–2003, peneliti dan dosen di Fakultas Ekonomi UI, Kepala Ekonom Mandiri Sekuritas, serta Kepala Ekonom Bank Mandiri pada 2011–2015. Pada periode yang sama, ia juga dipercaya memimpin Satuan Tugas Ekonomi Kementerian BUMN.

Pada 2015, Destry diangkat sebagai Anggota Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) untuk periode 2015–2019. Empat tahun kemudian, ia dilantik sebagai Deputi Gubernur Senior BI berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 74/P Tahun 2019 dan kembali dipercaya untuk periode kedua pada 2024.

Pendidikan: S1 Ekonomi Universitas Indonesia (UI) S2 Master of Science, Regional Science, Cornell University, New York, Amerika Serikat.

Aida S. Budiman

Aida S. Budiman

Aida saat ini menjabat sebagai Deputi Gubernur BI. Ia resmi menduduki posisi tersebut pada awal 2022 hingga 2027 setelah memperoleh persetujuan DPR. Mengawali karier pada tahun 1991 sebagai staf Analis Inflasi dan Proyeksi Perekonomian Indonesia, Aida memiliki banyak pengalaman di bidang perumusan kebijakan moneter, internasional, dan baurannya dengan kebijakan reformasi struktural.

Aida pernah menjabat sebagai Wakil Direktur Eksekutif, International Monetary Fund, South East Asia Voting Group office, mewakili 13 negara yang tergabung dalam SEAVG office terutama untuk isu capital flows management dan impilikasinya bagi negara berkembang. Sebelum menjabat sebagai Deputi Gubernur BI, Aida menjabat sebagai Kepala Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter pada 2014-2018 dan juga Kepala Departemen Internasional pada 2014-2018.

Pendidikan: S1 Sosial Ekonomi Pertanian Agribisnis di Institut Pertanian Bogor S2 University of Southern California pada tahun 1994 hingga meraih gelar MA in Economics S3 Claremont Graduate University, USA meraih gelar Doctos of Philosophy.

Sementara itu di kalangan wartawan dan partai politik beredar nama Thomas Djiwandoro sebagai calon Gubernur BI. Ketika ditanyakan, Hasan mengakui tak mengenal Thomas. “Dahulu aku cukup dekat dengan bapaknya. Waktu jadi gubernur BI Sudrajad Djiwandono.

“Paling tidak Destry lebih dewasa dan berpengalaman,” ujarnya.

 

 



Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *