Headline Humaniora

Piala Dunia 2026: Brazil Ditahan Maroko 1-1, Singa Atlas Kembali Gigit Tim Besar

INDOWORK.ID, JAKARTA: Piala Dunia 2026, Grup E – New York New Jersey Stadium, 13 Juni 2026. Brazil harus puas berbagi poin di laga pembuka Piala Dunia 2026. Menghadapi Maroko yang kembali tampil disiplin, Selecao ditahan 1-1 dalam duel sengit Sabtu sore waktu setempat.

Jalannya Pertandingan: Sama Kuat, Sama Nekat

Brazil langsung ambil inisiatif sejak menit awal. Trio Vinicius Jr, Rodrygo, dan Endrick berulang kali menusuk lewat sayap, tapi rapatnya blok Achraf Hakimi dan Nayef Aguerd bikin peluang mentah. Maroko justru nyaris bikin kejutan di menit 22 lewat skema serangan balik: umpan Ziyech disambar En-Nesyri, masih tipis di sisi gawang Alisson.

Gol pembuka baru lahir di babak kedua. Menit 58, umpan terobosan Bruno Guimarães membelah pertahanan Maroko. Vinicius Jr lolos, sontekannya tak mampu dihalau Bounou. 1-0 Brazil unggul.

Tapi Maroko tak tinggal diam. Sama seperti di Qatar 2022, Singa Atlas nunjukin mental baja. Menit 76, Hakim Ziyech kirim tendangan bebas ke kotak penalti. Bola sempat dibuang, jatuh ke kaki Azzedine Ounahi yang langsung lepaskan tembakan melengkung dari luar kotak 16. Alisson mati langkah, 1-1.

Stadion Bergemuruh

Sisa waktu jadi milik Brazil. Tekanan bertubi-tubi, 7 tendangan ke gawang, 3 on target setelah gol Maroko. Tapi Bounou tampil solid.

Sundulan Marquinhos menit 89 bahkan udah bikin pendukung Brazil berdiri, sayang masih melambung.

Catatan Taktikal

Brazil: Dominan penguasaan bola 63%, 18 shots, tapi cuma 5 on target. Lini tengah Casemiro-Bruno kerja keras, tapi kurang kreatif saat Maroko low block.

Maroko: Main efektif. Cuma 37% possession, 6 shots, 3 on target, 1 jadi gol. Transisi cepat dan set-piece masih jadi senjata utama. Amrabat-Ounahi kunci pemutus serangan Brazil.

Man of the Match: Yassine Bounou. 4 saves krusial, termasuk 2 di 10 menit akhir.

Dampak ke Grup E
Hasil 1-1 bikin Grup E langsung panas. Brazil dan Maroko sama-sama 1 poin. Laga berikut jadi penentu: Brazil jumpa wakil Eropa, Maroko lawan tim CONCACAF. Sekali terpeleset, tiket 32 besar bisa melayang karena format baru 48 tim bikin margin error kecil.

Kata Pelatih
Tite versi 2026: “Kami kurang klinis. Maroko tim kuat, disiplin, dan mereka pantas dapat 1 poin.”
Walid Regragui: “Anak-anak nunjukin DNA Maroko. Melawan Brazil kami nggak takut. Ini baru awal.

”Satu poin ini jadi alarm buat Brazil: era tim besar bisa menang gampang sudah lewat. Buat Maroko, ini bukti Qatar 2022 bukan kebetulan. Piala Dunia 2026 baru mulai, tapi plot twist-nya sudah datang.

 



Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *