Headline Humaniora

Piala Dunia 2026, Transisi Permainan Efektif

INDOWORK.ID, JAKARTA: Ahad, 5 Juli 2026. Dua pertandingan pertama babak 16 besar menunjukkan seni transisi permainan yang efektif dan yang tidak efektif. Kemenangan Maroko 3-0 di Houston atas Kanada di bukan karena dominasi penguasaan bola atau keunggulan mutlak Maroko, tapi lebih banyak transisi permainan yang sangat efektif.

Kanada justeru terus menggebrak dan menyerang secara bergelombang dan terlihat memaksakan diri. Beberapa serangan terlihat kurang matang atau mudah dipatahkan barisan belakang Maroko atau diselamatkan penjaga gawang Yassin Bono yang bermain gemilang.

Hingga 30 menit pertama, Kanada terus mengurung Maroko, dan menyerang dari sisi kiri, tengah dan kanan. Akan tetapi, upaya Jonathan David (Juventus) Stephen Eustaquio (Porto) belum membuahkan hasil. Maroko sudah mulai perlahan membangun serangan melalui proses transisi permaianan dari bertahan ke menyerang dengan cepat. Bola mengalir deras dari belakang, kadang ke kanan melalui Achraf Hakimi (PSG) dan Brahim Diaz (PSG), kadang langsung ke tengah ke Ismael Saibari (PSV), Azzedine Ounahi (Girona), atau Abde Ezzalzouli dan Eliesse Ben Seghir. Skor babak pertama tetap 0-0.

Pada babak kedua, Kanada juga terus menyerang dan menggedor pertahanan Maroko. Tapi, Maroko sudah mampu keluar dari tekanan tersebut dengan juga melakukan pressures secara disiplin dan menerapkan garis pertahanan agak maju ke depan.

Pada suatu tendangan bebas dari sayap kanan, Hakimi tidak melambungkan bola ke depan gawang, tetapi memberi umpan tarik menyusur tanah ke jantung pertahanan dan lansung disambar dengan keras oleh Ounahi dan mengubah skor 1-0. Gol kedua juga tercipta melalui transisi permainan sangat efektif, melalui serangan cepat yang terstruktur rapi.

Begitu mendapatkan bola dari tengah, setelah berhasil mematahkan serangan Kanada, Brahim Diaz membawa bola ke depan dengan tik-tak satu-dua sambil berlari sangat cepat. Sekitar 3-4 pemain Maroko juga berlari cepat ke depan, berlari tanpa bola, sambil membuka dan mencari ruang kosong. Barisan pertahanan Kanada dibuat panik dan bingung, harus menjaga pemain Maroko yang mana. Brahim Diaz lalu mengirim umpan ke tengah dan diakhiri dengan tembakan akurat oleh Ounahi, mengubah skor 2-0 pada menit 82.

Gol ketiga Maroko juga tercipta melalui transisi permainan yang berkelas, pada fase tambahan waktu, menit 90+8. Setelah seluruh pemain Kanada maju ke depan, termasuk penjaga gawang Maxime Crepeau (bermain di Orlando City) untuk mencetak gol dan membalas ketertinggalan, lagi-lagi Brahim Diaz memjadi motor serangan cepat Maroko. Bola lalu “diantarkan” dengan sangat baik ke hadapan Soufyan Rahimi dan menyelesaikannya menkadi gol, 3-0 untuk Maroko. Pada pertandingan ini, Ismael Saibari harus keluar lapangan karena mengalami cidera dan dikhawatirkan tidak dapat bermain pada pertandingan perempat final melawan Prancis.

Prancis vs Paraguay

Pertandingan Prancis vs Paraguay di Philadelphia berlangsung dalam tempo agak tinggi dan dihiasai body charge dan beberapa pelanggaran, yang sebenarnya tidak perlu. Prancis sangat mendominasi permainan dan terus mengurung pertahanan Paraguay. Tapi, ketanggugan kiper Orlando Gill (bermain di San Lorenzo, Liga Argentina) benar-benar teruji dan terlihat kokoh menyelamatkan gawang Paraguay. Trio penyerang Prancis kelas dunia: Ousman Dembele (PSG), Kylian Mbappe (Real Madrid) dan Michael Olise (Bayern) dibuatnya frustrasi.

Sesekali Paraguay mulai menyerang dengan transisi permainan yang baik, terutama setelah berhasil mematahkan serangan Prancis. Tapi, serangan balik Miguel Almiron (pernah bermain di Newcastle; kini di Atlanta United), Julio Cesar Enciso (bermain di Strasbourg), dkk terlihat kurang efektif. Selain karena sering patah di barisan belakang Prancis, tendangan ke gawang terkesan terburu-buru dan penyelesaian akhir kurang baik.

Pelatih Prancis Didier Deschamps lalu menarik keluar Bradley Barcola dan memasukkan Desire Doue, sama -sama bermain di PSG. Serangan Prancis tampak lebih hidup dan menghasilkan peluang berbahaya. Doue terlihat dijepit oleh tiga orang bek Paraguay dan dijatuhkan di dalam kotak penalti. Kylian Mbappe tidak menyia-nyiakan kesempatan tendangan penalti ini dan mencetak gol pada menit 70, yang merupakan gol ke-7 selama Piala Dunia 2026 ini. Skor 1-0 bertahan hingga pertandingan selesai.

Pertandingan perempat final yang Prancis vs Maroko pada Kamis 9 Juli sore agau 10 Mei pk 3.00 WIB di Boston pasti akan berlangsung seru dan menarik. Kedua tim akan mengadu strategi yang efektif dan mengandalkan pemain bintang yang telah memiliki jam terbang internasional. Kita tunggu saja pertandingannya.

*) Ditulis oleh Bustanul Arifin, Penikmat Bola dan Kuliner.

 

 



Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *