- 13 July 2026
- 1 min read
INDOWORK.ID, JAKARTA: Investor ritel, saya salah satu, punya keterbatasan. Horison investasi mereka relatif pendek. Kadang emosional. Harga naik sedikit TP (take profit). Harga turun sedikit CL (cut loss).
Karena itu saham yang investor institusional tidak hadir sebagai pemegang, karena alasan fundamental, atau kapitalisasi yang kecil, atau likuiditas yang tipis cenderung stagnan.
Investor institusi cendeng memiliki horison investasi lebih panjang. Dan lebih rasional.
Tapi dua dua soal runyam dengan investor institusi ini, di sini.
Pertama, institusional investor dalam negeri sering sekali dikendalikan oleh orang orang serakah yang mengorbankan organisasi untuk keuntungan pribadi Lihat: Jiwasraya, Asabri, Taspen, dst.
Kedua, sementara investor institusi asing, karena berbagai alasan, makin alergis berinvestasi di Indonesia. Pull out masih terus berlangsung di saham, di SBN, di FDI. Bobot Indonesia di MSCI Emerging Market, yang dulu pernah 2.6%, kini tinggal 0.4%.
*) Ditulis oleh Hasan Zein Mahmud, Redaktur Khusus Indowork.id


Leave a reply
Your email address will not be published. Required fields are marked *