logo logo

The Ultimate WordPress Theme for Magazine and Newspaper Websites

Bisnis Headline Manufaktur

IBC Bidik Pasar Baterai untuk Pusat Data dan Energi Terbarukan

INDOWORK.ID, JAKARTA: Indonesia Battery Corporation (IBC) membidik pengembangan baterai untuk sistem penyimpanan energi seiring meningkatnya kebutuhan pusat data dan pemanfaatan pembangkit listrik berbasis energi terbarukan di Indonesia.

Direktur Utama IBC Aditya F. Arif mengatakan prospek industri baterai nasional kini tidak hanya ditopang pertumbuhan kendaraan listrik. Perkembangan ekonomi digital turut meningkatkan kebutuhan baterai untuk menjaga keandalan pasokan listrik pusat data.

“Pendorong perkembangan baterai sekarang ada dua. Dulu mungkin hanya berbicara mengenai transisi energi, tetapi sekarang juga ada ekonomi digital,” kata Aditya di Jakarta, Senin (14/9/2026).

Menurut dia, pertumbuhan terbesar industri baterai ke depan diperkirakan berasal dari segmen battery energy storage system atau BESS. Sistem tersebut diperlukan untuk menyimpan listrik dari sumber energi terbarukan sekaligus menyediakan pasokan cadangan bagi pusat data.

Namun, perkiraan pertumbuhan tersebut masih berupa proyeksi perusahaan. IBC belum mengungkapkan angka kebutuhan BESS nasional, target kapasitas produksi, nilai investasi baru, harga baterai, ataupun kontrak penjualan kepada pengelola pusat data dan perusahaan listrik.

IBC sedang membangun ekosistem baterai terintegrasi dengan cakupan kegiatan dari tahap antara hingga daur ulang. Pengembangannya melibatkan sejumlah mitra strategis, termasuk Contemporary Amperex Technology Co. Limited atau CATL.

Perusahaan juga berencana memasang pembangkit listrik tenaga surya berkapasitas 18 megawatt pada 2027. Kapasitas tersebut masih merupakan target dan belum menjadi produksi listrik yang terealisasi.

Pengembangan BESS dapat memperluas pasar industri baterai Indonesia yang selama ini lebih banyak dikaitkan dengan kendaraan listrik. Sistem penyimpanan juga dibutuhkan untuk mengatasi sifat pembangkit surya dan angin yang menghasilkan listrik secara tidak tetap.

Keberhasilan ekspansi tersebut akan bergantung pada harga baterai, penguasaan teknologi, kandungan komponen lokal, kepastian pembeli, dan kemampuan mendaur ulang baterai setelah masa penggunaannya berakhir.



Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *