- 8 October 2026
- 2 min read
INDOWORK.ID, JAKARTA — Danantara Indonesia bersama PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) menyiapkan investasi senilai US$450 juta di HighPeak Energy, perusahaan minyak dan gas bumi asal Amerika Serikat. Transaksi tersebut menjadi bagian dari restrukturisasi pembiayaan sekaligus pengembangan bisnis HighPeak di Permian Basin, Texas.
Berdasarkan pengumuman resmi HighPeak pada 6 Oktober 2026, Danantara berkomitmen menginvestasikan US$250 juta. Sementara itu, ENRG melalui anak usahanya menyediakan investasi US$200 juta.
Investasi dilakukan melalui pembelian 450.000 saham preferen konvertibel Seri A. Instrumen tersebut menawarkan dividen kumulatif sebesar 6% per tahun dengan harga konversi awal US$9,50 per saham biasa.
Dalam dokumen yang disampaikan kepada Securities and Exchange Commission (SEC) Amerika Serikat, HighPeak merinci keterlibatan dua entitas investasi Indonesia. Keduanya adalah PT Danantara Energy International dan PT Tunas Harapan Perkasa, anak usaha ENRG.
Kesepakatan tersebut juga memberikan hak kepada masing-masing investor untuk menunjuk satu direktur HighPeak. Hak ini membuka ruang keterlibatan investor Indonesia dalam pengawasan dan keputusan strategis perusahaan.
Transaksi berlangsung ketika HighPeak menjalankan restrukturisasi kewajiban keuangannya. Perusahaan menyiapkan fasilitas kredit baru sebesar US$800 juta untuk mendukung pelunasan pinjaman lama sekitar US$1,17 miliar.
Dana investasi dan fasilitas kredit baru akan digunakan bersama sumber kas yang tersedia. Langkah tersebut diharapkan memperbaiki fleksibilitas pendanaan dan mendukung kegiatan produksi minyak.
Danantara menyatakan investasi ini memperluas portofolio energi internasional Indonesia. Permian Basin dipilih karena merupakan salah satu kawasan produksi minyak utama di Amerika Serikat.
Bagi ENRG, transaksi tersebut membuka akses terhadap aset migas di luar Indonesia. Investasi juga memperluas eksposur perusahaan Grup Bakrie terhadap industri energi global.
Meski telah disepakati, investasi belum dapat dinyatakan selesai seluruhnya. Penyelesaian masih bergantung pada pemenuhan persyaratan transaksi dan pelaksanaan restrukturisasi pembiayaan.
Risiko investasi mencakup perubahan harga minyak, kemampuan HighPeak memenuhi kewajiban keuangan, serta kinerja produksi. Investor juga perlu memperhatikan potensi perubahan kepemilikan setelah saham preferen dikonversi.
Pasar selanjutnya menunggu realisasi investasi dan dampaknya terhadap laporan keuangan ENRG. Kinerja HighPeak akan menjadi penentu manfaat ekonomi dari penempatan modal tersebut.


Leave a reply
Your email address will not be published. Required fields are marked *