- 19 August 2026
- 2 min read
INDOWORK.ID, JAKARTA: Fatimah Azzahra memiliki pola komunikasi yang paling dominan pada gaya informatif (40%), lebih tinggi dibanding tokoh pembanding lainnya.
Beberapa poin kritis dari data:
Informasi menjadi kekuatan utama Fatimah
Dengan angka 40%, gaya informatif menunjukkan bahwa Fatimah lebih banyak membangun pesan melalui fakta, penjelasan isu, dan argumentasi berbasis substansi. Ini membedakannya dari komunikator yang lebih mengandalkan pendekatan emosional atau hiburan.
Emosional cukup kuat (25%)
Angka ini menunjukkan bahwa meskipun berbasis data, Fatimah tetap menggunakan pendekatan yang menyentuh perhatian publik, terutama ketika membahas isu kemiskinan, kesejahteraan anak, dan kondisi ekonomi keluarga.
Persuasif dan argumentatif relatif seimbang (16% dan 15%)
Hal ini menggambarkan gaya komunikasi yang tidak hanya menyampaikan informasi, tetapi juga berusaha membangun posisi dan meyakinkan audiens melalui logika.
Humor sangat rendah (3%)
Dibandingkan tokoh lain, Fatimah memiliki karakter komunikasi yang lebih serius. Minimnya unsur humor membuat citranya terlihat tegas dan fokus pada isu, tetapi dapat mengurangi sisi kedekatan emosional dengan sebagian audiens.
Storytelling paling rendah (1%)
Narasi personal bukan menjadi instrumen utama Fatimah. Ia lebih mengandalkan argumentasi publik dibanding membangun hubungan melalui cerita pengalaman pribadi.
Insight utama:
Fatimah Azzahra tampil sebagai komunikator dengan profil data-driven activist — kuat dalam menjelaskan isu, menyusun argumen, dan membawa diskusi ke ranah kebijakan. Tantangannya adalah bagaimana mempertahankan ketajaman substansi sambil menambah elemen storytelling dan pendekatan emosional agar pesan lebih mudah diterima oleh kelompok audiens yang lebih luas.
*) Ditulis oleh Edhy Aruman, anggota Serikat Wartawan 60+


Leave a reply
Your email address will not be published. Required fields are marked *