Headline Humaniora

Lahyanto Network Terbitkan Buku “AMIR DAUD: GURU BESAR JURNALISME INDONESIA”

INDOWORK.ID, JAKARTA: Diluncurkan 9 September 2026 di Hall Dewan Pers dalam Peringatan 20 Tahun Wafat Amir DaudJakarta, 14 Agustus 2026 – Lahyanto Network akan menerbitkan buku biografi AMIR DAUD: GURU BESAR JURNALISME INDONESIA pada 9 September 2026.

Peluncuran buku ini bertepatan dengan peringatan 20 tahun wafatnya Amir Daud dan akan digelar di Hall Dewan Pers, Jakarta.

Buku ini hadir untuk mengenang sosok Amir Daud, jurnalis senior yang dikenal sebagai salah satu pilar jurnalisme modern Indonesia. Melalui tulisan, sikap, dan teladan hidupnya, Pak AD — sapaan akrabnya — telah membentuk banyak generasi wartawan.

Isi Buku: Dari Darah Minang hingga Nilai Kehidupan

Buku setebal 345 halaman ini mengisahkan perjalanan hidup Amir Daud secara utuh. Dimulai dari Darah Minang Asli-nya di Solok, 25 November 1927. Ayahnya, Muhammad Sjarif, seorang insinyur otodidak ahli jembatan, dan ibunya Halimah. Dari pasangan ini lahir Amir Daud dan adiknya Irsjaf Sjarif, tokoh pers dan peneliti media era 1950-an.

Buku ini menelusuri masa remaja Pak AD di Medan, awal kariernya sebagai korektor di Waspada pada 1946 saat usia 19 tahun, hingga hijrah ke Jakarta dan bergabung dengan harian Pedoman dan media-media besar lainnya.

Bagian khusus juga mengupas kehidupan keluarga. Pernikahannya dengan Hasnah binti Hasan Sutan Saidi pada 1955 dan keempat anaknya: Lekir Amir Daud, Lenggogeni Daud, Imbang Jaya Mangkuto, dan Mira Andamsuri Daud. Ada cerita hangat tentang penamaan “Lekir” oleh Rosihan Anwar, kisah masa kecil di Taman Sari, hingga nilai-nilai yang ditanamkan Pak AD: integritas dan pendidikan.

“The biggest lesson learned adalah pendidikan dan integritas. Bagi Pak AD dan keluarga, harga diri dan kehormatan yang paling utama harus diamalkan. Kita jadi orang harus punya marwah,” kenang Lekir Amir Daud.

Buku ini juga menyoroti bagaimana bacaan-bacaan Pak AD membentuknya menjadi jurnalis yang visioner, serta cerita tentang anak dan cucu yang melanjutkan warisan nilainya.

Dikomentari Tokoh-Tokoh Senior Pers

Kekuatan buku ini terletak pada komentar dari para senior dan kolega Pak AD. Antara lain:
Abdullah Alamudi, Ahmadai Thaha, Banjar Chaeruddin, Andreas Harsono, Lahyanto Nadie, Martin Aleida, Bill Ariwibowo, Irwan E. Siregar, Daud Sinjal, Warief Widjajanto Basoeri, dan Linda Djalil.

Pengantar buku ditulis oleh Wahyu Muryadi, Ketua Serikat Wartawan 60+.

“Amir Daud bukan hanya wartawan. Dia guru. Dia mencontohkan bahwa jurnalisme adalah panggilan nurani, bukan sekadar profesi,” ujar Wahyu.

Tentang Peluncuran

Acara peluncuran pada 9 September 2026 di Hall Dewan Pers akan diisi dengan bedah buku, pembacaan kesaksian, dan diskusi tentang masa depan jurnalisme Indonesia dengan meneladani semangat Amir Daud.

Buku AMIR DAUD: GURU BESAR JURNALISME INDONESIA diterbitkan oleh Lahyanto Network sebagai upaya menjaga ingatan kolektif dan menanamkan kembali nilai-nilai dasar jurnalisme kepada generasi muda.

Untuk informasi lebih lanjut dan permintaan wawancara:
Lahyanto Network
Kontak: Hamzah Ali 081296964182 hamzahichwal87@gmail.com



Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *