- 25 July 2026
- 2 min read
INDOWORK.ID, JAKARTA: Kita menyongsong musim laporan keuangan. Bagi investor ritel yang berbekal pendekatan fundamental, musim LK adalah musim hiburan.
Dunia tak berhenti bergejolak. Timteng menyala lagi. Harga minyak menggila lagi. Presiden Trump makin jumawa. Dikelilingi dan dijilat oleh negara negara penghamba. Hantu inflasi bergentayangan lagi. Mengerek tingkat bunga dan biaya dana.
Di dalam negeri, tontonan korupsi makin menjadi jadi. Santapan wajib setiap hari. Mengikis keyakinan bahwa Indonesia akan menjelma menjadi negara beradab.
Bagi para spekulan yang bernyali dan bertaji, tersedia banyak menu gorengan lengkap dengan bendera bandar yang berkibar kibar. Tapi bagi investor yang ingin tetap memelihara rasionalitas, musim LK menjadi musim hiburan.
IHSG anjlok 1,88% Jumat 24/07/2026. Menggoyang eforia sejak awal Juli. Dalam portfolio saya, hiburan datang dari saham BULL yang berkali kali saya celotehi.
Di tengah pasar yang panik, BULL naik 12,31% dalam sehari. Benarkah penerawangan saya bahwa laba PT Buana Lintas Lautan 2Q26 mengulangi atau bahkan lebih kinclong dari kinerja 1Q26? Markiton. Mari kita tonton.

Yang bikin dag dig dug der adalah saham TINS. Berkali kali saya bergumam bahwa pada harga timah di atas USD 50,000, per mt, PT Timah Persero akan mendapat hujan duit. Saya memperkirakan laba PT Timah 2Q26 akan mengulangi kinerja luar biasa 1Q26.
Harga saham TINS, kemarin jatuh 7,05% dalam sehari. Penerawangan saya kah yang salah, atau korupsi dan hanky panky subur lagi?
Markiton. Mari kita tonton.
*)Ditulis oleh Hasan Zein Mahmud, investor ritel.


Leave a reply
Your email address will not be published. Required fields are marked *