- 2 July 2026
- 3 min read
INDOWORK.ID, JAKARTA: Periode waktu bermain sepak bola adalah 90 menit, 2×45 menit. Ditambah 3 menit jeda minum (hydration break), plus kejadian istimewa pemain sakit, keributan, dll, setiap babak sering makan waktu setidaknya 50 menit. Maksudnya, bermain sepak bola memerlukan konsentrasi penuh, baik fisik, maupun mental sepanjang 50 menit atau 55 menit setiap babak.
Hari ini dua tim Afrika kalah menyakitkan di menit-menit akhir dalam turnamen sepak boka terbesar sejagad, Final Piala Dunia 2026 di Amerika Utara. Walaupun telah unggul hingga menjelang akhir babak kedua, Kongo kalah 1-2 dari Inggris dan Senegal kalah 2-3 dari Belgia. Inggris dan Belgia menemukan perubahan momentum (turning point) yang sangat tepat untuk membalikkan keadaan dan berhasil memenangi pertandingan.
Agak berbeda sedikit, Inggris memang menggempur pertahanan Kongo untuk membalas ketertinggalan atas gol Brian Cipenga (bermain di Almeira, Spanyol), hanya kurang berhasil pada babak pertama. Inggris baru berhasil menciptakan gol pada menit 76 melalui penyerang bintang Harry Kane. Belgia sudah terlihat frustrasi, karena serangannya tidak ada yang mengancam gawang Senegal hingga menjelang akhir babak kedua. Gol Senegal dicetak Habib Diarra (bermain di Sunderland) menit 24 dan Ismaila Sarr (bermain di Crystal Palace). Sebaliknya, hingga jeda minum babak kedua, Senegal sudah merasa menang dan sedikit lengah dalam permainan.
TAK ADA SALAH
Pelatih Belgia memasukkan penyerang tinggi tegap Romelu Lukaku (kini di Napoli) dan beberapa pemain muda, sehingga Belgia seakan mendapat energi baru dll. Sementara Senegal sudah merasa aman, bahkan para pemain berpelukan dengan pemain cadangan, sambil jeda minum. Tidak ada yang salah dari strategi permainan Senegal selama ini, baik dalam bertahan, maupun dalam menyerang.
Penjagaan antarlini berjalan baik, sehingga Belgia nyaris tidak ada kesempatan mengembangkan permainannya. Bahkan, sepanjang babak kedua itu tidak satu pun tembakan yang mengarah ke gawang. Jika tidak melambung dan melenceng, tendangan itu dapat diblok oleh pemain belakang Senegal. Kiper Yehvan Diouf (bermain di Nice, Liga Prancis) tidak banyak bekerja keras. Kiper utama Edouard Mendy tidak dimainkan karena mengalami cedera.
Pada menit 78 dalam suatu serangan balik, Sadio sempat melakukan tendangan keras menyusur tanah, tapi bola masih dapat diblok oleh Thibaut Courtois. Pendukung Senegal sudah sempat berdiri, mau merayakan kemenangan menjadi 3-0; tapi hal itu semua tidak terjadi. Komentator televisi bahkan menyebutkan mungkin sudah “too little, too late” bagi Belgia, ranking pertama menurut FIFA, untuk bangkit. Tapi, siapa yang menyangka, pada 8 menit terakhir itu Belgia menemukan titik balik, perubahan momentum yang sangat berarti. Begitu bola tiba di daerah pertahanan Senegal, kerjasama Leandro Trosasrd (Arsenal) dan Youri Tielemans (Aston Villa) terus membawa bola ke depan dan umpannya diselesaikan dengan baik oleh Lukaku pada menit 86, skor menjadi 2-1.
Para pemaim Senegal mulai terlihat lunglai dan agak enggan lakukan kick-off lagi. Pada kondisi genting itu, mitigasi strategi permainan oleh Senegal belum terlihat, apakah mau ulur-ulur waktu, pura-pura sakit atau buang-buang bola ke depan. Sementara semakin semangat menyerang, karena waktu sudah tinggal sedikit. Dari sanalah, dalam jendela waktu sempat tersebut, Senegal mulai terlihat panik, pertahanan menjadi kocar-kacir, koordinasi tidak jalan. Dengan suatu umpan lambung, Diouf mencoba meninju bola, tapi tidak kena, lebih cepat sundulan kepala Youri Tielemans dan menghasilkan gol pada menit 89, skor 2-2.


Leave a reply
Your email address will not be published. Required fields are marked *