Bisnis Figur Headline

Hashim Djojohadikusumo Minta Kredit Jumbo ke Bank BNI Rp5 Triliun

INDOWORK.ID, JAKARTA: Bisik-bisik di kalangan pengusaha tentang pengajuan kredit bernilai trilunan rupiah mencuat ke publik. Setelah Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa membuat kebijakan kepada lima bank pemerintah agar menyalurkan dana sebesar Rp200 triliun. Kelima bank tersebut adalah Mandiri, BRI, BNI, dan BTN.

Namun yang memanfaatkan dana jumbo itu ternyata pengusaha besar yang dekat dengan kekuasaan.  Sumber Indowork.id mengungkapkan bahwa adik dari Presiden Prabowo Subianto yaitu Hashim Sujono Djojohadikusumo mengajukan kredit sebesar Rp5 triliun kepada Bank BNI.

Keputusan untuk mengabulkan permintaan kredit jumbo tersebut belum dilakukan. Namun pengusaha lain mempertanyakan pemberian kredit sebesar itu.

BISNIS HASHIM

Belum dapat diperoleh informasi, Hashim mengunakan perusahaan yang mana. Seperti diketahui publik bisnis Hashim sangat terdiversifikasi, meliputi sektor pertambangan (terutama timah melalui Arsari Tambang dan perusahaan afiliasinya seperti PT Mitra Stania Prima), energi terbarukan (melalui Arsari Enviro Industri), teknologi (melalui PT Solusi Sinergi Digital Tbk.), agribisnis (termasuk pabrik karet remah di Aceh), logistik, dan kargo. Grup utamanya, Arsari Group, juga terlibat dalam konservasi lingkungan, termasuk pusat rehabilitasi harimau dan orangutan.

Total kekayaan Hashim diperkirakan mencapai sekitar US$800 juta(sekitar Rp 9,66 triliun pada Desember 2020) dan pernah masuk daftar 50 orang terkaya di Indonesia versi Forbes. Kekayaannya berasal dari berbagai bisnis yang tergabung dalam Arsari Group, yang bergerak di sektor kelapa sawit, pertambangan, industri kayu, dan logistik.

KEBIJAKAN MENKEU

Pengajuan kredit dalam jumlah jumbo tersebut menyusul kebijakan Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa bahwa pemerintah  mulai menyalurkan dana sebesar Rp200 triliun ke lima bank milik negara. Kebijakan ini merupakan langkah strategis untuk meningkatkan likuiditas di sistem perbankan dan mendorong pertumbuhan ekonomi.

Dalam pernyataan pers di Kementerian Koordinator Perekonomian pada Jumat (12 September 2025), Menkeu merinci alokasi dana tersebut. Bank Mandiri, BRI, dan BNI masing-masing menerima Rp55 triliun, sementara BTN mendapatkan Rp25 triliun dan BSI Rp10 triliun.

“Jadi saya pastikan dana yang Rp200 triliun dikirim masuk ke sistem perbankan hari ini,” ujar Menteri Keuangan. Ia berharap tambahan likuiditas ini akan menggerakkan sektor ekonomi riil.

Menkeu Purbaya juga menjelaskan bahwa dana tersebut bukan dana darurat, melainkan dana pemerintah yang sebelumnya belum dibelanjakan dan disimpan di bank sentral. Dengan menempatkannya di bank komersial, dana ini dapat diakses untuk kredit.

Ia menegaskan tujuan kebijakan ini adalah menciptakan likuiditas di sistem finansial dan menggerakkan perekonomian.

CARA KREDIT DI BNI

Untuk diketahui bahwa dalam mengajukan kredit korporasi di BNI, perusahaan perlu menyiapkan dokumen-dokumen seperti laporan keuangan, legalitas usaha, dan data pejabat perusahaan.

Setelah itu, calon debitur mengajukan permohonan ke BNI dengan melengkapi formulir yang diperlukan, seperti formulir permohonan kredit, surat kuasa, dan daftar pejabat yang akan diberikan fasilitas, kemudian serahkan ke kantor BNI terdekat atau hubungi BNI Call di 1500046 untuk informasi lebih lanjut.

Hingga berita ini diturunkan, Indowork.id belum berhasil mengajukan konfirmasi kepada manajemen BNI maupun pihak Hasyim.

 



Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *