Bisnis Headline Manufaktur

Chandra Asri Akuisisi Bisnis Otomotif Cycle & Carriage, Perluas Diversifikasi ke Ekosistem Mobilitas

PT Chandra Asri Pacific Tbk atau Chandra Asri Group menandatangani perjanjian jual beli bersyarat untuk mengakuisisi bisnis otomotif Cycle & Carriage di Singapura dan Malaysia. Aksi korporasi ini mempertegas arah diversifikasi Chandra Asri dari bisnis energi dan kimia menuju platform mobilitas regional.

INDOWORK.ID, JAKARTA: PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) kian agresif memperluas portofolio bisnisnya di Asia Tenggara. Setelah sebelumnya masuk ke bisnis ritel bahan bakar melalui jaringan stasiun pengisian bahan bakar Esso di Singapura, Chandra Asri kini bergerak lebih jauh ke ekosistem otomotif dan mobilitas.

Chandra Asri Group mengumumkan telah menandatangani Conditional Sales and Purchase Agreement atau CSPA untuk mengakuisisi bisnis otomotif Cycle & Carriage di Singapura dan Malaysia. Akuisisi ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang perseroan untuk membangun platform energi, infrastruktur, dan mobilitas yang terintegrasi di kawasan Asia Tenggara.

Dalam transaksi ini, Greenhill, afiliasi Mizuho, bertindak sebagai penasihat keuangan eksklusif. Sementara itu, Mizuho Bank menyediakan dukungan pembiayaan akuisisi kepada Chandra Asri Group.

Langkah ini menunjukkan bahwa Chandra Asri tidak lagi hanya bertumpu pada bisnis petrokimia. Perseroan mulai memperluas sumber pertumbuhan ke sektor energi, ritel bahan bakar, infrastruktur, dan kini otomotif.

Cycle & Carriage merupakan grup otomotif yang telah beroperasi sejak 1899. Perusahaan ini memiliki jaringan distribusi, penjualan ritel, dan layanan purna jual kendaraan penumpang maupun kendaraan komersial di Singapura dan Malaysia.

Dengan akuisisi ini, Chandra Asri memperoleh platform yang lebih kuat untuk masuk ke rantai nilai mobilitas. Bisnis Cycle & Carriage juga dinilai melengkapi portofolio energi dan ritel Chandra Asri yang sudah lebih dulu berkembang di Singapura.

President Director & CEO Chandra Asri Group Erwin Ciputra mengatakan rencana akuisisi ini menjadi tonggak penting dalam transformasi perseroan.

“Rencana akuisisi Cycle & Carriage akan menjadi tonggak penting lainnya dalam transformasi Chandra Asri Group menjadi penyedia solusi energi dan kimia, infrastruktur, dan mobilitas regional terkemuka,” ujar Erwin.

Masuk Lebih Dalam ke Rantai Nilai Mobilitas

Cycle & Carriage memiliki portofolio merek otomotif global, antara lain Mercedes-Benz, Mitsubishi, Kia, Citroën, Maxus, ORA, smart, Gogoro, Peugeot, Leapmotor, Zhongtong, dan Sinotruk.

Perusahaan ini mengoperasikan 6 lokasi di Singapura dan 21 fasilitas di Malaysia. Jaringan tersebut memberi Chandra Asri akses langsung ke bisnis distribusi kendaraan, ritel otomotif, layanan purna jual, dan potensi pengembangan layanan mobilitas lain di kawasan.

Akuisisi ini juga dapat dibaca sebagai kelanjutan ekspansi Chandra Asri di Singapura. Sebelumnya, perseroan telah mengakuisisi jaringan stasiun pengisian bahan bakar Esso. Dengan masuk ke Cycle & Carriage, Chandra Asri memperluas pijakan dari bisnis energi ritel menuju ekosistem mobilitas yang lebih luas.

Chandra Asri menyatakan akan mempertahankan identitas, kapabilitas, hubungan dengan pelanggan, hubungan dengan original equipment manufacturer atau OEM, manajemen, serta karyawan Cycle & Carriage yang sudah ada.

Perseroan juga melihat ruang kolaborasi lebih lanjut antara bisnis Cycle & Carriage dan platform regional Chandra Asri yang terus berkembang. Kolaborasi itu dapat mencakup layanan energi, infrastruktur, ritel, dan mobilitas lintas pasar di Asia Tenggara.

“Cycle & Carriage memiliki sejarah yang kuat, merek-merek terpercaya, serta tim yang berpengalaman. Kami berharap dapat mendukung bisnis ini dalam fase pertumbuhan berikutnya sambil terus melayani pelanggan dan mitra dengan kualitas serta keandalan yang selama ini mereka harapkan,” kata Erwin.

Masih Menunggu Persetujuan OEM

Meski sudah menandatangani CSPA, penyelesaian transaksi masih bergantung pada persetujuan OEM dan pemenuhan persyaratan umum lainnya.

Bagi Chandra Asri, transaksi ini menjadi sinyal penting bagi arah transformasi bisnis jangka panjang. Perseroan membangun posisi sebagai pemain regional yang tidak hanya mengandalkan aset petrokimia, tetapi juga memperluas basis ke energi, infrastruktur, ritel bahan bakar, dan mobilitas.

Portofolio Chandra Asri saat ini mencakup kilang berkapasitas 237.000 barel per hari, ethylene cracker 1,1 juta metrik ton per tahun di Pulau Bukom, aset kimia hilir 2,5 juta metrik ton di Pulau Jurong, sekitar 60 stasiun pengisian bahan bakar Esso di Singapura, serta naphtha cracker di Cilegon dengan kapasitas produksi ethylene 0,9 juta metrik ton per tahun.

Dengan akuisisi Cycle & Carriage, Chandra Asri memperluas narasi pertumbuhannya. Dari produsen kimia dan energi, perseroan kini bergerak menuju pemain regional yang menghubungkan energi, infrastruktur, dan mobilitas dalam satu ekosistem bisnis.



Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *