Bisnis

Hilirisasi Hasilkan Produk Akhir Bernilai Tambah Tinggi, Perkuat Ekosistem Industri Nasional


  • 15 August 2026
  • 2 min read

Hilirisasi harus kita bawa semakin dalam. Semakin panjang rantai nilai yang dibangun di Indonesia, semakin besar nilai tambah yang tinggal di dalam negeri dan semakin banyak pula kesempatan kerja

INDOWORK.ID, JAKARTA – Menteri Perindustrian (Menperin) menegaskan hilirisasi harus terus diperluas sehingga tidak berhenti pada pengolahan komoditas menjadi produk antara, perlu diarahkan hingga menghasilkan produk akhir bernilai tambah tinggi dan memperkuat ekosistem industri nasional.

Menperin Agus Gumiwang Kartasasmita menyambut arahan Presiden untuk terus mempercepat hilirisasi sumber daya alam.

Dalam pidatonya, Presiden menyampaikan bahwa keuntungan BUMN digunakan untuk mempercepat hilirisasi, termasuk melalui peletakan batu pertama 13 proyek hilirisasi pada 6 Februari 2026 dan 13 proyek lainnya pada 29 April 2026.

Proyek tersebut antara lain mencakup pengolahan batu bara menjadi dimethyl ether (DME), hilirisasi tembaga dan emas, pengolahan garam industri, serta pengolahan alumina menjadi aluminium. Presiden menekankan proyek-proyek tersebut menghasilkan puluhan ribu lapangan kerja baru.

Menurut Agus, hilirisasi harus terus diperluas sehingga tidak berhenti pada pengolahan komoditas menjadi produk antara. Hilirisasi perlu diarahkan hingga menghasilkan produk akhir bernilai tambah tinggi dan memperkuat ekosistem industri nasional.

“Hilirisasi harus kita bawa semakin dalam. Semakin panjang rantai nilai yang dibangun di Indonesia, semakin besar nilai tambah yang tinggal di dalam negeri dan semakin banyak pula kesempatan kerja yang dapat kita ciptakan. Inilah esensi industrialisasi yang sedang kita bangun,” tegas Menperin.

Hal tersebut sekaligus sejalan dengan penegasan Presiden bahwa setiap rupiah investasi harus mampu menciptakan pekerjaan.

Kemenperin mencatat berdasarkan data Mei 2026, sektor industri pengolahan memberikan kontribusi sebesar 13,53% terhadap penyerapan tenaga kerja nasional, dari total penduduk bekerja sebanyak 148,19 juta orang.

Agus menekankan penciptaan lapangan kerja menjadi salah satu pertimbangan penting dalam pengembangan sektor industri.

Oleh karena itu, Indonesia membutuhkan investasi yang tidak hanya membawa modal, tetapi juga teknologi, memperkuat rantai pasok domestik, menggunakan produk dalam negeri, mengembangkan sumber daya manusia, serta membuka kesempatan kerja.

“Kami ingin investasi yang masuk memberikan dampak ekonomi seluas-luasnya. Investasi harus menjadi bagian dari pembangunan ekosistem industri nasional, bukan berdiri sebagai enclave yang tidak terkoneksi dengan industri dalam negeri,” katanya.(*)



Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *