Headline Humaniora

Piala Dunia 2026, Drama Grup Menarik hingga Akhir

INDOWORK.ID, JAKARTA: Ahad, 28 Juni 2026, Tiga hari menjelang kick-off pembukaan Piala Dunia, Presiden UEFA (Asosiasi Sepak Bola Uni Eropa) Alexander Caferin membuat pernyataan bahwa pertandingan penyisihan group di Piala Dunia tidak menarik (uninteresting). Pernyataan yang cukup arogan itu segera mendapat kecaman dari banyak asosiasi sepakbola negara Afrika, Asia, dll. Rivalitas Caferin dengan Presiden FIFA Gianni Infantino, sejak di UEFA, rupanya ikut mempengaruhi tingkat emosionalnya dalam memberikan pernyataan publik.

Faktanya, drama pertandingan penyisihan terus menarik hingga benar-benar titik akhir kompetisi. Hasil-hasil pertandingan di Group J, K, L benar-benar mendebarkan, karena amat menentukan tim-tim yang akan masuk putaraan kedua, sistem gugur 32 besar. Pertandingan di lapangan sangat menarik, karena berlangsung dalam tempo tinggi dan mendebarkan. Drama di luar lapangan juga menarik, karena posisi klasemen senantiasa “bergerak” setiap menit.

Misalnya, pertandingan Kongo vs Uzbekistan yang berlangsung ketat pasti sangat menarik untuk diikuti. Ketika Uzbekistan unggul sementara 1-0 melalui gol Shomurodov pada menit ke-10, hingga akhir babak pertama, beberapa tim yang menempati peringkat 3, dengan nilai 3 di group-group lain seperti Korea Selatan, Iran, dll masih berharap untuk lolos ke putaran kedua. Tapi, ketika Yoane Wissa (bermain di Newcastle United) mencetak gol melalui penalti pada menit 68, drama di luar lapangan juga berubah. Apalagi setelah pemain pengganti Fiston Mayele (bermain di Pyramid FC, Liga Mesir) mencetak gol kemenangan Kongo pada menit 78, maka peluang Korea Selatan maju ke putaran menjadi musnah, tergeser oleh Kongo.

Secara keseluruhan, Republik Demokratik Kongo terlihat lebih unggul dalam teknik dan jam terbang atau pengalaman pemain. Bek kanan Kongo Aaron Wan-Bissaka telah melintang di Liga Inggris, seperti Manchester United, West Ham dll masih terbukti sulit dilewati dan sering menciptakan peluang bagus di gawang lawan. Gol terakhir Kongo pada menit 90+1 oleh Wissa juga berkat jam terbang dan pengalamannya bermain di Liga Eropa dan memanfaatkan peluang sekecil apapun dengan tendangan yang akurat.

TEMPO TINGGI

Drama pertandingan terakhir di Group J juga berlangsung dalam tempo tinggi. Serangan silih berganti, saling membalas, mempertontonkan teknik dan taktik tinggi dalam sepak bola. Austria unggul terlebih dahulu melalui Arnautovic pada menit 28, yang membuat pendukung Iran masih punya harapan masuk putaran kedua. Tapi, ketika Belghali menyamakan kedudukan 1-1 pada akhir babak kedua, harapan itu nyaris pupus.

Pada babak kedua, tendangan keras Sabitzer (pernah main di Liverpool) membuar Austria unggul 2-1 dan kembali menghidupkan peluang Iran. Namun demikian, dengan kematangan teknik dan pengalamannya, Ryad Mahrez mencetak gol balasan dan menjadikan skor 2-2 dan kembali mengubur harapan Iran. Ryad Mahrez juga mencetak gol lagi bagi Aljazair dan mengubah skor menjadi 3-2 pada menit 90+3.

Sekali lagi, drama pertandingan terakhir penyisihan group Piala Dunia ini sangat menarik hingga menit-menit akhir perpanjangan waktu. Aljazair mengira pertandingan akan segera berakhir. Jika Aljazair terus menang 3-2, maka Austria tersisih dan Iran masuk putaran kedua.

Di sini peran seorang pelatih menjadi sangat sentral. Tiba-tiba Ralf Rangnick memasukkan Sasa Kalajdzic ke dalam lapangan, walau waktu tambahan waktu hanya tinggal beberapa detik saja. Siapa yang menyangka jika skor akhir menjadi 3-3 setelah Austria memperoleh gol melalui sundulan kepala Kalajdzic pada menit 90+6. Dalam suatu proses transisi pertandingan dan counter-attack yang cepat, bola diumpan melambung ke tiang jauh, lalu disambut dengan sundulan kepala Michael Gregoritsch agar tidak keluar permainan, sebelum disundul kembali Kalajdzic ke gawang Aljazair dan menjadi gol. Skor menjadi 3-3, Austria masuk putaran kedua dan Iran yang tersisih. Itulan sepak bola dan itulah Turnamen Piala Dunia.

Aljazair dan Austria sama-sama melaju ke putaran kedua 32 besar mendampingi Argentina, tapi Iran harus tersisih, kalah selisih gol. Senegal menjadi peringkat ketiga tiga terbaik kedelapan yang masuk putaran kedua, dengan nilai 3 dan selisih gol +2 berkat kemenangan besar pada pertandingan terakhir melawan Irak.

Pertandingan sistem gugur 32 besar yang akan dimulai besok pasti tidak kalah seru dan menarik.

Pada keadaan seri sama kuat hingga akhir pertandingan, auran normal melalui perpanjangan waktu dan adu tendangan pinalti tetap akan dilakukan. Banyak cerita dramatis di balik ketentuan jadwal dan venue pertandingan atau menjelang putaran kedua Piala Dunia 2026. Misalnya, Kanada harus kehilangan status rumah, karena pertandingan terakhir kalah melawan Swiss, sehingga venue pertandingan Kanada vs Afrika Selatan akan dilaksanakan di Los Angeles, California.

Selamat menyaksikan pertandingan kedua yang lebih menarik.

*) Bustanul Arifin, Penikmat Sepakbola dan Kuliner

 



Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *