Headline Humaniora

Cabo Verde Kembali Membuat Kejutan, Mesir Berjaya

INDOWORK.ID, JAKARTA: Senin, 22 Juni 2026, Negara Kepulauan di lepas Samudra Atlantik di Afrika Barat Cabo Verde kembali membuat kejutan di Arena Piala Dunia 2026. Dalam Bahasa Indonesia, Cabo Verde disebut Tanjung Verde atau Kap Verde, walaupun negara berpenduduk tidak sampai 500.000 dan berbahasa Portugis itu tidak berkenan nama negaranya diterjemahkan ke dalam bahasa lain.

Setelah pada pertandingan pertama menahan Spanyol 0-0, kini Cabo Verde menahan imbang Uruguay 2-2, bahkan sempat unggul 1-0 melalui gol Kevin Pina di awal babak pertama, sebelum disusul Uruguay 2-1 melalui gol Maxi Araujo dan A Cannoblo di akhir babak pertama.

Gol tendangan bebas Pina memang sensasional dan cukup indah, karena mampu menerobos tembok pagar betis pemain belakang Uruguay; apalagi di tengah serangan bertubi-tubi Uruguay.

Pada babak kedua, Uruguay terus aktif menyerang Cabo Verde. Tapi, barisan belakang Cabo Verde memang cukup tangguh, sehingga kiper Vozinha tidak terlalu bekerja keras seperti sebelumnya. Gol kedua Cabo Verde diciptakan Helio Varela berawal dari kesalahan pemain belakang Uruguay yang tidak sempurna memainkan bola di daerah sendiri, hingga diserebot Varela dan menjadi gol, 2-2.

Fenomena kiper Vozinha di media sosial ternyata sangat menarik. Sebelum pertandingan melawan Spanyol, followers Vozinha, yang bermain di Liga 2 Portugal, di akun Instagram-nya hanya ribuan orang. Setelah membuat beberapa penyelematan di babak pertama, followers-nya melonjak menjadi 1,7 juta orang.

Lalu, ada orang bernama Casimiro, penggemar bola di Brazil, membeli hak siar ke FIFA untu menayangkan seluruh pertandingan Piala Dunia secara LIVE di YouTube, hanya untuk diakses di Brazil. Tentu saja followers Casimiro ini sudah jutaan orang.

Tiba-tiba di tengah siaran langsung Spanyol vs Cabo Verde itu, dia menyerukan followers-nya untuk follow akun Instagram Vozinha, karena beberapa aksi heroiknya di lapangan. Dalam satu jam, followers Vozinha bertambah satu juta orang, fenomena yang hanya terjadi di sepak bola. Sebelum pertandingan Uruguay vs Cabo Verde, followers Vozinha telah mencapai 13 juta orang, mengalahkan selebriti papan atas atau bahkan pemain NFL paling mahal seperti Patrick Mahomes, Travis Kelce dll.

Setelah pertandingan Uruguay vs Cabo Verde, followers Vozinha bertambah menjadi 15 jtua orang. Jumlah itu tentu masih jauh dibandingkan Christiano Ronaldo (666 juta), Lionel Messi (506 juta), Neymar Jr (235 juta), Kylian Mbappe (130 juta) dll.

SPANYOL TANGGUH

Pada pertandingan sebelumnya di Atlanta, Spanyol terlalu tangguh bagi Arab Saudi dan menang 4-0, melalui gol Lamine Yamal (Barcelona), Mikel Oyarzabal (Real Sociedad) dua gol dan satu lagi atas sambaran keras Marc Cucrella (Chelsea) yang tidak ditangkap sempurna kiper Al-Owais hingga mental ke tubuh Hassan Altambakti dan menjadi gol.

Pada akhir babak kedua, Spanyol sebenarnya menambah gol ke-5 melalui Ferran Torres (Barcelona), tapi akhirnya dianulir oleh VAR (video assistant referee), karena Torres telah berdiri pada posisi offside, sebelum mencetak gol. Dengan hasil ini, Spanyol memimpin klasemen sementara Group H, disusul Uruguay, Cabo Verde dan Saudi Arabia juru kunci.

Pada pertandingan Group G, Iran bermain imbang dengan Belgia 0-0 dan Mesir menang 3-1 atas Selandia Baru. Mesir memuncaki klasemen Group I, disusul Iran, Belgia dan Selandia Baru. Pada pertandingan terakhir, Mesir lawan Iran dan Belgia lawan Selandia Baru.

Selandia Baru unggul lebih awal melalui sundulan kepala Finn Surman (main di Portland Timbers, MLS) dari suatu set-piece tendangan penjuru, yang tidak terkawal dengan baik. Mirip dengan kebiasaan Bek Belanda Virgil van Dijk (Liverpool) yang tiba-tiba berada di depan gawang lawan, dan sering mencetak gol dengan sundulan kepala.

Mesir lebih aktif menyerang dari berbagai sisi, termasuk mengandalkan Mohammad Salah (Liverpool) di kanan dan Omar Marmoush (Manchester City) di sisi kiri. Gol yang diciptakan Mostafa Zico pada babak kedua, berasal dari gebrakan dari sayap kanan, bek kanan Mohammad Hany mengirim umpan lambung ke tengah, dan disambut sundulan kepala Zico.

Pada babak kedua, Selandia Baru juga lebih aktif bermain terbuka dan menyerang, serta terlihat tidak lagi melakukan man-to-man marking, seperti babak pertama. Mohammad Salah memanfaatkan momen terbuka itu dan mencetak gol dengan kaki kirinya yang terkenal. Gol M. Salah ini merupakan gol ke-68 bagi negaranya, masih kurang satu gol untuk menyamai rekor pemain legendaris Hossam Hassan (Pelatih Mesir sekarang) yang telah mencetak 69 gol bagi negaranya. Gol ketiga dicetak Mahmoud Hasan “Trezeguet”, memanfaatkan sepak pojok Salah.

Publik sepak bola Mesir dan dunia sebenarnya ingin melihat kiprah Si Anak Ajaib (Wonder Kid) umur 18 tahun Hamza Abdelkarim, yang sekarang bermain di Barcelona, lebih lama lagi. Tapi, Hossam Hassan hanya memberi kesempatan bermain 10 menit pada pertandingan pertama melawan Belgia, menggantikan M. Salah dan hanya beberapa menit saja pada pertandingan melawan Selandia Baru.

*) Bustanul Arifin, Penikmat Sepak Bola dan Kuliner



Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *