Humaniora

Sastra Reboan Angkat Kisah Rempah dalam Diskusi “Kisah Lelaki Itu dan Setampah Rempah”


  • 27 November 2025
  • 2 min read

INDOWORK.ID, Jakarta — Acara Sastra Reboan bertajuk “Kisah Lelaki Itu dan Setampah Rempah” digelar pada Rabu, 26 November 2025, di Aula Pusat Dokumentasi Sastra (PDS) HB Jassin, Taman Ismail Marzuki, Jakarta. Kegiatan ini menjadi ruang pertemuan bagi sastrawan, penulis, dan pecinta sastra untuk mendalami tema rempah sebagai bagian penting dalam sejarah dan kebudayaan Indonesia melalui perspektif sastra.

Agenda utama acara diisi dengan diskusi sastra dan penulisan yang menghadirkan sastrawan senior Martin Aleida serta penulis Dima Miranda. Dalam dialog interaktif tersebut, kedua narasumber mengulas karya-karya sastra yang menempatkan rempah tidak hanya sebagai komoditas ekonomi, tetapi juga sebagai elemen naratif yang sarat makna sejarah, identitas, dan pengalaman manusia.

Selain diskusi, kegiatan ini juga menghadirkan sesi pembacaan karya sastra, baik puisi maupun prosa, yang dilakukan oleh narasumber dan peserta. Pembacaan karya tersebut menjadi ciri khas Sastra Reboan, sekaligus sarana untuk menghidupkan kembali estetika narasi rempah dalam teks sastra.

Pembahasan mengenai tema rempah menjadi salah satu sorotan utama. Rempah dipandang sebagai simbol budaya yang turut membentuk identitas lelaki dan masyarakat dalam lintasan sejarah, sekaligus membuka ruang refleksi mengenai relasi antara sastra, memori kolektif, dan literasi.

Acara ini juga berfungsi sebagai wadah literasi terbuka, mempertemukan komunitas penulis, kritikus, serta pecinta sastra untuk saling bertukar gagasan dan pandangan mengenai perkembangan sastra kontemporer, khususnya di Jakarta.

Diskusi Sastra Reboan tersebut dipandu oleh moderator Kurnia Effendi dan Piet Yuliakhansa, yang mengarahkan jalannya dialog agar tetap dinamis dan mendalam, sesuai dengan semangat Sastra Reboan sebagai ruang diskusi sastra yang inklusif dan berkelanjutan.



Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *