Ibu Kota Roma, pada Jaman Kekaisaran Romawi[caption]
ROMA
Asal usul kota Roma tak diketahui secara pasti. Namun menurut legenda, kota Roma didirikan oleh Romulus pada tahun 713 SM. Meski pun demikian, para sejarawan menduga kota tersebut sudah ada jauh sebelum tahun itu. Sebab, sekitar abad ke-8 seb. M, terdapat banyak pemukiman di dataran Latium. Roma berkembang karena berada di jalur rute perdagangan garam yang melintasi sungai Tiber dalam perjalanan ke pantai. Kota itu dibangun di atas tujuh bukit yang erletak di pinggir sungai Tiber. Secara tradisional diyakini bahwa penguasa awal Roma adalah raja, mungkin berasal dari orang yang dikenal sebagai bangsa Etruria, yang diusir sekitar 500 SM.
Dalam perkembangan kemudian, kota Roma dijadikan pusat dari kekaisaran Romawi. Para penguasanya menjadi Kaisar setelah pemerintahan Augustus, yang wafat pada tahun 14 sebelum Masehi. Ekspansi berlanjut sampai Roma memerintah sebagian besar Eropa bagian barat dan selatan, Afrika Utara, dan sebagian Timur Tengah. Karena itu, Roma menjadi titik fokus dari budaya yang kaya dan mewah di mana sejumlah besar dihabiskan untuk bangunan. Kota itu membengkak berisi mungkin satu juta orang yang bergantung pada impor biji-bijian dan saluran air untuk air. Periode ini memastikan Roma akan tampil dalam menceritakan kembali sejarah selama ribuan tahun.
MILAN (MEDIOLANUM)
Kota Milan didirikan sekitar 400 SM oleh Insubres, populasi Galia yang hidup di sisi utara Sungai Po. Bangsa Romawi menaklukkan pemukiman pada 196 SM, dan menamainya Mediolanum, yang berarti 'tempat suci'. Karena lokasinya yang strategis antara rute komersial yang penting, serta topografi yang memungkinkan orang Romawi untuk mempertahankan diri dari suku-suku Jerman.
Roma menguasai Gallia Cisalpina (provinsi Romawi) dari Mediolanum. Pada 15 SM, Kaisar Augustus mendeklarasikan ibukota kota wilayah Transpadania.
Menjelang abad ketiga, Milan menjadi ibu kota Italia Utara. Ketika Kekaisaran Romawi dimekarkan menjadi Timur dan Barat, Kaisar Maximianus menjadikan Milan sebagai ibu kota Kekaisaran Romawi Barat.
Pada tahun 313 M, sebuah perjanjian yang disebut Edict of Milan ditandatangani. Melaui perjanjian tersebut, Kaisar Romawi Barat Constantine I menjadikan Kekristenan sebagai agama resmi.
Sepanjang abad ke-4 M, wilayah Kekaisaran Romawi di Italia Utara selalu diancam oleh orang barbar dari Danube dan Pegunungan Alpen. Setelah penaklukan oleh Visigoths pada tahun 402 M, ibu kota Kekaisaraan Romawi Barat dipindahkan dari Mediolanum ke Ravenna.
Pada 452 M, giliran orang Hun yang menaklukkan kota Milan. Semenjak itu, kekuatan suku-suku Jerman mulai merongrong Kekaisaran Romawi Barat. Puncaknya, pada musim panas 569 M orang Lombard, suku Teutonik menaklukkan menaklukkan kota Mila. Sebuah penaklukan yang menjadi awal dari penaklukan total dan runtuhnya Kekaisaran Romawi Barat
RAVENNA
Pada awalnya Ravenna adalah ibu kota Provinsi Ravenna, dalam regione Emilia-Romagna di Italia Utara. Kota ini dijadikan ibu kota Kekaisaran Romawi Barat, relokasi dari ibu kota Milan yang ditaklukkan oleh Visigoths. Ravenna berperan sebagai ibu kota sejak tahun 402 M sampai runtuhnya kekaisaran itu pada tahun 476 M.
Setelah jatuh Kekaisaran Romawi jatuh, kota Ravenna kemudian dijadikan sebagai ibukota Kerajaan Ostrogothic sampai ditaklukkan kembali oleh Kekaisaran Bizantium pada tahun 540 M. Setelah itu, kota ini ditetapkan sebagai pusat dari Kekaisaran Bizantium. Pada tahun 751 M, Kota Ravenna diinvasi oleh Lombard pada 751, sehingga dijadikan sebagai ibukota Kerajaan Lombard.
Meskipun merupakan sebuah kota yang terletak di pedalaman, Ravenna terhubung ke Laut Adriatik oleh Kanal Candiano. Kota ini dikenal karena arsitektur Romawi dan Bizantiumnya yang terpelihara dengan baik, dengan delapan bangunan yang belakangan ditetapkan sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO.
KONSTANTINOPEL
Kaisar Constantine melembagakan dua perubahan yang mempengaruhi Roma pada abad keempat. Pertama, ia masuk Kristen dan mulai membangun karya yang didedikasikan untuk sembahan barunya. Ia mengubah bentuk dan fungsi kota dan meletakkan fondasi untuk periode kedua setelah kekaisaran Romawi menghilang.
Kedua, ia juga membangun ibukota untuk Kekaisaran Romawi Timur di Konstantinopel. Memang, setelah Konstantinus, tidak ada kaisar yang menjadikan Roma, sebagai ibukota permanen.
Kekaisaran Romawi Timur atau Kekaisaran Bizantium adalah kelanjutan dari Kekaisaran Romawi di timur. Ibu kotanya adalah Konstantinopel (kini, Istanbul). Kota ini selamat dari fragmentasi dan kejatuhan Kekaisaran Romawi Barat pada abad ke-5 M..
Selama sebagian besar masa keberadaannya, Kekaisaran Romawi Timur memiliki sistem sosial-ekonomi dan budaya yang kuar. Hal ini dimungkinkan karena kekaisaran tersebut memiliki sistem politk dan kekuatan militer yang tangguh, bahkan tertangguh di seluruh kawasan Eropa. Baik
Sesungguhnya "Kekaisaran Bizantium" adalah istilah historiografis yang dibuat setelah akhir kerajaan. Seluruh warganya terus menyebut kerajaan mereka sebagai Kekaisaran Romawi. Mereka juga nganggap diri mereka sebagai orang Romawi. Yang membedakan mereka dari orang Romawi Barat adalah warisan Yunani, Kristen Ortodoks, dan koneksi regional mereka.
Seiring waktu, budaya Kekaisaran Romawi Timur berubah. Bahasa Yunani menggantikan bahasa Latin sebagai bahasa kekaisaran. Kekristenan (gereja Ortodoks) menjadi sangat menonjol dalam kehidupan sehari-hari, meskipun masa lalu budaya pagan Romawi masih memberikan pengaruh.
Kota Konstatinopel bertahan sebagai ibu kota dari Kekaisaran Romawi Timur selama seribu tahun berikutnya, sampai akhir jatuh ke kekuasaan Ottoman, Turki pada tahun 1453. Sejak itu, nama kota berganti menjadi Istambul, dan berlaku hingga sekarang. (bersambung)