INDOWORK, JAKARTA -- PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. telah menyiapkan berbagai strategi untuk mencapai target laba bersih senilai Rp3 triliun pada 2020.
Direktur Utama Bank BTN Pahala N. Mansury mengatakan selain menyiapkan strategi, perseroan juga masih memiliki pondasi bisnis yang kuat.
Hal ini tercermin dari rasio kecukupan modal (capital adequacy ratioCAR) sebesar 17,32 persen dan rasio kecukupan likuiditas (liquidity coverage ratioLCR) yang tercatat sebesar 136,31 persen.
“Kami optimistis target laba Rp3 triliun pada tahun ini akan tercapai karena didukung pondasi bisnis yang kuat dan lebih hati-hati serta potensi bisnis yang masih besar,” ujar nya dalam Media Briefing & Lunch di Kantor Cabang Bank BTN Cawang di Jakarta, Senin (1722020).
Pahala menjelaskan berbagai strategi yang menjadi fokus emiten bersandi saham BBTN ini yakni peningkatan produktivitas. Perseroan akan memaksimalkan berbagai platform termasuk terkait proses kredit dan infrastruktur data.
Strategi lainnya, yaitu mengembangkan model bisnis baru untuk dana ritel dan wholesale funding. Bank BTN terus meningkatkan digitalisasi dan otomatisasi pada tahun ini.
“Kami juga akan memaksimalkan kemitraan untuk membangun ekosistem di sektor properti dan perumahan,” kata Pahala.
Menurut Mantan Direktur Keuangan PT Pertamina (Persero) ini, bisnis 2020 masih dibayangi kondisi perlambatan ekonomi. Namun, Bank BTN memiliki peluang bisnis yang terbuka lebar.
Berbagai sentra muncul dari tren urbanisasi, peningkatan kelas menengah, pengembangan infrastruktur, hingga pemindahan ibu kota negara.
Selain itu, potensi perumahan di tipe rumah berkisar Rp150 juta-Rp300 juta masih jauh dari titik jenuh. Kondisi tersebut, nilai Pahala, pun menjadi tanah subur yang siap digarap. Era digital disruption yang kian menguat juga menjadi bisnis menarik bagi perseroan terutama dalam mengembangkan lini digitalnya.
Dengan varian strategi dan peluang itu, pada tahun kabisat ini, Pahala juga yakin BBTN mampu mencatatkan pertumbuhan kredit di level 10 persen secara tahunan (year-on-yearyoy).
Pada tahun ini, Bank BTN juga telah meluncurkan produk bundling dana yang menawarkan berbagai kemudahan. Dengan produk anyar tersebut, BTN juga optimistis dana pihak ketiga (DPK) pun dibidik naik berkisar 13 persen hingga 15 persen yoy dan aset meningkat 6 persen hingga 8 hingga yoy.
- Sun, May 2026
Pahala Optimistis BTN Raih Laba Rp3 Triliun
17 Feb, 2020
8 mins read
158,826 views
Related posts
Follow us
Categories
- Infrastruktur (301)
- Bisnis (299)
- Jalan (293)
- lainnya (288)
- Figur (286)
Lastest Post
L
Your experience on this site will be improved by allowing cookies
Cookie Policy
These cookies are essential for the website to function properly.
These cookies help us understand how visitors interact with the website.
These cookies are used to deliver personalized advertisements.