INDOWORK.ID, JAKARTA: Di pintu King Fahd aku tercenung. Senja merambat renta. Rembulan berkalang melipat malam. Payung payung raksasa di halamanmu yang luas belum lagi menutup. Dingin angin mengiris kulit.
Nun di ujung sana, puncak Jabal Uhud memerah. Seakan darah para syuhada, baru kemarin tertumpah. Puncak Dar El Taqwa dan Taibah Suite yang megah, tunduk pada menaramu yang anggun.
Jejak keagunganmu terpatri jelas di sini wahai Rasul. Aku tunduk tadarru di keluasan samudera akhlakmu, di kanopis langit cintamu. Ketika alunan azan merambat di gunung gunung batu, marayapi relung relung hati, mengerjap di kerlip bintang sore, aku terpana pada pengikutmu yang menyemut menyungkur diri. Mendamba ridho Illahi.
Ketika keningku membentur lantai di depan Raudah.
Kristal dari mataku berhambur deras.
Rinduku lilin yang leleh.
Berahakkah aku melantunkan seuntai doa?
Cukupkah sayaratku tuk menjadi seorang pengikutmu?
Adakah ampunan bagi dosaku tak bertepi?
- Sun, May 2026
Nukilan Tarikh Hasan Zein Mahmud: Masjid Nabawi
13 Sep, 2020
3 mins read
85,931 views
Related posts
Follow us
Categories
- Infrastruktur (301)
- Bisnis (299)
- Jalan (293)
- lainnya (288)
- Figur (286)
Lastest Post
L
Your experience on this site will be improved by allowing cookies
Cookie Policy
These cookies are essential for the website to function properly.
These cookies help us understand how visitors interact with the website.
These cookies are used to deliver personalized advertisements.