INDOWORK.ID, JAKARTA: Deputi Bidang Pengendalian Pelaksanaan Penanaman Modal Kementrian InvestasiBKPM Imam Soejoedi mengindikasi dahulu banyak investor asing masuk ke daerah, namun kurang memberikan kesempatan kepada pelaku usaha di Povinsi NTT.
“Dari mulai sektor engineering, konstruksi, sub kontraktor, supplychain, sampai dengan catering-nya diberikan kepada anak perusahaan atau pemegang saham dari negara tersebut. Jadi yang mendapat pekerjaan hanya perusahaan itu-itu saja,” kata Imam, Sabtu (2252021).
Imam menemui langsung para pelaku usaha di Provinsi NTT. Saat pertemuan, ada beberapa hal yang terdeteksi sebagai hambatan yakni, infrastruktur, tumpang tindih perizinan, pembebasan lahan, dan kebijakan sektoral.
“Kita akan bantu maksimal, namun pengusaha harus mampu mendorong perekonomian lokal dan regional. Pelaku usaha harus memberikan kesempatan sebanyak-banyaknya di mana proyek tersebut berada untuk bisa berkolaborasi, berkembang, dan sukses bersama,” tutur Imam.
Ini ialah salah satu strategi Kementrian InvestasiBadan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) dalam memfasilitasi para pelaku usaha, baik Penanam Modal Asing (PMA) maupun Penanam Modal Dalam Negeri (PMDN) dalam menyelesaikan hambatan rencana investasi.
Imam juga menjelaskan bahwa Kementrian InvestasiBadan Koordinasi Penanaman Modal terus berkomitmen membantu investor dalam menghadapi permasalahan, yang nantinya bisa berkolaborasi dengan pelaku usaha agar berkembang dan sukses.
- Sun, May 2026
Kementerian Investasi Dorong Kelesuan Bisnis di NTT
23 May, 2021
5 mins read
146,818 views
Related posts
Follow us
Categories
- Infrastruktur (301)
- Bisnis (299)
- Jalan (293)
- lainnya (288)
- Figur (286)
Lastest Post
L
Your experience on this site will be improved by allowing cookies
Cookie Policy
These cookies are essential for the website to function properly.
These cookies help us understand how visitors interact with the website.
These cookies are used to deliver personalized advertisements.