• Sun, May 2026

Inilah Cerita Halusinasi yang Melahirkan Jakarta Weltevreden

Inilah Cerita Halusinasi yang Melahirkan Jakarta Weltevreden

INDOWORK.ID, JAKARTA: Puasa adalah proses graduation. Proses transformasi. Proses menaikkan peringkat. Puasa adalah madrasah lanjutan. Yang diundang masuk hanya mereka telah memiliki serifikat sebagai orang beriman. Kelak lulusannya akan mendapat gelar orang bertakwa (QS 2:183) dan orang yang bersyukur (QS 2:185) Transformasi itu ibarat kepompong berubah menjadi kupu. Jelas perbedaannya, kualitas, kemampuan maupun keindahannya. Untuk naik peringkat kita harus lulus menempuh banyak subjek. Ini dua diantaranya. Pertama, subjek kejujuran. Terlihat sebagai mata pelajaran gampang. Untuk persisten bersikap jujur, seseorang harus mampu setiap detik menghadirkan Allah dalam hatinya. Tanpa kehadiran Allah, alangkah mudahnya orang berpuasa mencuri minum di siang hari. Pasti lebih mudah ketimbang pejabat ular menyusun strategi korupsi. [caption id="attachment_10900" align="alignleft" width="300"] Hasan Zein Mahmud[/caption] Kedua, terjadi peningkatan kepekaan, kepedulian, dan keluhuran sosial. Sebagian dari kita, tanpa puasa tak pernah paham rasa lapar. Hidup berkelimpahan. Boros dan mubazir. Setelah lulus subjek, tentu bertransformasi menjadi orang yang ringan tangan membantu. Dermawan dalam berinfaq. Tak cuma itu, tapi akan menjalani hidup secara lebih bersahaja, berhenti pamer. Berhenti melakukan perbuatan berlebihan dan perbuatan sia sia Sahabat muslim, sudah lulus kah kita? *) Dituis oleh Hasan Zein Mahmud, Redaktur Khusus Indowork.id
Your experience on this site will be improved by allowing cookies Cookie Policy