,INDOWORK.ID, JAKARTA: Maskapai penerbangan jadi salah satu perusahaan yang terkena imbas akibat pandemi Covid-19. Setelah sebelumnya ada maskapai nasional yang menawarkan pensiun dini para pegawai. Kini, Sriwijaya Air juga ikuti jejak tersebut.
Sriwijaya Air mengambil langkah untuk merumahkan pegawai ialah cara menyelamatkan perusahaan. Informasi berasal dari memo internal Sriwijaya Air yang beredar. Ditandatangani Direktur Sumber Daya Manusia Anthony Raymond Tampubonon, pada 21 Mei 2021.
Sriwijaya meneruskan, pegawai yang dirumahkan adalah pegawai tetap dan pegawai dengan perjanjian kerja waktu tertentu (PKWT) akan menerima uang pisah.
Kebijakan uang pisah dibedakan berdasarkan masa kerja. Pegawai yang menerima uang pisah senilai 1 bulan gaji, ialah mereka yang berkerja lebih dari 1 tahun dan kurang dari 3 tahun.
Sedangkan pegawai yang menerima 2 bulan gaji, yakni mereka yang sudah bekerja lebih dari 3 tahun dan kurang dari 6 tahun.
Sementara yang menerima 3 bulan gaji, yakni mereka yang bekerja lebih dari 6 tahun.
Sriwijaya Air juga membebaskan biaya penalti kontrak kerja, tetapi tidak termasuk pinjaman dana perusahaan bagi karyawan yang disetujui permohonan pengunduran dirinya.
Namun, dalam proses perumahan pegawai, pihak Sriwijaya memiliki komitmen memanggil kembali pegawai, jika ada penambahan operasional pesawat.
- Sun, May 2026
Imbas Pandemi, Sriwijaya Air Rumahkan Sejumlah Pegawai
25 May, 2021
5 mins read
72,954 views
Related posts
Mengganggu Lalu Lintas, Warga Kampung Sawah Protes Dapur MBG Jagakarsa 008 Milik Politikus Gerindra
14 Feb, 2026
19 mins read
70,580 views
"Ngeyel Tingkat Tinggi" Penawaran Harga Private Placement
27 Jun, 2025
5 mins read
158,767 views
Follow us
Categories
- Infrastruktur (301)
- Bisnis (299)
- Jalan (293)
- lainnya (288)
- Figur (286)
Lastest Post
L
Your experience on this site will be improved by allowing cookies
Cookie Policy
These cookies are essential for the website to function properly.
These cookies help us understand how visitors interact with the website.
These cookies are used to deliver personalized advertisements.