Headline Humaniora

Yusron Sjarief Jadi Ketua Umum Astrabi, Lanjutkan Perjuangan Anwar Albatawi



single-image

INDOWORK.ID, JAKARTA: Asosiasi Pencak Silat Tradisi Betawi Indonedia (Astrabi) menggelar musyawarah istimewa untuk mengangkat ketua umum baru. Musyawarah yang digelar  di Perkampungan Budaya Betawi Setu Babakan Jakarta Selatan, Rabu (05/01/2022), menetapkan Yusron Sjarief menggantikan Anwar Albatawi.

Musyawarah istimewa tersebut digelar untuk memilih Ketua umum baru setelah meninggalnya ketua umum sebelumnya, yaitu Anwar Anwar. Almahrum Anwar wafat pada pada 26 Juli 2021 karena sakit.

Dalam acara istimewa tersebut turut hadir Dewan Pembina Astrabi Beky Mardani, Dewan Penasehat Abu Sadeli, serta Dewan PP dan perwakilan Korwil Astrabi di Jakarta dan sekitarnya.

Beky Mardani mengharapkan pengurus pusat Astrabi tetap solid dan kompak melanjutkan amanah dan perjuangan almarhum Anwar Albatawi yang mempunyai cita-cita mulia. Anwar ingin menjadikan silat sebagai tradisi yang dapat berprestasi di tingkat lokal, nasional, dan internasioanl. “Astrabi harus siap melanjutkan program yang belum terlaksana akibat pandemi Covid-19 dua tahun terakhir,” kata Anggota Forum Pengkajian dan Pengembangan Perkampungan Budaya Betawi Setu Babakan tersebut.

Asosiasi pencak silat ini berdiri didahului oleh dua kegiatan besar yakni Lebaran Pendekar pada 2015 dan Pagelaran 1.000 Pangsi pada 2016. Kedua kegiatan di Bundaran HI itu mampu menggalang ratusan perguruan silat tradisi betawi yang ada di Jabodetabek.

Beky yang juga Ketua Umum Lembaga Kebudayaan Betawi (LKB) berharap Astrabi mempersiapkan diri mengawal dan menjadikan silat maen pukul Betawi sebagai ekstra kulikuler di sekolah Jakarta, sejalan dengan muatan lokal di sekolah tersebut.

MENGEMBAN AMANAH

Yusron Sjarief

Sementara itu Yusron mengatakan bahwa ia berkomitmen penuh untuk menjalankan amanah tersebut. “Terima kasih atas amanah ini. Mohon doa dan dukungan semua pihak agar saya dapat mengemban amanah ini dengan baik,” ujarnya.

Yusron diharapkan mampu melanjutkan program pengurus sebelumnya untuk melestarikan pencak silat Betawi dan menjadi lebih baik di tangan ahlinya. Tokoh Betawi ini dikenal sebagai aktivis budaya yang sering menjuri Abang None Jakarta yang digelar oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Pria kelahiran Jakarta 27 Januari 1963 ini adalah wartawan senior yang memiliki jam terbang tinggi di RCTI,TV One, Metro TV, dan SCTV. Di ranah kebetawian cucu ulama kharismatik Guru Muhammad Amin tersebut aktif sebagai penasehat Forum Jurnalis Betawi, Lembaga Kebudayaan Betawi, dan Permata Muhammat Husni Thamrin (MHT).

Selepas berkarir di dunia media massa Sarjana Imu Kesejahteraan Sosial jebolan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia ini menjadi pengusaha.

Baca juga: Mardani Ali Sera Cermati PBB Setu Babakan(Buka di tab peramban baru)

Leave a Comment

Your email address will not be published.

Berita Lainnya