• Sun, May 2026

Analisis Biaya-Manfaat Listrik Digagas oleh TNP2K, Ditujukan untuk Rakyat

Analisis Biaya-Manfaat Listrik Digagas oleh TNP2K, Ditujukan untuk Rakyat

INDOWORK, JAKARTA: Meskipun baru menjadi terkenal di kalangan ekonom dalam beberapa dekade terakhir, topik analisa biaya manfaat (cost-benefits analysis) telah hadir sejak lama. Di bidang pasokan listrik, model analisa biaya-manfaat makin populer. Mengutip Perst dan Turvey (1965, 681), Tshimangadzo Booi Tremeli (Januari, 1991) menyatakan bahwa analisa biaya manfaat diperkenalkan oleh seorang insinyiur Perancis, Jules Dupuit (1804-1866). Dalam pembahasannya, Dupuit mencakup beragam topik seperti identifikasi manfaat, surplus konsumen, diskriminasi harga, kualitas produk, efisiensi dan distribusi manfaat, dan peran negara dalam perkeretaapian. Selanjutnya Alfred Marshall, sorang ahli ekonomi dari Inggris pada 1890-an, mengaplikasikan model analisa gagasan tersebut sebagai pendasaran untuk membuat kebijakan yang berkaitan dengan kehidupan publik. Sumbangan terbesarnya adalah menunjukkan perilaku konsumen dalam membeli suatu barang. Dia mengatakan bahwa konsumen akan membeli suatu barang jika manfaat marginalnya lebih besar daripada biaya marginalnya. Saat ini, analisis biaya-manfaat digunakan oleh pemerintah di seluruh negara maju dan berkembang sebelum membuat keputusan investasi di sektor infrastruktur publik seperti irigasi, tenaga listrik, air, dan transportasi. Di bidang pasokan listrik, model analisa biaya-manfaat mulai diperkenakan pada akhir 1950-an dan awal 1960-an oleh para ekonom di negara-negara seperti Prancis, Uni Soviet, Inggris dan Skotlandia (https:core.ac.ukdownloadpdf
Your experience on this site will be improved by allowing cookies Cookie Policy