Selat Hormuz Ditutup, Rusia Paling Diuntungkan
- 14 March 2026
- 2 min read
INDOWORK.ID, JAKARTA: Dalam kondisi perang seperti ini, yang paling diuntungkan dari tertutupnya selat Hormuz adalah Rusia. Produsen minyak bumi terbesar ketiga dunia itu kini panen raya. Kalau karena embargo AS tadinya minyaknya dijual dengan diskon, kini berbalik mendapat harga premium.
Sementara itu, yang paling antisipatif adalah China. Importir minyak bumi terbesar dunia itu, telah menumpuk cadangan besar. Selain itu telah pula siap dengan pipanisasi minyak dari Siberia dan Myanmar plus pipanisasi gas dari Turkmenistan dan Kazakhstan.
Yang paling terpukul justeru konconya AS yaitu Taiwan, Jepang, Korsel. Mereka rata-rata mengimpor 90% kebutuhan minyak bumi. India, walaupun produksi minyaknya lebih besar dari Indonesia, tetap terpukul, karena kebutuhan yang sangat besar. Untunglah setelah sungkem kepada AS, diizinkan untuk impor dari Rusia.
Di Asia Tenggara, Philipina, Thailand terancam krisis energi.
Indonesia mengimpor hampir 70% kebutuhan minyak bumi. Runyamnya sebagian besar sumber impor perlu melewati selat Hormuz.

Seandainya kita antisipatif seperti China, kita tak perlu terlalu menderita. Kita punya gas alam lumayan. Kita eksportir batubara terbesar dunia. Potensi EBT dari alam yang luar biasa. Panas bumi, air, angin, matahari.
Cuma karena petinggi negeri menghabiskan waktunya untuk citra, berlagak dan framing, kini kita harus kempang kempis Semoga terhindar dari krisis.
*) ditulis oleh Hasan Zein Mahmud, Ekonom dan Investor Saham.


Leave a reply
Your email address will not be published. Required fields are marked *