Lainnya Oase

APA MAKNA PERENCANAAN KEUANGAN?



single-image
Hasan Zein Mahmud

Tiap individu atau organisasi pesti membutuhkan perencanaan. Disadari atau tidak. Mungkin hanya anak kecil dan orang gila yang tidak memiliki perencanaan. Batapa tidak! Mengambil analogi perjalanan, perencanaan merupakan gambaran atau keputusan atau tekad tentang terminal yang hendak kita tuju, rute yang aka kita lalui, kendaraan yang akan digunakan, target waktu yang tersedia, dan seterusnya. Perencanaan memiliki fungsi menggerakkan,  karena  manusia digerakkan oleh tujuan yang ingin dia capai. Perencaaan menjadi alat mengukur pencapaian. Dimana posisi kita?. Apakah posisi kita lebih maju atau di belakang rencana?.

Perencanaan mungkin dirumuskan secara rinci dan tertulis, atau cukup disimpan di dalam otak seseorang. Bagi suatu organisasi, terutama organisasi formal seperti unit usaha atau organisasi pemerintahan, karena melibatkan orang banyak untuk mencapai satu tujuan, maka perencanaan harus dirumuskan secara tertulis, jelas dan rinci. Dalam suatu organisasi, perencanaan memiliki fungsi penyamaan persepsi. Ibarat menarik sebuah kereta dengan menggunakan beberapa ekor kuda, maka kereta hanya akan sampai ke tujuan bila kuda kuda itu bergerak ke arah yang sama.

Di sini perencanaan juga memiliki fungsi penggerak atau pemberi tugas (task setting). Tujuan organisasi kemudian dipilah menjadi tujuan masing masing unit dalam organisasi, bahkan diterjemahkan ke dalam tugas masing masing individu dalam ornagisasi. Perencanaan juga memiliki  fungsi tolok ukur pencapaian (bench marking), keberhasilan satu unit atau satu individu dalam organisasi, hanya mungkin dilakukan secara objektif bila ada tujuan yang dirumuskan secara terukur, sebagai pembanding. Perencanaan juga memiliki fungsi pengukuran efisiensi, dan banyak lagi.

Dengan alur pikir serupa, perencanaan keuangan  merupakan rumusan tentang tujuan keuangan yang ingin dicapai dan langkah langkah yang diperlukan untuk mencapai tujuan itu. Bagi organisasi usaha, tujuan itu bisa berbentuk target ekspansi, perbaikan struktur modal dan semacam itu. Bagi individu, tujuan finansial itu bisa berupa rencana pendidikan anak anak, membeli rumah atau mobil baru, melunasi utang, mengembangkan hobi, sumbangan sosial, karitas dan semacamnya.

Rubrik ini ditujukan untuk segmen individu, bukan organisasi. Perencanaan keuangan untuk organisasi usaha sudah berkembang sejak lama, termasuk dalam kurikulum sekolah-sekolah bisnis. Disiplin seperti budgeting, managerial accounting, business plan, forecasting financial statement dll, pada dasarnya terkait dan berurusan dengan perencanaan keuangan organisasi usaha. Sementara perencanaan keuangan individu (private financial planning) baru berkembang beberapa tahun belakangan. Padahal menurut saya perencanaan keuangan pribadi lebih krusial ketimbang perencanaan keuangan organisasi usaha. Pertama karena organisasi usaha memiliki tenaga ahli dan berpengalaman, sementara tidak tiap rumah tangga memiliki pengetahuan tentang perencanaan  dan pengelolaan keuangan. Kedua, perencanaan keuanagn individu memiliki lingkup yang lebih luas, bisa mencakup investasi, rencana pensiun, sampai hal hal yang sangat personal seperti pendidikan anak, naik haji dan semacamnya.

Kini, terutama di negara negara maju, berkembang profesi perencana keuangan pribadi, financial planner atau private financial planner. Mereka adalah profesional yang menyelenggarakan praktek seperti ahli hukum atau dokter, dengan menawarkan jasa untuk menyusun rencana keuangan pribadi atau keluarga yang meliputi lingkup yang sangat luas, seperti manajemen arus kas, perencanaan pendidikan, rencana investasi, manajemen risiko, rencana asuransi, pembelian real estat, dan banyak lagi.

Dalam menjual jasanya para profesional perencana keuangan itu melakukan apa yang mereka sebut sebagai personal financial planning. Dari namanya kita tahu bahwa fungi utamanya adalah membimbing para klien mereka merumuskan perencanaan keuangan, membuat strategi yang rinci yang cocok dengan kondisi dan situasi khusus yang dihadapi klien yang bersangkutan. Perencanaan keuangan dengan skema demikian hanya mungkin dilakukan dengan prinsip know your customer! Seorang perencana keuangan harus melakukan dialog yang intens dengan kliennya, untuk mengetahui semua informasi yang relevan tentang kliennya, seperti tujuan khusus yang ingin dicapai, kondisi keuangan saat ini, neraca keluarga, budget keluarga dan seterusnya. Rubrik di media massa, tentu saja, hanya bersifat umum, kecuali ada klien yang ingin kasusnya dibuka dan dibedah dalam forum semacam ini

Di negara maju telah pula populer gelar Certified Financial Planner (CFP) yang diberikan oleh sebuah organisasi (assayer) bernama Certified Financian Planner Board of Standard, untuk orang orang yang telah lulus ujian yang mereka selenggarakan dan memenuhi kriteria yang mereka tetapkan, baik menyangkut kompetensi maupun etika

Jadi, Rubrik ini bertujuannya untuk membantu individu agar mereka bisa melek keuangan, membuang sikap tidak peduli terhadap keuangan (financial ignorance). Saya memiliki teman seorang pensiunan bintara polisi, yang hidup sangat sederhana, tapi tiga anaknya menjadi sarjana semua, dan jebolan perguruan tinggi ternama di Indonesia. Saya juga memiliki teman pensiunan dini dari sebuah BUMN besar dengan golden hand sake lebih dari Rp 1 miliar rupiah, tapi mengalami kesulitan keuangan, satu tahun sejak pensiun. Dimana letak perbedaannya? It is financial planning, stupid!. Perencanaan Keuangan. Sekali lagi perencanaan keuangan!. People never paln to fail, they fail to plan. Orang tidak pernah berencana untuk gagal, tapi mereka gagal membuat rencana. Lebih dari itu, vision witahout action is a day dream, but action withaout vision is a nightmare. Visi tanpa aksi adalah mimpi siang hari, tapi aksi tanpa visi adalah mimpi buruk di malam hari.

Rubrik ini, insyaallah, akan hadir seminggu sekali, setiap hari Senin, untuk membantu masyarakat yang ingin mengetahui serba serbi perencanaan keuangan indivudu dan keluarga. Runrik ini juga membuka dialog interaktif. Pembaca diundang untuk mengajukan pertanyaan, dan saya akan mecoba menjawab pertanyaan pertanyaan yang diajukan, lewat rubrik ini.

Tulisan ini dibuat oleh Hasan Zein Mahmud, Praktisi Pasar Modal.

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published.

Berita Lainnya