Headline INFRASTRUKTUR

Hutama Karya Bertahan di Masa Krisis. Bagaimana Caranya?



single-image

INDOWORK.ID, JAKARTA: Meski di tengah penurunan ekonomi dunia semenjak Covid-19 melanda, selama 365 hari PT Hutama Karya (Persero)  bertahan melalui masa krisis dengan berbagai terobosan baik dari sisi teknologi konstruksi, budaya kerja, optimalisasi QHSSE, hingga efisiensi HPP pada seluruh proyek yang sedang digarap.

Keberhasilan perusahaan dalam melalui masa sulit dan mempertahankan kinerja yang baik tak lepas dari dukungan pemegang saham hingga stakeholder. D isamping itu, pembangunan infrastruktur yang masih menjadi poin utama pemerintah menjadi nilai tambah perusahaan dalam mempertahankan portofolio yang baik sebagai perusahaan pengembang infrastruktur terkemuka Indonesia.

Presiden RI, Joko Widodo melalui akun resmi Instagram @jokowi, bahwa dalam 6 tahun terakhir ini, pemerintah terus membangun infrastruktur penghubung antar daerah, bukan hanya berupa jalan tol, jalur kereta api, jalur penerbangan, dan tol laut saja, tetapi juga konektivitas digital yang menjangkau seluruh wilayah Indonesia.

Infrastruktur digital tersebut bukan hanya untuk mengintegrasikan ekonomi nasional, namun juga mempermudah dan mempermurah arus logistik. Jokowi juga menyampaikan bahwa kehadiran infrastruktur adalah untuk meningkatkan konektivitas budaya, gagasan, dan semangat sebagai sebuah bangsa besar, serta untuk semakin memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia. Nantinya, konektivitas fisik dan digital juga bisa dimanfaatkan untuk berbagi pengalaman dalam membangun daerah dan desa, mengingat ada 75 ribu desa, 514 kabupaten/kota, yang tersebar di 34 provinsi di Indonesia.

PENDAPATAN STABIL PADA KUARTAL III 2020

Hingga Kuartal III 2020, perusahaan mencatatkan kinerja operasional dan keuangan yang stabil dengan membukukan pendapatan senilai Rp 14.063 Triliun. Pendapatan masih didominasi oleh lini bisnis Jasa Konstruksi sebesar 84,31% dan Pengoperasian Jalan Tol sebesar 10,46%. Hutama Karya juga mencatatkan kenaikan ekuitas yang didorong oleh pencairan Penyertaan Modal Negara (PMN) sebesar Rp 3,5 Triliun pada Juli 2020 dan akhir tahun 2020 kembali memperoleh PMN melalui program Pemulihan Ekonomi Nasional sebesar Rp 7,5 Triliun.

Penambahan Modal Negara ini akan digunakan untuk membiayai beberapa ruas Jalan Tol Trans Sumatera antara lain ruas Pekanbaru – Dumai, ruas Terbanggi Besar – Pematang Panggang – Kayu Agung, ruas Simpang Indralaya – Muara Enim dan ruas Pekanbaru – Padang seksi Pekanbaru – Pangkalan.

Direktur Utama Hutama Karya Budi Harto menyampaikan bahwa meski sedang dihadapkan pada tekanan pandemi Covid-19 yang berdampak kepada hampir seluruh sektor industri baik nasional hingga internasional, perusahaan bersyukur masih dapat menjaga kinerja keuangan pada level yang cukup stabil. “Kami optimis kinerja Hutama Karya akan terus bangkit seiring perolehan sejumlah kontrak baru.”

MAKSIMALKAN HUMAN CAPITAL

HK juga telah memaksimalkan potensi human capital yang dimiliki oleh Hutama Karya. Tentu kami berharap, di tahun depan pandemi ini dapat segera berlalu, sehingga Hutama Karya siap menorehkan kembali kinerja maksimal seperti tahun-tahun sebelumnya.

Hingga September 2020, Hutama Karya telah memperoleh kontrak baru sebesar Rp11,27 Triliun dengan kontribusi terbesar berasal dari pekerjaan jalan dan jembatan. Pada awal November 2020, Hutama Karya baru saja meraih proyek dari Kementerian PUPR untuk pembangunan irigasi rawa untuk pengembangan Food Estate di Kalimantan Tengah dan proyek dari Angkasa Pura I untuk peningkatan daya dukung perkerasan Runway Eksisting serta perpanjangan Runway Bandara Internasional Lombok.

Kemampuan Hutama Karya untuk tumbuh didukung oleh kondisi keuangan hingga kuartal III 2020 dimana perusahaan membukukan kas dan setara kas berada pada posisi Rp 8,51 Triliun. Dari aspek solvabilitas, gross gearing ratio dan net gearing ratio masing – masing berada pada level 0,34 kali dan 0,04 kali apabila tidak memperhitungkan utang yang dijamin Pemerintah dimana 83% dari total utang perusahaan dijamin penuh oleh Pemerintah berdasarkan Perpres No. 100 Tahun 2014.

TETAP MELAJU DI TENGAH PANDEMI

Ditengah tantangan Pandemi Covid-19, Hutama Karya membuktikan bahwa perusahaan tetap mampu menjalankan serta menyelesaikan seluruh proyek pembangunan infrastruktur yang sedang digarap.

Selain kembali berhasil merampungkan dan mengoperasikan 2 (dua) ruas tol baru di JTTS yakni ruas tol Pekanbaru – Dumai dan Sigli – Banda Aceh Seksi IV, Hutama Karya juga menggarap konstruksi 8 (delapan) ruas JTTS, diantaranya Tol Sigli – Banda Aceh (60 Km) dengan total progres konstruksi mencapai 63%, Tol Pekanbaru – Pangkalan (83 Km) dengan progres konstruksi mencapai 41%, Tol Padang – Sicincin (37 Km) dengan progres konstruksi mencapai 34%, Tol Bengkulu – Taba Penanjung (18 Km) dengan progres konstruksi 85%, Tol Sp. Indralaya – Muara Enim (121 Km) dengan progres konstruksi 19%, Tol Binjai – Langsa (131 Km) dengan progres konstruksi 27%, Tol Kuala Tanjung – Tebing Tinggi – Parapat (143 Km) dengan progres konstruksi 53% dan Tol Indrapura – Kisaran (48 Km) dengan progres konstruksi 16%. Sehingga total panjang JTTS yang dibangun hingga penghujung tahun 2020 yakni 1.156 Km dengan 643 Km ruas sedang konstruksi dan 513 Km ruas sudah beroperasi.

SELESAIKAN PROYEK INFRASTRUKTUR

Tak hanya itu, perusahaan juga berhasil menyelesaikan beberapa proyek infrasktruktur lain yang tersebar di seluruh penjuru negeri diantaranya Proyek Double-Double Track Manggarai di DKI Jakarta, Tanggap Darurat Sungai Radda dan Sungai Rongkong serta Tanggap Darurat Jalan dan Jembatan Bailey di Luwu Utara, Villa Six Sense di Bali, Bandara Pattimura Ambon di Maluku, Bendungan Ladongi di Sulawesi Tenggara, hingga 2 (dua) proyek gedung yakni pembangunan IDB Universitas Jember di Jawa Timur dan Pembangunan kampus Untirta di Banten. Tentu dengan rampungnya proyek-proyek prioritas diatas dapat memberikan manfaat bagi masyarakat khususnya di wilayah sekitar proyek.

Walau pandemi Covid-19 menghantui sejumlah industri sepanjang tahun 2020, namun beberapa proyek yang digarap oleh perusahaan masih dapat terus berjalan dengan progress yang cukup baik, tentu dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat di lingkungan proyek. Tercatat dalam satu tahun kebelakang, sebanyak 32 (tiga puluh dua) proyek Hutama Karya baik Join Operation (JO) maupun Non JO tetap berjalan tanpa kendala khusus dengan progres melebihi 50%. Angka ini terdiri dari 5 (lima) Proyek Gedung, 14 (empat belas) Proyek EPC, dan 13 proyek infrastruktur lainnya.

Proyek infrastruktur yang masih terus berjalan di 2020 antara lain Proyek Pembangunan JTTS Raus Tebing Tinggi – Indrapura (82%), Proyek Dermaga Tanjung Mas (78%), Proyek Jalan Oecussie di Timor Leste (66%), Proyek Waduk Gongseng Lanjutan (61%), Proyek Dermaga Peldam 2 Tanjung Mas (51% ), Proyek Irigasi Lhok Gucci (75%), Proyek Air Limbah Pekanbaru (82%), Proyek Irigasi Batang Toru (54%), Proyek Jembatan Pulau Balang II (96%), Proyek Bendungan Semantok (60%) Proyek Bandara Wirasaba Purbalingga (94%), Proyek Waduk Bendo Lanjutan (71%) dan Proyek Bendungan Ladongi Lanjutan (64%). Kemudian untuk proyek gedung yang berhasil dikebut oleh perusahaan adalah Proyek Apartemen Pluit Seaview (95%), Proyek Rusun Daan Mogot (99%), Proyel Hotel Terminal 3 Ultimate Soetta (99%), Proyek Rumah Sakit Mata Manado (91%) dan Proyek Apartemen UIII Depok (68%).

Sedangkan untuk Proyek EPC yakni Proyek PLTU Kendari (91%), Proyel PLTU Ampana (96%), Proyek PLTM Harjosari & Lambur (76%), Proyek PLTM Lambur (82%), Proyek PLTM Harjosari (72%), Proyek PLTGU Tambak Lorok (83%), Proyek PLTGU Muara Tawar Add On (80%), Proyek PLTM Gunungwugul (99%), Proyek PLTM Parmonangan 2 (97%), Proyek PLTGU Riau (86%), Proyek Jargas Musi Rawas-Musi Banyuasin (85%), Proyek Pabrik Gula Djatiroto (99%), Proyek Pipa Gas Tanjung Batu Kaltimra (98%), dan Proyek Pipa CB-III Lomanis-Tasik (56%).

MENGHUBUNGKAN KEBAIKAN

Tak berhenti sampai disitu, dengan semangat optimisme sebagai wujud eksistensi BUMN bagi masyarakat, Hutama karya selalu berupaya untuk menghubungkan kebaikan melalui pembangunan infrastruktur dengan mengembangkan proyek baru. Adapun selama tahun 2020, Hutama Karya berhasil meraih 12 proyek baru setelah melalui proses tender yang cukup panjang dengan situasi Adaptasi Kebiasaan Baru. Beberapa proyek yang didapatkan perusahaan selama satu tahun ini yaitu Proyek Pembangunan Irigasi Rentang, Proyek Chevron TTM (Tahap I), Proyek Pembangunan Food Estate di Kapuas, Proyek Dermaga Semarang Peldam, Proyek Pambangunan Simpang Susun Romokalisasri, Proyek Pembangunan Bandara Internasional Lombok Lanjutan, Proyek Bendungan Bintang Bano Lanjutan, Proyek RS Pendidikan Universitas Hasanudin, Proyek Gedung Politeknik STAN, Proyek Rumah Sakit Kupang, Proyek Jargas Musirawas, dan Proyek Dermaga TBBM Tanjung Batu.

Pembangunan infrastruktur yang melesat dimasa pandemi ini diharapkan mampu memberikan multiplier effect yang dapat menjadi motor penggerak ekonomi bagi masyarakat ditengah situasi pandemi Covid-19. “Dampak jangka pendeknya adalah menciptakan lapangan kerja dan peningkatan konsumsi. Sementara dalam jangka panjang, infrastruktur yang terus kami bangun dapat mendorong sisi supply melalui peningkatan kapasitas produksi serta perbaikan arus barang dan jasa, sehingga tercipta efisiensi ekonomi,” tutup Budi Harto, Direktur Utama Hutama Karya.

BERBASIS TEKNOLOGI

Pandemi Covid-19 yang melanda di tahun 2020, secara tidak langsung menuntut industri untuk dapat beradaptasi dengan cepat khususnya dalam penyesuaian budaya kerja bagi para pelaku industri. Melek teknologi serta digitalisasi proses bisnis menjadi hal utama yang wajib dikuasai oleh Insan Hutama Karya agar bisnis perusahaan dapat terus berjalan. Oleh karenanya, Hutama Karya terus berupaya meningkatkan kapabilitas tidak hanya dari aspek bisnis namun juga kompetensi karyawannya melalui program pengembangan talenta yang unggul untuk memperkuat kompetensi Sumber Daya Manusia (SDM) yang handal dan siap berkompetisi di kancah global. Program pengembangan talenta unggul dimulai dari level top management melalui seri pelatihan eksekutif leadership style bertajuk Coaching for Top Management oleh ESQ Leadership Center yang diikuti oleh Direksi, Executive Vice President, dan Direksi Anak Perusahaan hingga Afiliasi.

Selain menerapkan AKHLAK sebagai tata nilai baru perusahaan, hingga tahun 2020 Hutama Karya telah memberikan beasiswa kepada 38 pegawai untuk melanjutkan studi S2 baik di kampus-kampus terbaik dalam negeri seperti Universitas Gajah Mada (UGM), Institut Teknologi Bandung (ITB), Institut Teknologi Sepuluh Novermber (ITS) hingga universitas di luar negeri seperti University of Technology New Zeeland, Sheffield University Inggris, Queensland University of Technology Australia dan kampus-kampus ternama lainnya. Selain itu, di tahun ini Hutama Karya juga membuka kelas khusus MBA bekerjasama dengan ITB bagi level manajerial di perusahaan yang belum meraih gelar master.

Komitmen Hutama Karya dalam pengembangan talenta diharapkan berdampak positif terhadap kinerja perusahaan dimana dengan pengembangan talenta yang unggul akan tercipta SDM bekualitas yang mempu melakukan terobosan bisnis di era digital dan masa mendatang. Program pengembangan talenta yang diimplementasikan oleh Hutama Karya ini sesuai dengan arahan Menteri BUMN Erick Thohir yang merupakan satu dari lima perspektif KPI Kementerian BUMN.

UKIR PRESTASI

Sepanjang tahun 2020, Hutama Karya berhasil menyabet lebih dari 30 (tiga puluh) penghargaan dalam berbagai bidang atas capaian yang diraih oleh perusahaan meski ditengah tantangan berat Pandemi Covid-19. Berbagai penghargaan yang diterima antara lain penghargaan di bidang CSR & PKBL, bidang Keselamatan dan Kesehatan Kerja Konstruksi (K3), branding dan komunikasi perusahaan, hingga penghargaan lainnya. Di tahun ini Hutama Karya menyabet The Best of NCSRA 2020 dengan program “Berbagi Harapan dan Menghubungkan Kebaikan Melawan Covid-19” pada ajang Nusantara CSR Awards 2020 (NCSRA 2020) juga Penghargaan Inisiatif Tanggap Darurat Covid-19 yang diberikan oleh RRI & Icomoics Research & Consulting. Tak hanya itu, perusahaan juga meraih penghargaan Zero Accident di Kantor Pusat Hutama Karya serta di beberapa proyeknya yang diberikan oleh Kementerian Ketenagakerjaan RI.

Tetap aktif dan transparan dalam menyampaikan informasi kepada publik, tahun ini pula Hutama Karya dianugerahi gelar Cukup Informatif oleh Komisi Informasi Pusat RI atas Layanan Informasi Publik yang dimiliki oleh perusahaan. Perusahaan juga dinobatkan sebagai Best Corporate Branding yang diberikan oleh ICONOMICS & RRI, Emerging Industrial Leader yang diberikan oleh Forum Ekselen BUMN pada ajang BUMN Performance Excellence Award (BPEA) 2020, Top 5 BUMN dengan Karya Inovasi Terbaik yang diberikan oleh Kementerian BUMN pada ajang BUMN Millennials Innovation Summit 2020, BUMN Non Tbk Terpopuler di Media Digital 2020 yang diberikan oleh Majalah PR Indonesia pada Ajang Anugerah Humas Indonesia. Tak hanya itu, atas penerapan sistem anti penyuapan di lingkungan perusahaan, Hutama Karya juga berhasil meraih Sertifikasi Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP) SNI ISO 37001:2016 oleh Sucofindo dan Sertifikasi Sistem Manajemen Pengamanan oleh Badan Pemelihara Keamanan Kepolisian Negara.

Masih dalam situasi pandemi, di tahun ini untuk pertama kalinya, Hutama Karya sukses menerbitkan instrumen obligasi global dalam mata uang dolar AS atau Global Bonds sebesar USD 600 juta atau setara Rp 9 triliun (Kurs Rp 15.000 per Dolar AS). Global bonds dengan jangka waktu 10 (sepuluh) tahun dengan kupon 3,75% ini disambut antusias investor dunia hingga mencatatkan hampir 5,8x oversubscribed melalui proses roadshow yang dilakukan perusahaan melalui metode Virtual Conference. Sebelumnya Hutama Karya juga disematkan peringkat Investment Grade atau Layak Investasi oleh 2 lembaga rating internasional Moody’s yaitu dan Fitch pada April lalu. Torehan prestasi yang berhasil diraih Hutama Karya pada tahun 2020 ini akan menjadi semangat bagi Hutama Karya melaju lebih kencang di tahun 2021 mendatang.

OPTIMALKAN PROGRAM CSR TEPAT SASARAN

Sepanjang 2020, Hutama Karya telah menyalurkan lebih dari Rp10,5 Milyar untuk kegiatan Corporate Social Responsibility (CSR) dan Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL) perusahaan yang digunakan untuk pembangunan sarana dan prasarana infrastruktur pendidikan, pemberdayaan masyarakat dan lingkungan sosial, hingga bantuan alat kesehatan dan kebutuhan pokok. Beberapa program unggulan CSR/PKBL Hutama Karya tersebut diantaranya Pembangunan Madrasah dan Tahfidz Al Ikram di Medan, Sumatera Utara tepatnya di sekitar lokasi Proyek Jalan Tol Trans Sumatera, Penyediaan Mobil Tangki Air Bersih di Pati Jawa Tengah, Penyediaan unit Mobil Ambulance di Langkat, Ogan Ilir, Cawang, dan Bekasi, hingga Elektrifikasi atau penyambungan instalasi listrik bagi masyarakat kurang mampu di Pangandaran.

Sebagai bentuk dukungan perusahaan yang besar dalam penanggulangan Covid-19, pos terbesar penyaluran CSR/PKBL Hutama Karya di tahun 2020 digunakan untuk penanggulangan dan pencegahan Covid-19, dimana perusahaan menggelontorkan Rp 6,3 Milyar lebih untuk membantu pencegahan dan penyebaran virus COVID-19 secara maksimal kepada masyarakat khususnya di lingkungan operasional bisnis perusahaan.

Hutama Karya telah membagikan sebanyak lebih dari 687 ribu masker medis dan masker kain, 7 ribu lebih Alat Pelindung Diri (APD) dan Alat Kesehatan, 144 unit Sarana Cuci Tangan, 17 ribu liter Hand Sanitizer dan Hand Soap, 6 ribu liter cairan disinfektan beserta sprayer, serta ribuan paket sembako. Bantuan disalurkan ke berbagai daerah di sekitar wilayah kerja Hutama Karya antara lain sebagian besar Pulau Sumatera, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, dan daerah lainnya. Selain menyalurkan bantuan kepada para tenaga medis, Hutama Karya juga turut aktif memberdayakan dan membantu UMKM untuk tetap berproduksi dengan memesan masker kain hingga APD kepada mitra binaan Hutama Karya. (diolah dari situs HK)

 

Berita Lainnya