Headline Humaniora

Seleksi Calon Presiden Berisiko Besar



single-image
INDOWORK.ID, JAKARTA: Ingar bingar capres-cawapres makin tinggi. Kurang dari setahun lagi – pendaftaran capres/cawapres, September 2023. Syahwat kekuasaan mulai disulut dan berkobar. Semoga kobaran apinya tidak membakar akar rumput.
Untuk mendapat kursi presiden, seseorang harus melewati dua lapis pintu. Pintu Parpol dan Pintu Rakyat. Mustinya konvergen. Karena poltik yang baik – dalam imajinasi saya – adalah menangkap dan menyalurkan aspirasi rakyat.
Yang runyam, ketika parpol menjelma menjadi dinasti keluarga. Interest keluarga bisa mengalahkan keinginan rakyat. Calon yang diinginkan rakyat, tidak lolos di pintu pertama.
Tentu saja calon yang tidak diinginkan rakyat, walau lolos di pintu pertama, ad kemungkinan gagal di pintu kedua. Tapi kontestasi harus ada pemenang. Rakyat disudutkan dan digiring untuk memilih calon parpol. Rakyat, sejatinya, cuma memberi legitimasi lewat pencoblosan. Bukan memilih!

BANYAK RISIKO

Seleksi model begini – juga dalam imajinasi saya – punya banyak risiko.
Pertama, gagal menjaring orang orang terbaik di negara ini. Orang orang terbaik, sering berada d luar parpol yang cenderung sektarian dan sentris.
Kedua, presiden, yang sejatinya tidak diinginkan rakyat – tapi tidak punya pilihan lain kecuali yang lolos dari pintu parpol – tidak akan optimal dalam menjalankan kepemimpinannya.
Ketiga, akan banyak golput dalam proses kontestasi.
Keempat, – berbahaya – pembangkangan sosial. Berujung negara gagal.
Semoga cuma imajinasi!
*) Ditulis oleh Hasan Zein Mahmud, Redaktur Khusus Indowork.id

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published.

Berita Lainnya