Headline Humaniora

Saya Menduga Megawati Pilih Puan Maharani binti Taufiq Kiemas untuk Calon Presiden Pemilu 2024



single-image

INDOWORK.ID, JAKARTA: Mencermati pidato Ketua Umum Partai Indonesia Demokrasi Perjuangan Megawati Soekarno Putri dalam Rakernas 2002, sebenarnya tak terlalu sulit menduga siapa calon presiden pesta demokrasi 2024 dari partai moncong putih itu. Lihat saja nanti, yang dicalonkan adalah anaknya sendiri, Puan Nakshatra Kusyala Devi Maharani binti Taufiq Kiemas.

Megawati merespons berbagai pertanyaan publik soal kapan partai banteng itu akan mengumumkan calon presiden yang akan diusung di Pilpres 2024.

Memang banyak yang bertanya kapan PDIP mengumumkan calon presiden. “Ya, sabarlah sedikit,” ujar Megawati dalam acara penutupan Rakernas PDIP di Sekolah Partai Lenteng Agung, Jakarta Selatan pada Kamis, 23 Juni 2022.

MASIH DIUMPETIN

Puan Nakshatra Kusyala Devi Maharani

Politisi senior kelahiran 23 Januari 1947 itu, PDIP tidak ingin buru-buru karena Pilpres masih dua tahun lagi. “Boleh dong saya umpetin aja dulu,” tutur Mega.

Anak kedua Bung Karno itu menjelaskan, bahwa sosok pemimpin yang dicari partainya tidak hanya sekadar kuat secara elektoral. Namun lebih penting kuat secara ideologis dan memiliki kemampuan mengelola tata pemerintahan yang sangat luas.

Dalam pidatonya Mega juga marah kepada kader PDI Perjuangan yang nekat bermain di dua kaki. Secara tegas Megawati meminta kader tersebut keluar dari lingkaran banteng.

Teguran keras Megawati tersebut serius karena kader yang bermanuver dengan dua kaki akan merugikan partai itu sendiri.

Di kalangan internal PDIP, berkembang suara agar Puan Maharani maju dalam Pilpres 2024.Puan, lulusan Universitas Indonesia, mengungkapkan nama capres 2024 yang akan diusung partainya dipastikan sudah ada. Namun masih tersimpan di dalam hati sang ibunda tercinta.

“Ya sudah ada dong pastinya,” kata Puan, saat momen makan bakso bersama Megawati, seusai Rakernas II di Sekolah Partai DPP PDIP, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Kamis (23 Juni 2022).

GANJAR BACA REKOMENDASI

Ganjar Pranowo

Ketika penutupan Rakernas PDIP, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo membacakan rekomendasi rapat kerja tersebut. Poin terpenting tentang calon presiden yang disebut diserahkan sepenuhnya kepada Ketua Umum PDIP, pemilik hak prerogatif.

Ganjar merupakan salah satu nama yang unggul dalam beberapa survei terakhir mengenai calon presiden. Elektabilitas alumnus Universitas Gajah Mada itu itu selalu berada di tiga besar. Nama Ganjar sudah disebut dalam rekomendasi calon presiden di Partai NasDem.

Tentu saja di kalangan internal PDIP tak semua mendukung mantan anggota DPR yang pernah disebut-sebut terkena kasus dugaan korupsi pengadaan kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP)e-KTP tersebut.

Kabar teranyar menyebutkan bahwa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) belum menemukan bukti keterlibatan Ganjar. Menurut Ketua KPK Firli Bahuri, penyelidikan atau penyidikan terhadap seseorang yang diduga melakukan tindak pidana harus didukung dengan bukti-bukti yang cukup.

JOKOWI: KALAU ADA GANJAR

Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat berada di titik nol Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara sempat ditanya siapa yang akan dipilihnya, Puan atau Ganjar. Jokowi mengernyitkan kening lalu menyatakan, “Kalau Pak Ganjar ada di sini, saya akan jawab hehehe.”

Sebelum Rakernas, Jokowi bertemu dengan Megawati. Videonya mendadak viral di media sosial. Video yang diunggah Puan  menuai banyak kritik.

Bagaimana pun, Jokowi adalah Presiden RI, orang nomor satu di Indonesia yang harus dijaga marwah dan martabatnya. Namun dalam video itu, sebagaimana yang disebutkan oleh sejumlah warganet, Jokowi nampak terlihat seperti sedang melakukan konseling di ruangan bimbingan penyusuhan (BP).

HASTO SANTAI

Dalam video tersebut tampak Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto.  Ia tampak tampil santai dan tidak menghindar wartawan ketika sibuk pada kasus-kasus korupsi yang membelit internal partainya.

Kasus korupsi yang paling populer adalah kader PDIP Harun Masiku yang lebih dari 2 tahun  menghilang. Nama Hasto Kristianto disebut dalam persidangan kasus suap pergantian antarwaktu yang melibatkan Harun Masiku sebagai penyuap, agar bisa menggantikan Riezky Aprilia.

2 TAHUN HARUN BURON

Dalam persidangan, pengacara PDIP Donny Tri Istiqomah menyebut Hasto mengetahui upaya pergantian ini. Terdakwa pemberi suap Saeful Bahri juga diketahui sebelumnya menjadi staf Hasto.

Mencermati perkembangan dari berbagai analisis politik dan penampilan Puan yang penuh percaya diri, saya menduga Megawati akan memilih anaknya itu sebagai calon presiden dalam Pilpres 2024. “Kite liat aje nanti…” Begitu kata orang Betawi.

 

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published.

Berita Lainnya