Headline Humaniora

Lebaran Betawi, Dukungan Pemprov DKI Kurang Optimal



single-image

INDOWORK.ID, JAKARTA: Lebaran Betawi yang digelar sejak Sabtu hingga Ahad, 21 Mei 2023, di Monas dinilai kurang mendapatkan dukungan kurang optimal dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. “Acara ini ngasal, kelihatan kalau dukungannya kurang optimal,” kata seorang aktivis kebudayaan Betawi.

Ia mengatakan bahwa dukungan dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kurang optimal terlihat dari acara yang digelar, persiapan yang sudah matang oleh panitia tetapi diubah mendadak oleh tim protokol PJ. Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono. “Jadi sasarannya bukan panitia,” kata aktivis itu.

Aktivis lainnya membandingkan dengan Lebaran Betawi ketika digelar di Perkampungan Budaya Betawi di Setu Babakan pada 2018 dan 2019. “Lebih rame di Setu Babakan. Fasilitas juga lebih lengkap,” katanya.

Ia menyatakan bukan bermaksud melakukan provokasi, tetapi memang fasilitas di Setu Babakan lebih lengkap. “Rumah adat pas ada enam, sehingga seluruh walikota dan Bupati bisa menempati rumah itu,” kata pria asal Jawa Barat itu.

Hal lain yang menjadi catatan Lebaran Betawi kali ini adalah soal hiburan. “Masak hiburannya di emperan rumah. Lagi pula rumahnya nggak kondusif,” katanya dengan nada tinggi.

Ia menyarankan jika ingin membuat panggung besar dan tempatnya lebih tinggi niscaya akan lebih keren. Di depan panggung ada aktivitas seni sehingga penampilannya lebih menarik. “Jadi penonton fokus lurus ke depan, bukan ke samping.”

Pria yang suka menyanyi itu menjelaskan bahwa konsep awal yang sudah baik tetapi diacak-acak oleh protokol Pj Gubernur. “Hingga Sabtu malam [20 Mei] , konsep serahan hantaran berubah lagi,” keluhnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi DKI Jakarta Andhika Permata dinilai kurang kooperatif. “Masak nggak mau nyumbang layar tancep… Kita orang Betawi jalan terus …mau dari mane kek uangnya, tetap kita gas,” kata aktivis kebudayaan lainnya.

HARUS SEGERA SELESAI

Seniman lenong Kimung Kiki Zahruddin justru geregetan melihata cara kerja aparat pemerintah. Panggug yag dibuat awal sudah bagus, justru dibongkar. “Kagak idep itu protokol,” katanya dengan logat Betawi yang kental.

Kagak Idep adalah bahasa Betawi yang artinya tidak memahami.

Tahun depan, katanya, Lebaran Betawi wajib dilakukan oleh orang yang mengerti urusan kebudayaan Betawi. “Malu-maluin Betawi. Warga Betawi banyak, jadi kudu dipikirin juga kebahagian dalam silaturahmi mereka.”

Pemain dan sutradara lenong itu juga meminta kepada Sekretaris Daerah untuk bertangung tanggung jawab. “LKB udeh punya konsep bagus tapi diubah oleh protokol.”

SALUT UNTUK IWAN

Kepala Dinas Kebudayaan DKI Jakarta Iwan Henry Wardhana

Namun Sekretaris Jenderal Lembaga Kebudayaan Betawi Imron Imbong Hasbullah mengatakan penilaian terhadap Kepala Dinas Kebudayaan DKI Jakarta Iwan Henry Wardhana justru mendapat acungan jempol.

“Salam hormat untuk Kadis Kebudayaan, dia sangat mendukung dan kami tidak akan melupakan,” kata Imbong.

Seorang wartawan senior mengiyakan pernyataan Imbong. “Sepakat Bang. Dia perhatian sekali dan ramah memberikan penjalasan secara detil.¬†Salut buat panitia. Tetap semangat!”

Pendapat senada disampaikan oleh Direktur Utama Aira Media Utama Gini Mustapa. “Orangnya care, baik, dan ganteng pula. Jadi semangat.”

SINERGI DAN KOLABORASI

Ketua Lembaga Kebudayaan Betawi (LKB) Beky Mardani menyatakan terima kasihnya kepada Pemprov DKI Jakarta yang telah memfasilitasi acara tersebut.

Ia mengharapkan sinergi antara pemerintah daerah dan masyarakat Betawi tetap terjalin harmonis. “Perhelatan Lebaran Betawi sebaiknya menjadi agrenda resmi Provinsi Daerah DKI Jakarta,” kata Bang Beky yang juga Anggota Forum Pengkajian dan Pengembangan Perkampungan Budaya Betawi Setu Babakan tersebut.

Sinergi dan kolaborasi adalah dua kata kunci untuk membangun Jakarta yang menjadi palang pintu Indonesia.

Menurut ayah dua anak itu, sejak 2011 masyarakat Betawi rutin menggelar hajatan Lebaran Betawi. Namun selama pandemi Covid-19 dalam 3 tahun belakangan ini¬† ditiadakan.”Kami bersyukur ajang silaturahmi ini dihadiri oleh tokoh-tokoh Betawi senior,” kata mantan wartawan SCTV tersebut.

PANTUN MARULLAH

Tampak hadir Wakil Gubernur DKI Jakarta 1982-1987 Eddie Marzuki Nalapraya, Gubernur DKI Jakarta 2007-2012 Fauzi Bowo, Anggota DPD RI Sylviana Murni, seniman, budayawan, wartawan, ulama, jawara, dan sejumlah pengusaha asal Betawi. “Lebaran Betawi ini menjadi momentum untuk memperkuat masyarakat inti kota Jakarta.”

Ketua Majelis Amanah Persatuan Kaum Betawi (MAPKB) Marullah Matali memberikan sambutan yang dirangkaikan dalam pantun. “Setu Babakan dekat Ciganjur, Di sini kita makan duren, Kuku macan buat Pj Gubernur, Jadi kelihatan makin keren.”

 

Berita Lainnya