Figur Headline Humaniora Lainnya

Rektor UNJ Tandatangani MoU dan MoA dengan FPNU



single-image

INDOWORK.ID, JAKARTA: Bertempat di gedung Rektorat Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Rektor UNJ menandatangani kerjasama dengan Fujian Polytechnic Normal University (FPNU) China.

Kerjasama tersebut melibatkan tiga fakultas di UNJ dan FPNU, yaitu Fakultas Teknik, Fakultas Bahasa dan Seni serta Fakultas Olahraga, sementara FPNU faculty of Food and Bioengineering, faculty of Physical Education dan Faculty Foreign Languages.

Dr. Totok Bintoro selaku Wakil Rektor Bidang Perencanaan dan Kerjasama UNJ mengisahkan ihwal kerjasama kedua Universitas itu. “berawal dari respon diskusi pada peringatan Dies Natalis UNJ ke-57 bulan Mei 2021 antara dirinya dengan Dr. Hendri Gunawan yang Kemudian melalui pertemuan lanjutan dengan tiga fakultas tersebut maka disepakati kerjasama Universitas,”katanya.

Kerjasama UNJ dan FPNU menurut Dr. Totok Bintoro selaras dengan fokus pengembangan dengan rencana strategis UNJ yaitu rekognisi internasional yang meliputi perluasan akses internasional serta kualitas dan kerjasama untuk menuju visi UNJ menjadi Univesitas bereputasi di kawasan Asia.

Dalam sambutannya, Rektor UNJ Prof. Komarudin M.Si menjelaskan konteks historis perjalanan Universitas Negeri Jakarta dari IKIP sampai menjadi Universitas Negeri Jakarta. Perjalanan tersebut, menurut Rektor UNJ sebagai mandat pengembangan Universitas dengan tetap mengemban tugas Lembaga Kependidikan dan Tenaga Kependidikan (LPTK).

Rektor UNJ menyampaikan perihal posisi UNJ saat ini sebagai Universitas yang memiliki reputasi baik pada tingkat LPTK maupun nasional. Rektor UNJ menyebut saat ini UNJ telah menduduki peringkat ke-6 dari LPTK se-Indonesia, dan menduduki posisi 20 diantara Universitas seluruh Indonesia menurut Kemendikbud 2020 serta mendapat predikat kampus unggul dari Badan Akreditasi Nasional.

Dengan bekal prestasi tersebut, Rektor UNJ menyebut UNJ mengemban visi menuju kampus bereputasi di kawasan Asia. “untuk mengejar visi tersebut, UNJ harus senantiasa melakukan program internasionalisasi dengan berbagai lembaga pendidikan maupun dunia usaha,”katanya.

Rektor UNJ mengaprepsiasi kerjasama tersebut dengan memperkenalkan aspek keunggulan Negara Republik Rakyat Tiongkok itu.

“Kita ketahui RRC dikenal dengan kulinernnya yang menduania, dan kekayaan budaya berusia ribuan tahun serta keunggulan pada bidang olahraga.  Bahkan tahun 2022 RRC akan menjadi tuan rumah olimpiade.  Indonesia pun dikenal dengan kekayaan kuliner, bahasa serta budaya dan atlit UNJ senantiasa mendulang medali dalam ajang olahraga nasional, regional maupun internasional,”katanya.

Rektor UNJ berharap  jalinan kerjasama UNJ dengan FPNU dapat memberikan manfaat bagi UNJ dan FPNU terutama untuk kemajuan ilmu pengetahuan, kemanusiaan dan peradaban bangsa.

Sementara itu, Rektor Fujian Polytechnic Normal University (FPNU) Prof. Liao Shenji mengapresiasi terjalinnya kerjsama FPNU dan UNJ.

“Walaupun kita terpisah oleh jarak namun kita bisa tetap bertemu dan bertatap muka melalui dunia virtual untuk melaksanakan penandatanganan nota kerjasama antara FPNU dan UNJ, FPNU memberikan selamat atas terjalin kerjamsama ini,”katanya.

Prof. Liao Shenji menuturkan Universitasnya berkomitmen aktif mengembangkan internasionalisasi Universitas juga memberikan pelayanan pada misi pembangunan one belt one road  serta meningkatkan kerjasama antar perguruan tinggi di Indonesia.

Menurut Prof. Liao Shenji, UNJ merupakan Universitas Keguruan yang sangat mapan dan mumpuni serta merupakan Universitas unggul di Indonesia. Prof. Liao Shenji juga melihat UNJ berkomitmen menjadi Universitas multikultural, berinovasi dan memberi kontribusi yang besar untuk pengembangan pendidikan, penelitian dan sosial-ekonomi di Indonesia.

“UNJ memiliki sejarah kampus edukasi selama 52 tahun dan sebagai Universitas yang sudah sangat mapan dan unggul. Program studi di UNJ memiliki kesamaan dengan kampus kami dan kesamaan ini dapat menjadi fondasi yang kuat untuk menjalin kerjasama,”katanya.

Prof. Liao Shenji juga menjelaskan perihal kerjasama tersebut meliputi pertukaran dosen dan mahasiwa, pemberdayaan talenta dan mendorong penguatan riset.

“Semoga kedua Universitas dapat memperkuat komunikasi bersama-sama mewujudkan perjanjian kerjasama serta menjadi sebuah usaha yang dapat memberikan kontribusi bagi Tiongkok dan Indonesia,”katanya.

Leave a Comment

Your email address will not be published.

Berita Lainnya