Headline Humaniora

Pidato Kebangsaan Anies Baswedan, Kritisi Keadilan Sosial



single-image

INDOWORK.ID, JAKARTA: Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan menyatakan salah satu tantangan keadilan sosial adalah kenyataan selama bertahun-tahun Indonesia memiliki sikap yang kurang toleran kepada yang di bawah.

“Ini 17 Agustus. Kita ingin kemerdekaan yang hakiki terus diperjuangkan,” kata Anies dalam pidato kebangsaan di Ancol, Jakarta Utara, Rabu, 17 Agustus 2022.

Pidato kebangsaan Anies dirangkaikan dalam Jakarta Melayu Festival. Setelah kelompok musik menyuguhkan beberapa lagu,  Anies kemudian tampil ke panggung untuk memberikan penghargaan kepada insan yang memiliki kontribusi menanggulangi bencana Covid-19.

Dalam pandangan Anies, terkadang Indonesia memiliki sikap yang kurang toleran kepada yang di bawah. Padahal mereka yang di atas awalnya ada di bawah. Namun ketika sudah naik kelas melupakan mereka yang di bawah.

Contohnya, operasi justisia yang terkena adalah mereka di tengah ke bawah. Para pendatang baru di Jakarta yang diperiksa hanya di terminal dan stasiun. Apakah ada operasi justisia di bandar udara? Anies bertanya dengan nada tinggi.

BEBASKAN PAJAK

GUBERNUR DKI JAKARTA ANIES RASJID BASWEDAN

Dalam 4 tahun terakhir, pemerintah provinsi DKI Jakarta membuat kebijakan dengan membebaskan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) dengan nilai jual objek pajak (NJOP) Rp1 miliar. Hasilnya 85% penduduk Jakarta terbebas dari beban membayar PBB. Memang, katanya, pembebasan  PBB di Jakarta  tak sebanding dengan  perjuangan para pejuang.

Anies mencermati bahwa pemerintah mengundang para veteran ke upacara peringatan kemerdekaan tapi di sisi lain  mereka diusir dari rumahnya karena tak mampu bayar pajak.

PAJAK MEMERAS RAKYAT

ANIES BERJOGET DALAM JMF

Anies mengajak masyarakat untuk menengok sejarah. “Anda baca buku sejarah tentang nusantara di mana pajak menjadi alat memeras rakyat.”

Berdasarkan catatan Indowork.id, beragam pajak diberlakukan pemerintah kolonial seiring berkembangnya aktivitas ekonomi. Mulai dari pajak garam, ikan, penyembelihan hewan, hingga pertunjukan wayang.

Dalam bagian lain, calon presiden 2024 yang diusung oleh Partai Nasional Demokrat (Nasdem) itu menyatakan bahwa gagasan  para pendiri negeri ini kini hidup dalam pribadi-pribadi yang bekerja di pemerintahan dan di luar pemerintah.

Bagi Anies, Jakarta adalah kota untuk semua sehingga ia menjadikan bumi Betawi itu sebagai eskalator untuk kehidupan yang lebih baik.

PENDEK UNTUK BANGSA

Di akhir pidato kebudayaannya,  Anies berpendapat bahwa 77 tahun adalah umur yang panjang untuk manusia tapi pendek untuk sebuah bangsa.

Untuk itulah ke depan perjalanan akan sangat panjang. Anies menjadikan Jakarta sebagai eskalator untuk kehidupan yang lebih baik. Begitu pun untuk kehidupan pada masa mendatang.

Untuk menyongsong masa depan itu, Anies memberikan contoh pembangunan candi Borobudur hingga memakan waktu panjang selama 120 tahun. “Memakan waktu yang lama ini jelas punya perspektif jangka panjang.”

Nah, Indonesia masih punya banyak besok dari kemarin. “Lebih kuat, lebih cepat untuk kita bangkit.”

Anies juga menyinggung tentang JMF menjadi peristiwa penting yang perlu terus diingat. Kekuatan syair Melayu ada pada pesan bukan sekadar nada.

JOGET BERSAMA

PARA PEJABAT BERJOGET DI TEMPAT DUDUK MASING-MASING

Ketika Anies di atas pentas bersama seluruh artis pendukung, hadirin pun langsung turun berjoget ria. Tampak mereka yang berjoget bergaya joget padang pasir. “Yang joget Arab semua,” kata seorang wartawan.

“‘Orang Arab itu jogetnya asyik,” kata budayawan Syamsuddin Ch. Haesy, akrab dipanggil Bang Sem, di duduk di kursi barisan depan bersisian dengan gubernur.

Para Kepala Dinas, Walikota, maupun direksi BUMD tak ada yang berani joget di bawah panggung. Mereka hanya berjoget di tempat duduk masing-masing.

Kepala Dinas Pendidikan Nahdiana dan Walikota Jakarta Timur Muhammad Anwar tampak berjoget dengan menggoyangkan jempol tangan mereka disaksikan rekan semejanya a.l. Walikota Jakarta Barat Yani Wahyu Purwoko, Walikota Jakarta Utara Ali Maulana Hakim, Bupati Kepulauan Seribu Junaedi, Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Andhika Permata.

Meskipun di atas panggung, Anies mikrofon tetapi tidak bernyanyi. Ia berjoget ala Melayu dan tampak girang sekali. Ia pun sangat menghayati jogetnya itu.

Mengenakan kaos JSM warna biru dengan tulisan merah, Anies turun panggung dan langsung dikerubugi wartawan didampingi oleh inisiator JMF yang juga komisaris PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk. Geiz Khalifa.

 

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published.

Berita Lainnya