Energi Headline

Menikmati Hasil Pembakaran Batubara



single-image

INDOWORK.ID, JAKARTA: Batubara nampaknya akan bertahan lama membara. Pemulihan ekonomi pasca-Covid 19, meningkatkan permintaan energi yang tajam. Tak bisa dikejar oleh peningkatan pasok. Harga produk energi naik luar biasa. Harga batubara naik ke tingkat yang tidak pernah terbayang, oleh siapa pun, sebelumnya.

Ekonom Hasan Zein Mahmud menjelaskan bahwa perang Rusia-Ukraina, add fuel to the fire. Embargo batubara Rusia – eksportir ketiga dunia – membuat kelangkaan bertahan hingga kini. Kontrak batubara penyerahan Juni di ICE NewCastle, minggu lalu, ditutup pada USD370.5 per mt. Tak hendak turun jauh jauh dari angka USD400.

Sekitar 40% pembangkit listrik global masih menggunakan batubara. China, konsumen – juga produsen – terbesar dunia, pada 2021 mengkonsumsi 54,3% batubara dunia. China menurunkan bea masuk batubara menjadi 0% sejak awal Mei 2022 hingga Maret 2023. Pelonggaran lock down akan segera meningkatkan permintaan batubara di negara tirai bambu tersebut.

KRISIS ENERGI INDIA

India, sebagai konsumen kedua, membakar hampir 12% konsumsi batubara dunia, kini mengalami krisis energi yang parah. Terburuk sejak Oktober 2021. Pemadaman bergilir, menyiasati persediaan batubara yang terus menurun. Statistik mencatat 70% pembangkit di India masih menggunakan batubara.

Jerman kini menjajagi untuk memperoleh pasokan batubara dari Indonesia. Sekitar 10% pembangkit Jerman menggunakan energi batubara, dan 50% kebutuhan, selama ini, dipasok dari Rusia.

Di industri lembaga keuangan, – yang beberapa tahun belakangan mengharamkan kucuran dana baru ke perusahaan batubara – kini mengalamai perubahan sikap yang cukup tajam. Vanguard, sebagai manajer aset terbesar ke dua dunia (mengelola dana USD8,1 triliun), yang juga merupakan investor dana terbesar ke sektor batubara, menyatakan dengan terbuka, akan tetap melanjutkan investasinya di energi fosil.

Seorang eksekutif HSBC membuat pernyataan publik dengan mengatakan bahwa berbagai bank sentral dan pemerintah terlalu membesar-besarkan risiko pemanasan bumi.

DIVIDEN EMITEN BATUBARA

Gedung Bursa Efek Jakarta

Di Bursa Efek Indonesia, pemegang saham perusahaan batubara bersiul-siul menikmati “dividen jumbo” perusahaan batubara. Sebut misalnya ITMG yang membayar dividen Rp3.040 per saham, bulan lalu. (Kalau anda punya sejuta saham, bisa lenggang kangkung setahun lebih). PTBA, bulan depan, akan membagikan dividen Rp688,515 per saham.

Selamat menikmati hasil pembakaran batubara!

 

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published.

Berita Lainnya